Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  2. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Dua Karya Suhendar “Pilopiu” Tembus Rubrik Resensi Kompas, Berawal dari Konten Kreator

Dua Karya Suhendar “Pilopiu” Tembus Rubrik Resensi Kompas, Berawal dari Konten Kreator

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
27 Agustus 2026, 18.20 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Dua Karya Suhendar

SUKABUMI, JurnalPost.com — Perjalanan Suhendar yang dikenal dengan nama pena Pilopiu dari dunia konten digital menuju panggung literasi nasional terus menunjukkan perkembangan. Penulis sekaligus konten kreator di TikTok @suaratentangdia dan Instagram @suaratentangdiaa itu mencatat pencapaian setelah dua buku karyanya mendapat ruang dalam rubrik Resensi Harian Kompas.

Karya pertamanya berjudul Untukmu, Manusia Favoritku yang diterbitkan Mediakita dimuat dalam rubrik resensi Kompas edisi Kamis, 30 Januari 2025, pada halaman 7 bagian Opini/Resensi.

IKLAN

Pencapaian serupa kemudian diraih melalui buku Cerita Indah Tentang Cinta Terbaik terbitan Penerbit Akad. Buku tersebut turut diulas dalam edisi Senin, 22 Desember 2025, pada halaman 7 bagian Opini/Resensi.

Mahasiswa KKN UNY
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNY Ajak Siswa SD Negeri Srowolan Belajar Menulis Puisi dari Gambar

Kehadiran dua buku tersebut di media nasional menjadi salah satu capaian penting bagi Pilopiu, terlebih perjalanan menulisnya bermula dari kebiasaan membagikan tulisan dan konten melalui media sosial.

Melalui akun Suara Tentang Dia, Pilopiu banyak mengangkat gagasan seputar perasaan, hubungan, cinta, hingga cara seseorang memahami pengalaman emosional. Tulisan-tulisan tersebut kemudian berkembang menjadi karya yang diterbitkan dalam bentuk buku.

Saat mengetahui bukunya mendapat perhatian dari media nasional, Pilopiu mengaku merasa bahagia sekaligus tidak menyangka.

“Tentu sangat senang, dari yang awalnya berpikir buku ini bakalan ada peminatnya atau enggak, sampai diliput media nasional,” ungkap Pilopiu.

Politician’s Social Media Spotlight
Baca Juga

Politisi sebagai Konten Kreator: Strategi Pencitraan Politik di Media Sosial dan Dampaknya bagi Pemilih

Berangkat dari Pemikiran tentang Perempuan dan Cinta

Bagi Pilopiu, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa gagasan yang awalnya lahir dari keresahan dan pemikiran pribadi ternyata dapat menemukan pembacanya sendiri.

Ia memandang tulisan tidak sekadar sebagai tempat mencurahkan perasaan. Menulis juga menjadi sarana menyampaikan pesan yang mungkin memiliki keterkaitan dengan pengalaman emosional banyak orang.

Pilopiu menjelaskan, inspirasi utama di balik kedua bukunya berasal dari pemikiran mengenai bagaimana seorang perempuan ingin diperlakukan, dihargai, dan mendapatkan tempat dalam sebuah hubungan.

“Buku aku itu terinspirasi dari ‘perempuan bukan hanya ingin dicintai, tapi juga diakui, diperjuangkan, dan dirayakan’. Nah, lahirlah buku pertama, yaitu isinya adalah penyampaian pesan terhadap seseorang yang disebut manusia favorit, dan Cerita Indah Tentang Cinta Terbaik adalah sisi lain, menceritakan bagaimana perempuan ingin dicintai,” jelasnya.

Penjara
Baca Juga

Public Speaking dan Literasi Keuangan: Pelajaran dari Vonis 10 Tahun Indra Kenz

Tema mengenai cinta, hubungan, dan perasaan kemudian berkembang menjadi salah satu karakter kuat dalam tulisan Pilopiu.

Suhendar alias Pilopiu
IKLAN

Kedekatan tema tersebut dengan pengalaman sehari-hari membuat karya-karyanya mampu menjangkau audiens media sosial sekaligus pembaca buku yang memiliki pengalaman emosional serupa.

Sempat Ragu dengan Tulisan Sendiri

Di balik pencapaiannya, proses kreatif Pilopiu tidak selalu berjalan dengan penuh keyakinan. Pada masa awal menulis, ia mengaku sempat diliputi keraguan terhadap kualitas maupun penerimaan pembaca terhadap tulisannya.

Salah satu hal yang menjadi pertanyaannya saat itu adalah apakah tulisan yang dibuat mampu mewakili perasaan orang lain.

“Awalnya cukup ragu dengan tulisannya, apakah sesuai dengan isi hati orang lain, bisa diterima atau enggak,” kenangnya.

Keraguan tersebut perlahan terjawab setelah tulisan-tulisannya mendapatkan respons dari pembaca. Karya yang sebelumnya berkembang melalui media sosial mulai menjangkau khalayak lebih luas setelah diterbitkan dalam bentuk buku.

Masuknya kedua buku ke rubrik Resensi Harian Kompas juga menjadi pengalaman tersendiri yang semakin memperkuat keyakinannya untuk terus berkarya di dunia literasi.

Ingin Terus Melahirkan Buku Baru

Pilopiu berharap karya-karyanya tidak berhenti sekadar dibaca, tetapi juga mampu meninggalkan kesan dan diterima dengan baik oleh para pembaca.

“Semoga mereka suka dengan tulisan-tulisan aku dan bisa diterima dengan baik,” ujarnya.

Sorotan yang diterima dari media nasional juga menjadi energi baru bagi Suhendar untuk melanjutkan perjalanan kreatifnya.

Dari aktivitas sederhana berbagi tulisan melalui media sosial, kini karyanya telah hadir dalam bentuk buku dan memperoleh perhatian di tingkat nasional.

Pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi Pilopiu untuk terus mengembangkan ide dan menghadirkan karya-karya literasi berikutnya.

“Harapan ke depannya semoga bisa membuat buku lainnya,” pungkas Pilopiu.

Keterangan Foto: Potret Suhendar “Pilopiu” bersama karyanya. (Sumber: Dokumentasi Pilopiu)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dua-karya-suhendar-pilopiu-tembus-rubrik-resensi-kompas-berawal-dari-konten-kreator/97477/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.03 WITA

  • #Buku
  • #Harian Kompas
  • #Konten Kreator
  • #Literasi
  • #Penulis
  • #Pilopiu
  • #Resensi Buku
  • #Suara Tentang Dia
  • #Suhendar
  • #Sukabumi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  4. 4

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  5. 5

    Seleksi Talenta Bukan Hanya di Dunia Kerja, Belajar dari Pengalaman Kerja Kelompok

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.