Penulis: Annisa Garnis Ning Pratiwi, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
JurnalPost.com - Di hari minggu yang cerah, Penulis memutuskan untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia. Museum Bank Indonesia merupakan tempat yang memberikan kesan terbaik dikarenakan banyaknya keindahan dan kekayaan akan sejarah. Penulis sangat bahagia dan merasa tidak sabar untuk menjelajahi museum tersebut.
Penulis memutuskan untuk pergi menggunakan transportasi umum yaitu kereta dari stasiun Bogor menuju stasiun Jakarta Kota. Penulis memulai perjalanannya pada pukul 09.30 WIB. Penulis menikmati perjalanan menuju stasiun tujuan sekitar 1 sampai 2 jam. Semasa di perjalanan, penulis melihat berbagai macam pemandangan yang menarik, dari gedung-gedung pencakar langit, perumahan warga di pinggir rel, dan jalanan yang ramai.
Penulis merasa sangat tersentuh melihat hiruk pikuk kehidupan kota. Penulis melihat kesederhanaan yang diciptakan dari kehidupan di Kota Metropolitan. Penulis juga merasa tergerak untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Dalam kesederhanaan pemandangan yang terlihat, penulis merasa terhubung dengan keajaiban kehidupan dan menghargai setiap momen yang diberikan.
Di dalam kereta, penulis melihat berbagai aktivitas yang dilakukan oleh penumpang di dalam kereta. Hal yang dilakukan diantaranya, seperti bermain gadget, bercengkrama dengan keluarganya, dan tidak jarang juga ada beberapa penumpang yang tertidur di dalam kereta.
Meskipun kereta penuh sesak dengan penumpang yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, penulis merasa ada kedamaian yang muncul di tengah hiruk-pikuk. Ketika penulis melihat pemandangan yang tenang melalui jendela, saya merasakan ketenangan yang mengalir melalui diri penulis. Suasana yang damai dan tenang ini memberi penulis kesempatan untuk merenung dan membiarkan pikiran saya melayang bebas.
Selama perjalanan, kereta melakukan beberapa pemberhentian di stasiun-stasiun kecil di antara Bogor dan Jakarta. Di setiap pemberhentian, saya melihat aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat lokal yang tinggal di sekitar stasiun. Ada penjual makanan dan minuman di pinggir jalan, anak-anak yang bermain di halaman rumah, dan orang-orang yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Setelah 2 jam di kereta, penulis akhirnya tiba di stasiun tujuan yaitu Jakarta Kota. Penulis disambut dengan bangunan-bangunan tua yaitu museum. Penulis juga melihat beberapa pengunjung yang sedang berlalu lalang untuk mengunjungi wisata Kota Tua. Tidak hanya itu saja, penulis juga melihat beberapa pengunjung yang sedang berlalu lalang untuk bermain sepeda di sekitaran museum.
Penulis membutuhkan waktu untuk berjalan ke museum tujuan selama 3 hingga 5 menit. Setibanya di museum, penulis memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, dikarenakan museum tutup untuk istirahat makan siang. Sembari menunggu, penulis bertanya mengenai info lebih lanjut mengenai museum tersebut.
Waktu yang dinantikan telah tiba, penulis mulai memasuki tujuan utamanya yaitu Museum Bank Indonesia. Tidak hanya penulis, beberapa pengunjung juga memasuki museum. Dengan hanya merogoh kocek Rp 5.000, sudah bisa menelusuri sisi-sisi sejarah mengenai mata uang di Indonesia.
Pada saat tiba di dalam Museum Bank Indonesia, penulis terpesona oleh kemegahan bangunan dan arsitektur kolonialnya. Segera setelah memasuki museum, penulis disambut oleh aroma khas sejarah yang terpancar dari dalam. Melangkah ke dalam, saya merasa seolah-olah penulis telah melakukan perjalanan melintasi waktu, masuk ke dalam dunia sejarah dan perbankan Indonesia.
Penulis memasuki museum dengan rasa antusias yang besar, siap untuk memulai petualangan sejarah. Begitu masuk, penulis disambut oleh staff yang ramah dan diarahkan ke peta museum yang memberi tahu penulis mengenai denah museum dan pameran apa yang bisa ditemui di dalamnya.
Penulis memakan waktu yang cukup lama untuk berkeliling di dalam museum. Berbagai keindahan dan sejarah yang ditampilkan sungguh membuat mata penulis menjadi terdecak kagum. Tidak jarang penulis melihat beberapa pengunjung yang mengabadikan momen di dalam museum bersama dengan keluarga, teman, atau bahkan bersama pasangan.
Setelah perjalanan panjang menelusuri museum, penulis juga mencoba untuk masuk ke lokasi foto studio gratis yang terletak di lantai paling bawah museum. Banyak spot foto yang menarik untuk dikunjungi. Penulis banyak mengabadikan momen pada studio foto tersebut.
Penulis akhirnya memutuskan untuk keluar dari museum. Penulis mencoba untuk menanyakan kepada pengunjung bagaimana perasaannya setelah mengunjungi Museum Bank Indonesia. Beberapa pengunjung setuju bahwa museum ini cocok sekali untuk menjadi media pembelajaran bagi anak-anak. Pengunjung berpendapat pendidikan sejarah yang mendalam tentang perkembangan sistem perbankan dan mata uang di Indonesia. Melalui berbagai pameran, pengunjung dapat mempelajari sejarah panjang perbankan Indonesia sejak masa kolonial hingga era modern, serta peran penting yang dimainkan oleh Bank Indonesia dalam pembangunan ekonomi nasional.
Selain itu, Museum Bank Indonesia juga menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk menghargai keanekaragaman budaya Indonesia melalui koleksi uang kertas dan koin dari berbagai zaman dan pemerintahan. Dengan melihat berbagai macam uang kuno, pengunjung dapat memahami bagaimana budaya, seni, dan sejarah saling terkait dalam pembuatan dan desain mata uang.
Pengunjung juga merasakan kenyamanan pada saat mengunjungi museum. Staff yang ada di dalam museum juga sangat ramah kepada pengunjung dan memberikan informasi yang sangat detail mengenai isi museum.
Meskipun perjalanan yang dirasakan oleh pengunjung tidak memiliki akses yang sulit, namun pengalaman yang dirasakan tidak selalu berjalan dengan mulus. Terlambatnya kedatangan kereta dan kereta yang penuh dengan banyaknya manusia yang berlalu lalang menjadi tantangan yang harus dihadapi para penumpang. Meski begitu, ini bukanlah akhir dari kegembiraan perjalanan menuju Museum Bank Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda