Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  2. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Keselamatan Relawan di Medan Bencana Jadi Sorotan, Kesiapan Fisik dan Mental Tak Boleh Diabaikan

Keselamatan Relawan di Medan Bencana Jadi Sorotan, Kesiapan Fisik dan Mental Tak Boleh Diabaikan

Foto profil Al Mujahid
Penulis: Al Mujahid
29 Agustus 2026, 18.11 WITA Editor: Hasbi
6 menit baca
Medan Bencana

JurnalPost.com — Menjadi relawan kemanusiaan di tengah bencana tidak hanya membutuhkan keberanian untuk hadir dan membantu masyarakat terdampak. Kesiapan fisik, mental, pengetahuan mengenai kondisi lapangan, hingga kemampuan mengenali batas tubuh menjadi bagian penting dalam setiap misi kemanusiaan.

Keselamatan relawan bahkan menjadi salah satu faktor yang menentukan efektivitas operasi di lapangan. Relawan yang mampu menjaga kondisi dirinya dinilai akan lebih siap memberikan bantuan secara aman kepada penyintas sekaligus mengurangi risiko terhadap anggota tim lainnya.

IKLAN

Perhatian terhadap keselamatan relawan kembali mengemuka setelah founder Yayasan Gerak Bareng meninggal dunia ketika menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa Flores pada Jumat (21/8/2026).

DUA Relawan ke NTT
Baca Juga

Percepat Pembangunan Huntara, UAR Tambah Tenaga Tukang di Pengungsian Dusun Waso

Kepergiannya disebut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang menurun di tengah aktivitas kemanusiaan. Dugaan serangan jantung dan kelelahan ekstrem yang menyertainya menjadi pengingat mengenai pentingnya pemantauan kondisi kesehatan selama menjalankan tugas di daerah bencana.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat pengabdian perlu berjalan beriringan dengan kesiapan fisik, pengelolaan beban kerja, dan kesadaran terhadap keselamatan diri.

Salah satu panduan mengenai hal tersebut terdapat dalam PREDIKT! Preparedness for Disaster Toolkit, panduan yang ditujukan bagi relawan dan pekerja kemanusiaan dalam mempersiapkan diri sebelum, selama, hingga setelah menjalankan misi.

Relawan di Medan Bencana

PREDIKT bergerak dalam bidang kesiapsiagaan bencana, edukasi, riset, serta penguatan kapasitas masyarakat. Dalam panduannya, keselamatan, kesehatan, kesiapan, dan kemampuan menghadapi tekanan ditempatkan sebagai bagian penting dari keberhasilan sebuah operasi kemanusiaan.

Relawan Ukhuwah Al-Fatah
Baca Juga

UAR Kirim Empat Relawan ke NTT, Pembina Utama: Jangan Tunggu Diminta untuk Menolong

Sebelum Bertugas, Relawan Perlu Mengenali Kondisi Lapangan

Persiapan relawan sebaiknya dimulai jauh sebelum tiba di lokasi bencana. Informasi mengenai karakteristik wilayah, potensi bahaya, kondisi keamanan, akses menuju lokasi, hingga perkembangan situasi terkini menjadi bekal penting sebelum menjalankan penugasan.

Relawan juga perlu mengetahui jalur komunikasi dan kontak darurat yang dapat dihubungi apabila terjadi kondisi tidak terduga selama bertugas.

Selain persiapan teknis, pemahaman terhadap standar kemanusiaan, kode etik, serta prinsip-prinsip kemanusiaan perlu menjadi landasan dalam setiap tindakan.

Persiapan tersebut diperlukan agar relawan tidak sekadar datang dengan keinginan membantu, tetapi juga memahami risiko, batas kewenangan, serta tanggung jawab yang akan dihadapi selama menjalankan tugas.

Vidio Call Pembina UAR dg Ketua UAR Korwil NTT
Baca Juga

Pembina UAR Motivasi Relawan di Tengah Misi Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Saat di Lokasi Bencana, Kondisi Diri Tetap Harus Dijaga

Setibanya di daerah terdampak, relawan perlu melaporkan keberadaannya kepada posko atau pihak yang berwenang dan berkoordinasi dengan koordinator lapangan.

Koordinasi menjadi penting agar operasi kemanusiaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan setiap personel memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Di tengah padatnya aktivitas membantu penyintas, kondisi tubuh juga tidak boleh diabaikan. PREDIKT mengingatkan relawan untuk menjaga kebugaran, memenuhi kebutuhan makanan dan minuman yang cukup, serta memperoleh waktu istirahat secara memadai.

Hal tersebut kerap menjadi tantangan karena medan bencana umumnya diwarnai aktivitas panjang, keterbatasan fasilitas, kurang tidur, perubahan pola makan, hingga tekanan pekerjaan yang tinggi.

