Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Perjalanan Menuju Museum Bank Indonesia: Menjelajahi Lebih Jauh Tentang Sejarah Mata Uang dan Perbankan Indonesia

Perjalanan Menuju Museum Bank Indonesia: Menjelajahi Lebih Jauh Tentang Sejarah Mata Uang dan Perbankan Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Maret 2024, 02.17 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Perjalanan Menuju Museum Bank Indonesia: Menjelajahi Lebih Jauh Tentang Sejarah Mata Uang dan Perbankan Indonesia

Penulis: Annisa Garnis Ning Pratiwi, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com - Di hari minggu yang cerah, Penulis memutuskan untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia. Museum Bank Indonesia merupakan tempat yang memberikan kesan terbaik dikarenakan banyaknya keindahan dan kekayaan akan sejarah. Penulis sangat bahagia dan merasa tidak sabar untuk menjelajahi museum tersebut.

IKLAN

Penulis memutuskan untuk pergi menggunakan transportasi umum yaitu kereta dari stasiun Bogor menuju stasiun Jakarta Kota. Penulis memulai perjalanannya pada pukul 09.30 WIB. Penulis menikmati perjalanan menuju stasiun tujuan sekitar 1 sampai 2 jam. Semasa di perjalanan, penulis melihat berbagai macam pemandangan yang menarik, dari gedung-gedung pencakar langit, perumahan warga di pinggir rel, dan jalanan yang ramai.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Penulis merasa sangat tersentuh melihat hiruk pikuk kehidupan kota. Penulis melihat kesederhanaan yang diciptakan dari kehidupan di Kota Metropolitan. Penulis juga merasa tergerak untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Dalam kesederhanaan pemandangan yang terlihat, penulis merasa terhubung dengan keajaiban kehidupan dan menghargai setiap momen yang diberikan.

Di dalam kereta, penulis melihat berbagai aktivitas yang dilakukan oleh penumpang di dalam kereta. Hal yang dilakukan diantaranya, seperti bermain gadget, bercengkrama dengan keluarganya, dan tidak jarang juga ada beberapa penumpang yang tertidur di dalam kereta.

Meskipun kereta penuh sesak dengan penumpang yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, penulis merasa ada kedamaian yang muncul di tengah hiruk-pikuk. Ketika penulis melihat pemandangan yang tenang melalui jendela, saya merasakan ketenangan yang mengalir melalui diri penulis. Suasana yang damai dan tenang ini memberi penulis kesempatan untuk merenung dan membiarkan pikiran saya melayang bebas.

Selama perjalanan, kereta melakukan beberapa pemberhentian di stasiun-stasiun kecil di antara Bogor dan Jakarta. Di setiap pemberhentian, saya melihat aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat lokal yang tinggal di sekitar stasiun. Ada penjual makanan dan minuman di pinggir jalan, anak-anak yang bermain di halaman rumah, dan orang-orang yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Setelah 2 jam di kereta, penulis akhirnya tiba di stasiun tujuan yaitu Jakarta Kota. Penulis disambut dengan bangunan-bangunan tua yaitu museum. Penulis juga melihat beberapa pengunjung yang sedang berlalu lalang untuk mengunjungi wisata Kota Tua. Tidak hanya itu saja, penulis juga melihat beberapa pengunjung yang sedang berlalu lalang untuk bermain sepeda di sekitaran museum.

Penulis membutuhkan waktu untuk berjalan ke museum tujuan selama 3 hingga 5 menit. Setibanya di museum, penulis memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, dikarenakan museum tutup untuk istirahat makan siang. Sembari menunggu, penulis bertanya mengenai info lebih lanjut mengenai museum tersebut.

IKLAN

Waktu yang dinantikan telah tiba, penulis mulai memasuki tujuan utamanya yaitu Museum Bank Indonesia. Tidak hanya penulis, beberapa pengunjung juga memasuki museum. Dengan hanya merogoh kocek Rp 5.000, sudah bisa menelusuri sisi-sisi sejarah mengenai mata uang di Indonesia.

Pada saat tiba di dalam Museum Bank Indonesia, penulis terpesona oleh kemegahan bangunan dan arsitektur kolonialnya. Segera setelah memasuki museum, penulis disambut oleh aroma khas sejarah yang terpancar dari dalam. Melangkah ke dalam, saya merasa seolah-olah penulis telah melakukan perjalanan melintasi waktu, masuk ke dalam dunia sejarah dan perbankan Indonesia.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Penulis memasuki museum dengan rasa antusias yang besar, siap untuk memulai petualangan sejarah. Begitu masuk, penulis disambut oleh staff yang ramah dan diarahkan ke peta museum yang memberi tahu penulis mengenai denah museum dan pameran apa yang bisa ditemui di dalamnya.

Penulis memakan waktu yang cukup lama untuk berkeliling di dalam museum. Berbagai keindahan dan sejarah yang ditampilkan sungguh membuat mata penulis menjadi terdecak kagum. Tidak jarang penulis melihat beberapa pengunjung yang mengabadikan momen di dalam museum bersama dengan keluarga, teman, atau bahkan bersama pasangan.

Setelah perjalanan panjang menelusuri museum, penulis juga mencoba untuk masuk ke lokasi foto studio gratis yang terletak di lantai paling bawah museum. Banyak spot foto yang menarik untuk dikunjungi. Penulis banyak mengabadikan momen pada studio foto tersebut.

Penulis akhirnya memutuskan untuk keluar dari museum. Penulis mencoba untuk menanyakan kepada pengunjung bagaimana perasaannya setelah mengunjungi Museum Bank Indonesia. Beberapa pengunjung setuju bahwa museum ini cocok sekali untuk menjadi media pembelajaran bagi anak-anak. Pengunjung berpendapat pendidikan sejarah yang mendalam tentang perkembangan sistem perbankan dan mata uang di Indonesia. Melalui berbagai pameran, pengunjung dapat mempelajari sejarah panjang perbankan Indonesia sejak masa kolonial hingga era modern, serta peran penting yang dimainkan oleh Bank Indonesia dalam pembangunan ekonomi nasional.

Selain itu, Museum Bank Indonesia juga menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk menghargai keanekaragaman budaya Indonesia melalui koleksi uang kertas dan koin dari berbagai zaman dan pemerintahan. Dengan melihat berbagai macam uang kuno, pengunjung dapat memahami bagaimana budaya, seni, dan sejarah saling terkait dalam pembuatan dan desain mata uang.

Pengunjung juga merasakan kenyamanan pada saat mengunjungi museum. Staff yang ada di dalam museum juga sangat ramah kepada pengunjung dan memberikan informasi yang sangat detail mengenai isi museum.

Meskipun perjalanan yang dirasakan oleh pengunjung tidak memiliki akses yang sulit, namun pengalaman yang dirasakan tidak selalu berjalan dengan mulus. Terlambatnya kedatangan kereta dan kereta yang penuh dengan banyaknya manusia yang berlalu lalang menjadi tantangan yang harus dihadapi para penumpang. Meski begitu, ini bukanlah akhir dari kegembiraan perjalanan menuju Museum Bank Indonesia.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/perjalanan-menuju-museum-bank-indonesia-menjelajahi-lebih-jauh-tentang-sejarah-mata-uang-dan-perbankan-indonesia/65835/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.30 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Pilihan Editor

  1. 1 Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?
  2. 2

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  5. 5

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.