Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Peran Perempuan dalam Dunia Politik dan Parlementer di Indonesia

Peran Perempuan dalam Dunia Politik dan Parlementer di Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
28 Maret 2024, 20.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Peran Perempuan dalam Dunia Politik dan Parlementer di Indonesia

Oleh : Aryo A. Septrian

JurnalPost.com - Kesetaraan gender selalu menjadi topik yang penting untuk dibahas, salah satu masalah yang kerap kita hadapi dalam proses penyetaraan gender adalah kesenjangan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu faktor utama terjadinya kesenjangan ini adalah pelanggengan praktek kebudayaan patriarki yang terus terjadi di tengah masyarakat kita. Selain itu kurangnya keterwakilan perempuan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat menambah daftar panjang faktor pendukung ketidaksetaraan gender di Indonesia.

IKLAN

Seperti di dunia politik angka keterwakilan perempuan masih sangat rendah bahkan Indonesia masuk kedalam salah satu negara di Asia Tenggara dengan angka keterwakilan perempuan terendah di parlemen. Rendahnya angka keterwakilan perempuan di politik membawa dampak pada isu kebijakan mengenai kesetaraan gender dimana pemerintah dianggap kurang sensitif terhadap kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh perempuan. Keterlibatan perempuan di dunia politik sangat penting sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan gender di Indonesia. Dengan melibatkan lebih banyak perempuan di dunia politik merupakan langkah awal yang baik untuk upaya kesetaraan gender di Indonesia. Dengan hadirnya peran perempuan di dunia politik memungkinkan suara perempuan yang selama ini menjadi kelompok yang termarjinalkan dapat terwakilkan.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dalam prosesnya keterlibatan perempuan di dunia politik tidaklah mudah, perempuan terus dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar perempuan dalam dunia politik adalah streotip dan stigma gender yang masih mengakar pada masyarakat kita. Streotip yang ada tidak lain dan tidak bukan merupakan buah hasil kebudayaan patriarki yang masih sering dinormalisasikan. Kebudayaan patriarki ini juga berakar dari kebudayaan,, agama, serta sejarah yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, dimana perempuan terus diposisikan sebagai kelompok subordinan. Pandangan mengenai dunia politik yang identik dengan urusan laki-laki dan perempuan yang dianggap lebih cocok bekerja di ranah domestik masih menjadi penghambat yang signifikan.

Dilihat dari data yang ada hanya sedikit perempuan yang berkesempatan bekerja di lembaga pemerintahan terutama pada level tertentu. Seperti contohnya pada level kepemimpinan dan tatanan kerja perempuan hanya sebanyak 0,78% ini sangat berbanding terbalik dengan presentasi keterlibatan laki-laki pada level ini. Perempuan dengan stigrma lemah dan tidak layak yang terus melekat pada dirinya membuat perempuan terus di posisikan sebagai kelompok dibawah standar dalam dunia perpolitikan.

IKLAN

Usaha guna meningkatkan keterlibatan perempuan dalam dunia politik terus dilakukan salah satunya dengan cara pelaksanaan Grand Design Peningkatan Perempuan di Lembaga Legislatif. Melalui metode ini pemerintah mencoba untuk memberikan solusi berbasis pendidikan politik dengan melibatkan lebih banyak perempuan untuk berperan aktif didalamnya. Selain itu pemerintah juga melakukan metode sosialisasi mengenai pentingnya keterwakilan perempuan dalam dunia politik, sosialisasi yang dilakukan melalui berbagai cara baik melalui media konvensional tatap muka maupun secara digital.

Usaha yang dilakukan pemerintah tentunya membawa dampak yang cukup signifikan, wajah perempuan didunia politik dan parlemen terus mengalami kemajuan. Kehadiran perempuan sudah dianggap sebagai hal yang normal bahkan beberapa nama tokoh perempuan dalam dunia politik membawa citra yang positif melalui kinerja yang mereka tunjukan kepada publik. Tidak hanya jumlah keterlibatan perempuan di dunia politik yang terus mengalami perkembangan yang signifikan, kualitas kerja dari kepemimpinan perempuan di dunia politik dan parlemen juga harus diakui menunjukan kualitas yang sangat bagus. Dapat dikatakan bahwa dalam kepemimpinannya perempuan kerap kali menghadirkan inovasi dan pendekatan yang berbeda dari gaya kepemimpinan laki-laki. Pendekatan yang dilakukan perempuan dalam kepemimpinan mereka kerap kali berfokus pada konsensus, keadilan, dan inklusivitas. Perempuan dianggap sering melibatkan emosi tidak hanya berpikir secara logis dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Melihat pola-pola yang telah ada dapat kita katakan bahwa perempuan harus bekerja dua kali lipat lebih keras dibandingkan laki-laki untuk membuktikan kelayakan mereka. Dalam sejarah panjang dunia perpolitikan di Indonesia perempuan terus dihadapkan dengan stigma-stigma negatif dari masyarakat. Label yang telah diberikan oleh kebudayaan patriarki kepada perempuan membuat perempuan terus diposisikan sebagai kaum yang berada di bawah standar, standar yang adapun jelas berpatok pada pola pikir patriarki yang telah mengakar. Baru pada era modern ini ketika aktivitas penyuaraan feminisme dan kesetaraan gender gencar dilakukan barulah jalan bagi perempuan di dunia politik terbuka lebar. Tentunya pembuktian yang dilakukan oleh kaum perempuan membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan banyak lembaga guna mendukung adanya perubahan ini.

Melihat usaha yang terus dilakukan oleh berbagai pihak guna menyuarakan kesetaraan gender di semua aspek kehidupan membuat kita sadar bahwa kesetaraan gender sangat penting untuk terus kita perjuangkan. Dengan terciptanya kesetaraan gender tentunya akan membawa banyak dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat, kesetaraan gender merupakan salah satu tolak ukur suatu negara apakah negara itu sudah maju atau belum baik di bidang sosial, ekonomi, maupun politik semakin tinggi angka kesetaraan berarti negara tersebut telah mengalami kemajuan di berbagai sektor kehidupan. Guna untuk terus mendukung kesetaraan gender di Indonesia banyak cara yang dapat kita lakukan salah satu langkah awal yang dapat kita lakukan adalah dengan terbuka dengan informasi baru.

Masyarakat kita kerap kali enggan untuk menerima informasi baru dan memilih untuk tetap berpegang teguh dengan apa yang mereka percaya, padahal salah satu faktor utama pendorong perubahan dan perkembangan adalah dengan keterbukaan terhadap informasi baru. Selain itu dengan aktif menyuarakan gerakan kesetaraan gender melalui platform yang kita miliki juga dapat mempercepat terjadinya perubahan ini. Dengan terus menyuarakan hak-hak kesetaraan gender memungkinkan suara kita dapat didengar oleh pemerintah, yang mana pemerintahlah yang pada akhirnya memiliki peran yang paling signifikan dalam proses kesetaraan gender. Salah satu solusi yang bisa kita suarakan adalah dengan terus mendorong pemerintah untuk menerapkan kuota gender dalam dunia perpolitikan.

Kuota gender adalah suatu gerakan dimana pemerintah memberikan insentif kepada lembaga partai politik untuk menetapkan keseimbangan gender dalam partai politik. Semakin banyak perwakilan perempuan di dunia politik maka semakin besar kemungkinan bagi setiap gender menerima perlakuan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat dan menerima hak serta perlindungan yang setara.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-perempuan-dalam-dunia-politik-dan-parlementer-di-indonesia/66771/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.07 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  3. 3

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. 4

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. 5

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.