Kelelahan yang terus menumpuk dapat menurunkan konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan. Dalam kondisi tertentu, kelelahan berat juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Karena itu, beristirahat ketika kondisi tubuh membutuhkan bukan berarti mengurangi dedikasi. Menjaga kesehatan justru menjadi bagian dari tanggung jawab relawan terhadap dirinya sendiri, tim, dan masyarakat yang dilayani.

Kesehatan Mental Relawan Juga Perlu Mendapat Perhatian

Tantangan di medan bencana tidak hanya bersifat fisik. Relawan dapat berhadapan langsung dengan korban luka, kehilangan anggota keluarga, kerusakan permukiman, hingga berbagai situasi darurat yang memberikan tekanan psikologis.

Paparan terhadap situasi tersebut secara terus-menerus dapat memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan mental pekerja kemanusiaan.

IKLAN

PREDIKT menganjurkan relawan tetap menyediakan ruang untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, menghargai keberhasilan yang telah dicapai, serta membangun interaksi positif dengan anggota tim.

Kebersamaan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga ketahanan relawan. Sesama anggota tim perlu saling memperhatikan, membantu, dan mengingatkan ketika ada personel yang terlihat mengalami kelelahan atau tekanan berlebihan.

Aktivitas spiritual, termasuk beribadah dan berdoa bagi mereka yang menjalankannya, juga dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga ketenangan selama menghadapi situasi penuh tekanan.

Relawan Perlu Terbuka Mengenai Kondisi Kesehatan

Budaya keterbukaan mengenai kondisi kesehatan juga dinilai penting dalam lingkungan kerelawanan.

Relawan yang mengalami gangguan fisik maupun psikologis dianjurkan untuk menyampaikan kondisinya kepada koordinator atau pihak yang bertanggung jawab terhadap tim.

Meminta bantuan ketika kesehatan terganggu bukan berarti seseorang tidak mampu menjalankan tugas. Langkah tersebut justru menjadi bentuk tanggung jawab karena operasi kemanusiaan pada dasarnya dijalankan secara kolektif.

Kondisi setiap anggota tim perlu menjadi perhatian bersama. Ketika seorang relawan membutuhkan pemeriksaan medis atau dukungan psikologis, penanganan lebih awal dapat mengurangi risiko kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Evaluasi Tetap Diperlukan Setelah Penugasan

Perhatian terhadap keselamatan relawan tidak berhenti ketika misi kemanusiaan berakhir.

Setelah meninggalkan lokasi bencana, relawan tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi fisik dan psikologis yang mungkin muncul.

PREDIKT merekomendasikan adanya evaluasi setelah penugasan. Evaluasi dapat membahas pengalaman di lapangan, kendala yang ditemukan, keberhasilan tim, hingga aspek-aspek yang perlu diperbaiki untuk operasi berikutnya.

Forum evaluasi juga dapat menjadi ruang bagi relawan untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami selama bertugas.

Pasalnya, sejumlah tekanan akibat pengalaman di daerah bencana tidak selalu langsung dirasakan ketika seseorang masih berada di lapangan. Keluhan fisik maupun psikologis terkadang baru muncul setelah relawan kembali ke rutinitas normal.

Apabila kondisi tersebut terjadi, relawan dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis atau tenaga profesional di bidang kesehatan mental sesuai kebutuhan.

Dokumentasi dan laporan kegiatan juga menjadi bagian penting setelah operasi selesai. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban tim, laporan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam penyelenggaraan misi kemanusiaan berikutnya.

Keselamatan Menjadi Bagian dari Keberhasilan Misi

Menjadi relawan membutuhkan keberanian dan kemauan untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. Namun, keberanian tersebut tetap perlu disertai kesiapsiagaan dan kemampuan membaca risiko.

Kesiapsiagaan bukan hanya menyangkut kemampuan memberikan bantuan kepada penyintas, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan mental, koordinasi dengan pihak terkait, kekompakan tim, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.

Relawan yang tangguh bukan mereka yang terus memaksakan diri bekerja tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh, melainkan mereka yang mampu mengenali batas kemampuan dan mengambil keputusan secara aman serta terukur.

Pesan utama yang ditekankan dalam materi PREDIKT adalah bahwa seorang relawan tidak hanya perlu siap menolong, tetapi juga siap menjaga diri.

Menolong merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan. Sementara menjaga keselamatan diri dan tim merupakan bagian dari tanggung jawab agar misi kemanusiaan dapat berjalan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keselamatan-relawan-di-medan-bencana-jadi-sorotan-kesiapan-fisik-dan-mental-tak-boleh-diabaikan/97496/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.00 WITA

  • #Bekam
  • #Flores
  • #Gempa Bumi
  • #Posko UAR
  • #Relawan
  • #UAR

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD
  2. 2

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.