Manggarai Timur, JurnalPost.com — Lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) memperluas layanan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu upaya yang dilakukan ialah pembangunan enam unit hunian sementara atau huntara di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Tiga unit huntara dibangun melalui dukungan bantuan dari sejumlah donatur, di antaranya Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Ikatan Guru Taman Al Qur’an (IGTA), PAUDQU dan TPA Alghinaya Bogor, serta warga Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.
Ketua UAR Korwil NTT, Daud Masang, mengatakan proses pembangunan telah dimulai dengan merakit tiang-tiang bangunan di lokasi bekas rumah salah satu warga yang terdampak gempa.
“Alhamdulillah pembangunan huntara sudah dimulai dengan perakitan tiang-tiang di bekas rumah salah seorang warga terdampak bencana, Pak Jafar,” kata Daud dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Daud yang juga bertugas sebagai koordinator lapangan Tim UAR NTT menjelaskan, pembangunan huntara turut memanfaatkan material dari rumah warga yang rusak akibat gempa di Flores pada pertengahan Agustus.
Pemanfaatan kembali material yang masih layak digunakan dilakukan untuk menekan biaya pembangunan, terutama di tengah keterbatasan ketersediaan material di wilayah terdampak.
“Pembangunan huntara sebagian menggunakan material bekas reruntuhan rumah warga yang masih bisa dipakai, sehingga bisa menghemat belanja material bangunan yang saat ini sedang langka dan cukup mahal,” ujar Daud.
Setiap unit huntara dibangun dengan ukuran sekitar 4 x 6 meter dan dirancang untuk ditempati satu keluarga.

Kolaborasi UAR dan PT TPPI
Selain tiga unit yang didukung sejumlah donatur, tiga huntara lainnya juga dipersiapkan melalui kolaborasi Tim UAR NTT dengan PT Trans-Pacific Petrochemical Indonesia (PT TPPI) Tuban, Jawa Timur.
Rencana tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Pembahasan kerja sama dilakukan dalam rapat koordinasi secara daring melalui Zoom pada Selasa (15/9/2026). Dari pihak PT TPPI hadir Aniq Rafiutssani, Yulist, serta sejumlah staf perusahaan.
Sementara itu, UAR diwakili Ketua Umum H. Endang Sudrajat, Ketua UAR Korwil NTT Daud Masang, Mahmud Nolowala, dan sejumlah staf UAR Pusat.
Kolaborasi antara UAR dan PT TPPI tidak hanya mencakup pembangunan huntara. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan yang sedang dijalankan UAR di wilayah terdampak bencana.
Program tersebut antara lain pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial bagi anak-anak di lokasi pengungsian, hingga penyaluran berbagai kebutuhan kemanusiaan yang dinilai paling mendesak berdasarkan kondisi di lapangan.
UAR juga diberikan keleluasaan dalam menentukan lokasi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Seluruh proses distribusi bantuan akan didokumentasikan dan dilaporkan kepada PT TPPI paling lambat satu bulan setelah penyaluran dilakukan.
Mendampingi Warga hingga Masa Pemulihan
Ketua Umum UAR, Endang Sudrajat, mengatakan pembangunan huntara bukan semata-mata menyediakan tempat tinggal sementara bagi korban gempa.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya UAR untuk tetap mendampingi masyarakat Dusun Waso melewati fase darurat menuju tahap pemulihan.
Huntara diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih aman bagi warga sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan kembali tempat tinggal permanen.
“Jembatan dari air mata menuju senyum kembali,” kata Endang menggambarkan harapan dari pembangunan huntara tersebut.
Ia berharap hunian sementara dapat memberikan rasa aman bagi keluarga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat gempa.
“Huntara ini insya Allah menjadi tempat yang aman dan layak. Tempat anak-anak bisa tidur nyenyak, ibu-ibu bisa memasak dengan tenang, bapak-bapak bisa kembali bekerja tanpa khawatir keluarganya kehujanan,” ujarnya.
Apresiasi untuk Masyarakat Dusun Waso
Endang juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Waso yang telah menerima kehadiran para relawan UAR selama menjalankan misi kemanusiaan di kawasan terdampak gempa.
“Terima kasih kepada masyarakat Dusun Waso yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dan mendukung program bantuan kami untuk masyarakat terdampak,” ujar Endang.
Kebersamaan antara relawan dan masyarakat setempat juga terlihat dari dukungan warga terhadap kegiatan operasional UAR.
Salah seorang tokoh Dusun Waso, Sanusi, misalnya, meminjamkan kendaraan angkutan barang untuk membantu mobilitas tim kemanusiaan di lapangan.
Staf UAR Pusat, Ayub, mengatakan keluarga Sanusi juga memberikan dukungan berupa kebutuhan pangan kepada para relawan.
“Bahkan istri Pak Sanusi datang ke posko memberikan buah tomat cukup banyak dan meneteskan air mata haru ketika disambut relawan UAR Muslimat, Novie Avianti, yang baru sehari datang dari Bogor,” ujar Ayub melalui pesan singkat.
Pembangunan enam huntara tersebut menjadi bagian dari rangkaian respons kemanusiaan UAR bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Program ini diharapkan dapat membantu penyintas memperoleh tempat tinggal sementara yang lebih aman sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat secara bertahap.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda