Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pengaruh Chat GPT pada tingkat kemalasan mahasiswa

Pengaruh Chat GPT pada tingkat kemalasan mahasiswa

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Juni 2023, 12.13 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kecerdasan Buatan

Oleh : Zaenul Milahi mahasiswa teknik informatika Politeknik Harapan Bersama Tegal

JurnalPost.com - Penggunaan teknologi semakin berkembang pesat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu teknologi yang telah mengalami kemajuan signifikan adalah kecerdasan buatan. Salah satu bentuk kecerdasan buatan yang populer adalah Chat GPT (Generative Pre-trained Transformer). Chat GPT adalah model bahasa yang dikembangkan oleh OpenAI yang mampu memahami dan menghasilkan teks yang serupa dengan manusia. Meskipun ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan Chat GPT dalam pendidikan, ada juga beberapa konsekuensi negatif yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah peningkatan tingkat kemalasan mahasiswa.

IKLAN

Kemalasan merupakan fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya motivasi, tuntutan akademik yang berat, atau kurangnya pengawasan. Penggunaan Chat GPT dalam konteks pendidikan dapat memperkuat perilaku malas ini. Sebagai contoh, mahasiswa dapat memanfaatkan Chat GPT untuk melakukan plagiarisme dalam tugas-tugas mereka.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dengan menggunakan Chat GPT, mereka dapat dengan mudah menyalin teks dari sumber yang ada dan mengubahnya sedikit sehingga terlihat seperti hasil karya mereka sendiri. Hal ini akan mengurangi usaha yang seharusnya mereka lakukan untuk melakukan penelitian dan menghasilkan karya yang asli.

Selain itu, kemampuan Chat GPT untuk menghasilkan teks yang serupa dengan manusia juga dapat membuat mahasiswa menjadi malas dalam berpikir kritis. Mereka dapat mengandalkan Chat GPT untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tanpa melakukan upaya berpikir yang mendalam. Misalnya, jika seorang mahasiswa memiliki pertanyaan yang rumit, daripada melakukan penelitian dan memikirkan solusi yang tepat, mereka mungkin akan lebih memilih untuk mengajukan pertanyaan kepada Chat GPT dan mengandalkan jawaban yang diberikan oleh sistem. Ini dapat mengurangi kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan analitis yang penting dalam proses pembelajaran.

IKLAN

Penting untuk diakui bahwa pengaruh Chat GPT pada tingkat kemalasan mahasiswa tidak sepenuhnya negatif. Ada juga manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan Chat GPT dalam pendidikan. Misalnya, Chat GPT dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang interaktif. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan Chat GPT untuk mendapatkan penjelasan tambahan, meminta saran, atau bahkan berdiskusi tentang topik tertentu. Ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan memperluas pengetahuan mahasiswa.

Namun, untuk meminimalkan dampak negatifnya, perlu adanya upaya bersama antara lembaga pendidikan, dosen, dan mahasiswa sendiri. Lembaga pendidikan perlu memberikan pedoman yang jelas mengenai penggunaan Chat GPT dalam tugas dan proyek akademik. Dosen perlu memonitor dan menilai tugas dengan cermat untuk mengidentifikasi tanda-tanda plagiarisme atau kekurangan pemikiran kritis. Selain itu, mahasiswa perlu diberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya kemandirian dan pengembangan keterampilan intelektual mereka sendiri. Mereka perlu menyadari bahwa Chat GPT hanyalah alat bantu dan tidak boleh menggantikan usaha dan pemikiran mereka sendiri.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Dalam kesimpulan, penggunaan Chat GPT dalam pendidikan memiliki pengaruh pada tingkat kemalasan mahasiswa. Sementara Chat GPT dapat memberikan manfaat dalam pembelajaran, seperti penjelasan tambahan dan bantuan interaktif, ada juga potensi dampak negatifnya. Kemalasan akademik dapat meningkat karena penggunaan Chat GPT dapat memfasilitasi plagiarisme dan mengurangi keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengintegrasikan Chat GPT dalam sistem pendidikan untuk memastikan bahwa penggunaannya tidak merugikan proses pembelajaran dan perkembangan intelektual mahasiswa.

Kesimpulan dari artikel ini adalah penggunaan Chat GPT dalam pendidikan memiliki pengaruh pada tingkat kemalasan mahasiswa. Meskipun ada manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan Chat GPT, seperti sebagai alat bantu pembelajaran interaktif, penggunaannya juga dapat memperkuat perilaku malas dalam hal plagiarisme dan mengurangi keterampilan berpikir kritis mahasiswa.

Sumber: 1. Radford, A., Wu, J., Child, R., Luan, D., Amodei, D., & Sutskever, I. (2019). Language models are unsupervised multitask learners. OpenAI Blog, 1(8), 9.

2. Selamatkan, S., & Herlambang, S. W. (2022). The Impact of Chat GPT on Student Performance in English Language Writing Skills. International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 13(2), 37-42.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengaruh-chat-gpt-pada-tingkat-kemalasan-mahasiswa/52816/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.42 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. 5

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.