Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  2. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Pilot Resilient Community Coach Diluncurkan di Banyuwangi, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Pengetahuan Lokal dan AI

Pilot Resilient Community Coach Diluncurkan di Banyuwangi, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Pengetahuan Lokal dan AI

Foto profil Fatimah
Penulis: Fatimah
01 September 2026, 12.26 WITA Editor: Alvin Pradana
7 menit baca
Pilot Resilient Community Coach

BANYUWANGI, JurnalPost.com — Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Atma Connect resmi meluncurkan program percontohan Resilient Community Coach (RCC) di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa, 1 September 2026.

Program yang akan berjalan selama enam bulan ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengetahuan lokal, serta praktik kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Tujuannya adalah membantu warga memahami risiko bencana dengan lebih baik, memperluas akses terhadap informasi penting, serta memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengambil tindakan sebelum bencana terjadi.

IKLAN

Peluncuran program ditandai dengan Kick-off Meeting yang berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, dengan melibatkan PMI, Atma Connect, pemerintah daerah, mitra kemanusiaan, serta relawan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan pilot RCC.

Potensi Pencarian dan Pertolongan
Baca Juga

UAR Pusat Hadiri FKP3 Basarnas, Perkuat Kesiapsiagaan Potensi SAR

Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, mengatakan bahwa kesiapsiagaan bencana pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk bertindak ketika risiko mulai muncul.

“Kesiapsiagaan pada akhirnya bergantung pada kemampuan masyarakat untuk bertindak ketika risiko muncul. Kami berharap RCC dapat memperluas akses terhadap informasi yang dibutuhkan relawan dan warga, sekaligus memperkuat kapasitas yang selama ini telah tumbuh di tingkat desa,” ujar Mujiono.

Teknologi Dikembangkan Bersama Masyarakat

Field Director Atma Connect, Alfan Kasdar, mengatakan RCC sejak awal dikembangkan dengan pendekatan yang berpusat pada masyarakat.

Menurutnya, teknologi tidak seharusnya dibuat dari jarak jauh tanpa memahami kebutuhan komunitas yang nantinya akan menggunakan teknologi tersebut.

Ilustrasi kecerdasan buatan, Pancasila, dan integritas dalam pendidikan.
Baca Juga

Pancasila dan Kejujuran di Era AI: Ketika Kecerdasan Buatan Menggantikan Proses Berpikir Manusia?

“Kami tidak ingin membangun teknologi untuk masyarakat dari kejauhan. Kami ingin membangunnya bersama mereka. Pengalaman relawan, pengetahuan masyarakat, dan kondisi di lapangan akan menjadi bagian dari proses pengembangan RCC sejak awal,” kata Alfan.

Manager Program Global Disaster Preparedness Center (GDPC), Dedi Junadi, juga menekankan pentingnya memastikan inovasi teknologi benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Inovasi dalam kesiapsiagaan bencana bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru. Yang terpenting adalah memastikan solusi tersebut menjawab kebutuhan nyata, memperkuat kapasitas lokal, dan dapat bekerja di dalam sistem yang sudah ada,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, pilot RCC menjadi kesempatan untuk menguji inovasi tersebut secara langsung bersama PMI, relawan, dan masyarakat.

Yohanes Putra Valentino
Baca Juga

Informasi Kebencanaan di Era Digital, Mahasiswa Untag Surabaya Bagikan Pengalaman Magang di BPBD Jatim

“Pilot RCC memberi kami kesempatan untuk menguji inovasi ini secara langsung bersama PMI, relawan, dan masyarakat. Dari situ kami dapat mengetahui apa yang benar-benar bekerja dan bagaimana RCC dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Perkuat Kapasitas Relawan SIBAT

Kepala Markas Pusat PMI, Arifin M. Hadi, mengatakan digitalisasi data dan informasi kajian risiko bencana yang dikembangkan melalui kolaborasi PMI dan Atma Connect dapat memberikan manfaat strategis di tingkat masyarakat.

Manfaat tersebut antara lain mempercepat respons darurat, memperkuat sistem peringatan dini, serta meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam mengenali dan mengurangi risiko bencana.

“Digitalisasi data dan informasi kajian risiko bencana yang dikembangkan melalui kolaborasi PMI dan Atma Connect dapat memberikan manfaat besar dalam mempercepat respons darurat, memperkuat sistem peringatan dini, serta membangun kemandirian masyarakat desa dalam mitigasi bencana secara real time,” ujar Arifin.

Foto Pilot Resilient Community Coach

PMI juga berkomitmen memperkuat peran Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) sebagai ujung tombak dalam melakukan asesmen cepat dan mendukung penanganan bencana di tingkat komunitas.

Arifin mengatakan peningkatan kemampuan digital relawan SIBAT menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang semakin adaptif dan tangguh.

“Program RCC yang didukung Atma Connect dan American Red Cross melalui GDPC diharapkan dapat memperkuat kapasitas relawan SIBAT dalam pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Menurut Arifin, digitalisasi dokumen kajian risiko bencana juga dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat bagi pemerintah desa dalam mengambil keputusan.

“Dokumen kajian risiko bencana yang terdigitalisasi dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah desa untuk menyusun rencana kontinjensi, menentukan prioritas pembangunan infrastruktur, serta mengalokasikan anggaran desa berdasarkan risiko yang telah teridentifikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, integrasi data risiko dengan sistem peringatan dini yang efektif akan membantu masyarakat dan pemerintah desa memahami potensi ancaman serta menentukan langkah mitigasi yang lebih tepat.

