Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Perjuangan : Antara Refleksi Dan Sadar Diri

Perjuangan : Antara Refleksi Dan Sadar Diri

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Januari 2025, 11.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Perjuangan : Antara Refleksi Dan Sadar Diri

• Judul: Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa • Penulis: Alvi Syahrin • Penerbit: Gagas Media • Tahun Terbit: Cetakan Ketiga, 2020 • Tebal: 229 halaman • Genre: Pengembangan diri

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa adalah buku yang diterbitkan oleh Gagas Media karya Alvi Syahrin dan telah mencapai cetakan ketiganya pada tahun 2020. Dengan tebal 229 halaman, buku yang bergenre pengembangan diri ini menyajikan refleksi mendalam tentang makna kehidupan dan kesuksesan. Dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh pembacanya, buku ini sangat relevan bagi generasi muda yang sering merasa insecure atau takut gagal. Alvi Syahrin berhasil merangkum berbagai isu yang sering dihadapi anak muda, seperti tekanan sosial, perasaan tidak cukup baik, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup.

IKLAN

Dalam buku ini, penulis menekankan bahwa hidup bukan hanya soal pencapaian, prestasi, atau kekayaan, tetapi lebih kepada bagaimana kita menemukan makna dalam setiap proses yang kita jalani. Pesan utama buku ini adalah untuk tidak terpaku pada standar kesuksesan yang ditentukan oleh masyarakat. Dengan contoh inspiratif dari tokoh-tokoh besar seperti Bill Gates dan Steve Jobs, penulis menggambarkan bagaimana setiap orang memulai perjalanan mereka dari titik nol. Proses yang panjang dan penuh perjuangan tersebut menunjukkan bahwa kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Melalui refleksi tersebut, pembaca diajak untuk memahami bahwa setiap orang memiliki jalan kehidupannya masing-masing, dan membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menghilangkan makna dari perjalanan pribadi kita.

Resensi Buku Teori Belajar
Baca Juga

Ketika Guru Mengajar, Apakah Siswa Benar-Benar Belajar?

Salah satu kelebihan utama buku ini adalah gaya bahasa penulis yang sederhana namun penuh makna. Gaya ini membuat buku ini terasa akrab dan dekat dengan pembaca, terutama mereka yang mungkin sedang mengalami krisis percaya diri. Selain itu, buku ini juga penuh dengan pesan moral yang membangun. Dalam setiap bab, penulis memberikan nasihat tentang pentingnya menerima diri sendiri, berani menghadapi kegagalan, dan tetap berusaha meskipun sering kali hasilnya tidak sesuai harapan. Buku ini mengingatkan kepada pembaca bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan peluang untuk belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Alvi juga membahas bagaimana tekanan dari media sosial sering kali membuat kita merasa kecil dan tidak cukup baik. Namun, melalui refleksi yang inspiratif, pembaca diajak untuk melihat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada pengakuan dari orang lain, melainkan pada bagaimana kita menjalani hidup dengan penuh syukur dan keberanian.

Selain itu, buku ini bersifat reflektif. Penulis mampu mengajak pembaca untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai fokus pada perkembangan diri sendiri. Dalam proses membaca, pembaca sering kali diajak untuk merenungkan perjalanan hidup mereka, menghargai perjuangan yang telah dilalui, dan menerima bahwa setiap orang memiliki waktu dan jalannya sendiri. Tidak ada jalan pintas menuju kebahagiaan atau kesuksesan, dan buku ini mengingatkan bahwa perjalanan kita adalah bagian yang paling berharga.

IKLAN

Namun, seperti halnya karya lainnya, buku ini juga memiliki kekurangan. Beberapa pembaca mungkin merasa bahwa beberapa bagian dalam buku ini terlalu repetitif. Hal ini terlihat dalam penggunaan analogi atau cerita yang kadang-kadang diulang dengan gaya yang berbeda. Selain itu, meskipun buku ini sarat dengan motivasi, beberapa cerita yang disampaikan mungkin terasa kurang realistis bagi sebagian pembaca. Contohnya, kisah-kisah tentang tokoh besar seperti Bill Gates atau Steve Jobs bisa terasa jauh dari pengalaman pembaca sehari-hari. Meski demikian, kekurangan ini tidak terlalu mengurangi esensi dari buku secara keseluruhan. Buku ini tetap relevan dan mampu memberikan dorongan semangat bagi pembacanya.

Secara keseluruhan, Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa adalah buku pengembangan diri yang sangat cocok dibaca oleh generasi muda. Buku ini memberikan pengingat bahwa hidup bukan tentang seberapa cepat kita mencapai kesuksesan, melainkan tentang bagaimana kita menjalani proses tersebut dengan penuh kesadaran dan keberanian. Alvi Syahrin mengingatkan bahwa kita tidak perlu terburu-buru untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh masyarakat. Setiap orang memiliki jalur dan waktu masing-masing, dan itu adalah hal yang wajar.

Dua Karya Suhendar
Baca Juga

Dua Karya Suhendar “Pilopiu” Tembus Rubrik Resensi Kompas, Berawal dari Konten Kreator

Dengan narasi yang ringan namun sarat makna, buku ini mampu menjangkau pembaca dari berbagai latar belakang. Bagi siapa saja yang merasa bimbang dengan masa depan atau kurang percaya diri, buku ini adalah bacaan yang akan memberikan penghiburan sekaligus motivasi untuk terus melangkah. Dan pada akhirnya kita mesti menyadari bahwa tulisan Alvi Syahrin yang berjudul “jika kita tak pernah jadi apa-apa” memberikan refleksi yang sangat mendalam dan cocok sekali untuk bagi para pembaca yang sedang terombang ambing dalam hidupnya.

AHMAD MUNAWWIR AL IHSANI, MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/perjuangan-antara-refleksi-dan-sadar-diri/77235/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 15.49 WITA

  • #Resensi Buku

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Biaya yang Tak Masuk Inflasi

  4. 4

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  5. 5

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.