Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Liputan BBC Sebagai Media Yang Membingkai Isu-Isu di Papua

Liputan BBC Sebagai Media Yang Membingkai Isu-Isu di Papua

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Januari 2025, 19.59 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Liputan BBC Sebagai Media Yang Membingkai Isu-Isu di Papua

Kota Yogyakarta JurnalPost.com – BBC adalah salah satu media yang sering kali menyajikan laporan mendalam mengenai isu-isu yang ada di Papua. Sebagai media global, BBC tidak hanya melaporkan peristiwa saja tetapi juga membingkai isu dengan perspektif yang menonjolkan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) dan keadilan sosial. Dalam pemberitaannya, BBC berusaha mengungkap kompleksitas konflik di Papua melalui narasi yang melibatkan aktor-aktor lokal, nasional, dan internasional.

Dalam artikel-artikelnya, BBC kerap sekali menyoroti isu pelanggaran HAM dan ketegangan antara pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua. Pemberitaan BBC seperti “Pegiat HAM desak pemerintah akhiri krisis politik dan kemanusiaan di Papua, supaya orang Papua 'terbebas dari rasa takut” dan berita mengeni “Papua-Papua Barat : Pemerintah klaim buka pintu dialog, termasuk dengan 'kelompok pro-referendum?” yang menunjukkan bagaimana framing BBC menempatkan masyarakat Papua sebagai kelompok yang cukup rentan dan sering kali menjadi korban kebijakan represif. BBC juga menggunakan beberapa cara seperti data, wawancara eksklusif, dan laporan saksi mata untuk memperkuat narasinya.

IKLAN

Dalam salah satu laporan, BBC mengangkat isu tentang adanya pengungsi akibat konflik bersenjata di Papua. Artikel tersebut menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat Papua yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat dari operasi militer. Dengan menampilkan kisah pribadi dari para pengungsi, BBC membingkai bahwasannya konflik di Papua sebagai isu krisis kemanusiaan yang membutuhkan perhatian khusus dari internasional. Narasi ini juga diperkuat dengan adanya kutipan dari lembaga-lembaga HAM dan pengamat independen yang menyoroti dari minimnya perlindungan yang dirasakan terhadap warga sipil.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

BBC juga membahas akar konflik yang terjadi di Papua, diantaranya termasuk marginalisasi ekonomi, diskriminasi rasial, dan perasaan ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat Papua. Dalam narasi “Pembangunan infrastruktur Papua, untuk siapa?”, BBC menyoroti bagaimana eksploitasi sumber daya alam di Papua sering kali tidak memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat lokal. Liputan ini juga menempatkan konflik Papua dalam konteks yang lebih luas, yaitu sebagai masalah struktural yang membutuhkan solusi pada jangka panjang.

BBC juga secara konsisten mengkritisi pendekatan militeristik yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam menangani konflik di Papua. Dalam laporan tentang operasi militer di wilayah pegunungan Papua, BBC menyoroti ada dampak yang dirasakan terhadap masyarakat sipil, termasuk meningkatnya jumlah pengungsi dan trauma yang dialami oleh anak-anak. Framing ini menekankan bahwa pendekatan represif hanya memperburuk situasi dan tidak menjawab dari akar permasalahan.

IKLAN

Sebagai media internasional, BBC juga menghadirkan perspektif dari para aktivis dan akademisi luar negeri yang menyoroti pentingnya pendekatan dialogis dalam menyelesaikan konflik di Papua. Dengan mengutip dari pandangan mereka, BBC melihat dan mendorong narasi bahwa perdamaian di Papua hanya bisa dicapai melalui dialog inklusif yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat adat dan kelompok pro-kemerdekaan.

Pengendara menggunakan ponsel saat berhenti di lampu merah, ilustrasi pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Salah satu kekuatan utama pemberitaan dari BBC ini tentang Papua adalah kemampuannya memberikan suara kepada masyarakat yang sering kali diabaikan oleh media yang sebagai arus utama. Dalam laporan tentang nasib pengungsi Papua, misalnya, BBC mewawancarai para perempuan dan anak-anak yang terkena dampak langsung dari konflik. Pendekatan ini tidak hanya sebagai pendekatan humanistik tetapi juga memperlihatkan bagaimana konflik di Papua memengaruhi kelompok yang paling rentan sekalipun.

BBC juga sering kali menyoroti perjuangan media lokal di Papua yang menghadapi tekanan besar dari berbagai pihak. Dalam salah satu laporannya, BBC mengangkat kasus serangan terhadap kantor media yang ada di Papua, menyoroti bagaimana pentingnya kebebasan pers dalam membangun transparansi dan akuntabilitas di wilayah tersebut. Framing yang dilakukan oleh BBC menempatkan Papua sebagai isu multidimensional yang melibatkan aspek Hak Asasi Manusia (HAM), politik, ekonomi, dan juga budaya. Dengan menghadirkan narasi yang kompleks dan seimbang, BBC berhasil menyampaikan bahwa konflik Papua bukan hanya masalah domestik Indonesia tetapi juga isu global yang memerlukan perhatian komunitas dari internasional.

BBC juga menunjukkan bahwa solusi bagi Papua tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan keamanan atau pembangunan ekonomi semata saja. Sebaliknya, pemberitaan yang menekankan perlunya reformasi kebijakan yang menghormati hak-hak masyarakat adat, menghentikan pelanggaran HAM, dan membangun kepercayaan melalui dialog yang transparan.

Sebagai media internasional, BBC ikut serta dalam memainkan peran penting untuk membentuk opini global tentang Papua. Liputannya mendorong perhatian internasional terhadap konflik yang sering kali tersembunyi dari pandangan publik dunia. Dengan menyoroti perjuangan masyarakat Papua untuk mendapatkan keadilan, BBC membantu menciptakan tekanan bagi pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakannya di Papua. Melalui framing yang mendalam dan berbasis data, BBC membangun narasi yang tidak hanya informatif tetapi juga advokatif, mendorong terciptanya perubahan yang lebih berkeadilan bagi masyarakat Papua.

Pesantren Bakery Workshop in Action
Baca Juga

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Penulis: Imelda Christin Surbakti, Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/liputan-bbc-sebagai-media-yang-membingkai-isu-isu-di-papua/77146/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.57 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian
  2. 2

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.