“Pada akhirnya, teknologi ini harus memiliki satu tujuan utama, yaitu membangun masyarakat yang lebih siap, relawan yang semakin mampu, serta pemerintah desa yang memiliki data kuat untuk mengambil keputusan,” kata Arifin.

Empat Wilayah Jadi Lokasi Pilot RCC

Pilot RCC akan berlangsung selama enam bulan dengan PMI Kabupaten Banyuwangi sebagai mitra pelaksana di tingkat lokal.

Empat desa dan kelurahan dipilih sebagai lokasi percontohan, yakni:

  • Tamanbaru

    IKLAN
  • Mojopanggung

  • Bakungan

  • Pengatigan

Dalam Kick-off Meeting tersebut, Atma Connect dan PMI Kabupaten Banyuwangi juga meresmikan kerja sama sebagai mitra pelaksana lokal melalui penandatanganan perjanjian kerja sama.

Pertemuan selama dua hari itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Markas Pusat PMI, PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Banyuwangi, American Red Cross melalui GDPC, Atma Connect, serta unsur pemerintah daerah.

Sejumlah instansi lain juga terlibat, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fasilitator, serta perwakilan relawan SIBAT.

Community Coach

Kick-off Meeting juga menjadi Milestone 1 dalam jadwal Pilot Project RCC.

Tahap awal ini mencakup pembentukan Steering Committee dan Technical Committee, penyusunan mekanisme tata kelola proyek, penyepakatan ruang lingkup kerja selama enam bulan, serta penyusunan rencana kerja untuk 90 hari pertama.

AI Coach Sajikan Informasi Kesiapsiagaan Tingkat Desa

Salah satu komponen utama dalam pilot ini adalah aplikasi Resilient Community Coach, yang dirancang untuk mempermudah relawan dan masyarakat dalam mengakses informasi kesiapsiagaan bencana di tingkat desa.

Aplikasi tersebut menggabungkan teknologi AI dengan pengetahuan lokal, hasil Enhanced Vulnerability and Capacity Assessment (EVCA), serta standar operasional prosedur kesiapsiagaan bencana PMI.

Melalui platform tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai risiko bencana di wilayah masing-masing, prosedur kesiapsiagaan, serta berbagai panduan praktis yang relevan dengan kondisi lokal.

Fitur AI Coach juga memberikan dukungan konsultasi agar pengguna lebih mudah memahami informasi kesiapsiagaan dan mengidentifikasi langkah yang sesuai dengan potensi risiko bencana di wilayah mereka.

Aplikasi RCC diharapkan dapat membantu masyarakat memantau tingkat kesiapsiagaan, memahami kerentanan lokal, serta menentukan langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran.

Meski demikian, RCC tidak dirancang untuk menggantikan relawan, sistem kesiapsiagaan yang sudah berjalan, maupun pengetahuan lokal masyarakat.

Teknologi tersebut diposisikan sebagai alat pendukung untuk memperkuat kapasitas dan struktur kesiapsiagaan yang selama ini telah tumbuh di tingkat komunitas.

Selama masa pilot enam bulan, PMI, relawan SIBAT, serta masyarakat akan terlibat dalam pengujian platform, memberikan masukan, dan berkontribusi dalam penyempurnaan RCC.

Evaluasi Tidak Hanya Mengukur Penggunaan Teknologi

Evaluasi program tidak hanya akan mengukur seberapa banyak teknologi tersebut digunakan.

Tim pelaksana juga akan melihat apakah RCC mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi kebencanaan, memperkuat pengetahuan tentang kesiapsiagaan, mendukung praktik relawan yang lebih baik, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan berbasis risiko.

Pembelajaran dari Tamanbaru, Mojopanggung, Bakungan, dan Pengatigan akan digunakan untuk menyempurnakan RCC sekaligus mengkaji potensi penerapan pendekatan serupa di komunitas lain.

Pilot RCC merupakan bagian dari 2026 QBE AcceliCITY Humanitarian Challenge, di mana Atma Connect terpilih sebagai salah satu pemenang untuk mengembangkan dan menguji solusi inovatif di sektor kemanusiaan.

Dalam implementasinya di Banyuwangi, Atma Connect bekerja sama dengan PMI, American Red Cross melalui Global Disaster Preparedness Center, serta Australian Red Cross Humanitech.

Kolaborasi tersebut menguji RCC secara langsung dalam konteks kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat untuk melihat sejauh mana teknologi digital, khususnya AI, dapat melengkapi pengetahuan lokal dan sistem kesiapsiagaan yang sudah ada.

Pada akhirnya, keberhasilan pilot RCC tidak hanya akan diukur dari tingkat adopsi teknologi.

Ukuran utamanya adalah sejauh mana RCC mampu membantu PMI, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat memperoleh informasi yang lebih berguna, membuat keputusan yang lebih baik, serta mengambil tindakan yang lebih efektif sebelum bencana terjadi.

Teknologi tetap menjadi alat pendukung, sementara pengetahuan lokal, pengalaman relawan, dan ketangguhan masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kesiapsiagaan bencana.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pilot-resilient-community-coach-diluncurkan-di-banyuwangi/97527/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.50 WITA

  • #Atma Connect
  • #Kecerdasan Buatan
  • #PMI Banyuwangi
  • #Resilient Community Coach
  • #SIBAT
  • #kesiapsiagaan bencana
  • #mitigasi bencana

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  5. 5

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.