MANGGARAI TIMUR, JurnalPost.com – Berbagai cara dilakukan relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan membuat Posko Kesehatan Bekam yang dinding dan atapnya menggunakan daun kelapa.
Tenda tersebut dibangun relawan UAR Korwil NTT di sekitar Posko UAR, Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (29/8/2026).
Pembina UAR NTT Jawir Zulfikar mengatakan, Pemilihan daun kelapa sebagai bahan utama tenda bukan tanpa alasan. Kondisi lokasi pengungsian yang terasa sangat panas pada siang hari membuat relawan berinisiatif menciptakan ruangan terapi yang lebih teduh dan nyaman bagi warga yang akan mendapatkan layanan kesehatan.
“Tenda sengaja dibuat dari daun kelapa supaya sejuk, sehingga para warga terdampak merasa nyaman saat dibekam. Kami dan relawan lain sudah mengajukan permintaan tenda ke Posko Utama BNPB, namun belum diberi karena jumlahnya terbatas.” kata Jawir Zulfikar, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, suhu udara di kawasan pengungsian Dusun Waso cukup panas ketika siang hari. Karena itu, tenda terapi dibuat dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di sekitar lokasi sekaligus memberikan perlindungan dari terik matahari.
Pelayanan kesehatan bekam tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan UAR Korwil NTT yang terus berlangsung sejak relawan turun ke wilayah terdampak gempa pada Ahad (16/8/2026). Terapis UAR tidak hanya membekam warga terdampak, relawan lain pun banyak yang memanfaatkan layanan kesehatan UAR.
Perbaiki Sumur Bor Warga
Tidak hanya membangun posko kesehatan, pada Sabtu pagi relawan UAR NTT juga melakukan amal shalih memperbaiki sumur bor milik salah seorang warga terdampak gempa. Perbaikan tersebut dilakukan untuk membantu warga mendapatkan kembali akses terhadap sumber air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pasca gempa bumi 7,7 magnitudo pada 15 Agustus 2026, enam ribu lebih pelanggan layanan air bersih di Kabupaten Manggarai Timur termasuk Dusun Waso mengalami gangguan air bersih. Sejumlah gangguan akibat gempa tersebut di antaranya pipa transmisi air retak, bocor, terputus dan lainnya.
Bagi relawan, pelayanan kemanusiaan di lokasi bencana tidak selalu harus dalam bentuk bantuan besar. Perbaikan fasilitas sederhana yang langsung dibutuhkan warga juga menjadi bagian penting dari upaya membantu penyintas kembali menjalani kehidupan di tengah situasi pascabencanan.
“Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue di Posko Waso setiap sore bakda Ashar juga mengajar anak-anak terdampak bencana mengaji Al-Qur’an,” ujar Jawir Zulfikar dalam keterangannya melalui pesan singkat. []
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda