Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Peran Pemerintah RI Dalam Global Stocktake (GST)

Peran Pemerintah RI Dalam Global Stocktake (GST)

Foto profil Oemar
Editor: Oemar
23 Januari 2024, 16.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
12 menit baca
Peran Pemerintah RI Dalam Global Stocktake (GST)

JurnalPost.com - Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, termasuk berbagai jenis sumber daya tambang seperti bijih besi, minyak bumi, gas alam, emas, batu bara, nikel, tembaga, dan lain-lain. Selain itu, Indonesia juga memiliki lahan yang luas dan subur yang cocok untuk dijadikan lahan pertanian, seperti kopi, teh, karet, kelapa sawit, cengkeh, rempah-rempah, dan lain-lain.

Penggunaan lahan pertanian di Indonesia sangat beragam. Selain padi, lahan pertanian juga digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman lainnya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penggunaan lahan pertanian untuk tanaman selain padi pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa diversifikasi penggunaan lahan pertanian di Indonesia semakin meningkat.

IKLAN

Selain itu, Indonesia juga memiliki hutan hujan tropis yang luas, termasuk hutan bakau dan hutan rawa. Hutan-hutan ini memiliki peran penting dalam penyerapan karbon, menjaga keseimbangan iklim global.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Namun, penggunaan lahan di Indonesia juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Deforestasi dan konversi hutan menjadi lahan pertanian atau perkebunan dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan iklim global. Oleh karena itu, kebijakan penggunaan lahan di Indonesia mencakup penataan ruang, landreform, pendaftaran tanah, dan penatagunaan tanah.

Dengan demikian, pengelolaan dan penggunaan lahan di Indonesia memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab sangat penting untuk memastikan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.

Sebaran Hutan Hujan Tropis di Indonesia Indonesia mencatatkan total luas hutan sekitar 133.300.543,98 hektare, menurut data yang diungkapkan oleh Direktorat Jendral Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada bulan November 2010. Hutan merupakan salah satu kawasan yang memegang peranan sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Berikut beberapa sebaran Kawasan hutan hujan tropis di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber

• Kawasan Barat Mengenai Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, dan Pulau Sumatera, flora atau tanaman yang terdapat di wilayah barat umumnya diklasifikasikan sebagai flora Asiatis. Ini berarti bahwa tanaman yang tumbuh di sana mendapat pengaruh dari benua Asia. Pembagian wilayah ini didasarkan pada garis khayal yang membatasi bagian barat. Pohon yang mendominasi kawasan ini termasuk dalam famili Dipterocarpaceae, dengan salah satu jenisnya adalah pohon shorea. Secara umum, kawasan barat ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi, terutama di daerah hutan Pulau Kalimantan. Namun, situasinya berbeda di Pulau Jawa, di mana luas hutan tidak sebesar Pulau Sumatera dan Kalimantan.

• Kawasan Tengah Kawasan yang dikenal sebagai zona peralihan menonjol karena merupakan titik pertemuan antara wilayah barat dan timur. Hutan di wilayah tengah ini terkenal dengan karakteristik uniknya, yang mencakup flora dan fauna yang jarang dijumpai di daerah lain.mFlora peralihan di kawasan ini memiliki ciri khas seperti daun yang kecil, ukuran tubuh yang relatif kecil, dan daun yang lebih pendek. Beberapa contoh tanaman di antaranya adalah Longusei, Eboni, Anggrek serat, Cempaka hutan kasar, Cendana, Cengkeh, Ampupu, dan sejumlah spesies lainnya.

Fauna di wilayah tengah ini secara mencolok berbeda dengan wilayah timur dan barat. Sebagai satwa endemik, Komodo termasuk dalam fauna khas kawasan ini. Karakteristik fauna di kawasan hutan hujan tropis Indonesia ini mencakup bulu yang tidak terlalu tebal, bahkan ada yang tidak memiliki bulu sama sekali, seperti Babi Rusa. Tidak hanya itu, jenis burung di kawasan ini juga memiliki perbedaan mencolok dibandingkan dengan daerah lain. Salah satu contohnya adalah burung Maleo yang berasal dari Pulau Sulawesi. Sayangnya, keunikan penampilannya membuat burung ini menjadi target pemburu, mengakibatkan penurunan populasi dan ancaman kepunahannya di habitat alaminya.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

• Kawasan Timur Daerah ini mencakup wilayah dari Kepulauan Maluku hingga Papua. Jenis tanaman yang dapat ditemukan di hutan Papua dan Maluku ini tidak secara signifikan berbeda dengan yang terdapat di kawasan peralihan atau tengah. Sejumlah tumbuhan, termasuk yang berasal dari famili Myrtaceae, Araucariaceae, dan berbagai kelompok lainnya, dapat diidentifikasi di sini. Namun, pengaruh utama terhadap flora dan fauna di bagian timur Indonesia ini dapat ditelusuri kembali ke benua Australia. (MC/PC)

Pengertian Global Stoketake Istilah stocktake adalah kegiatan menghitung stok karbon secara manual. Jika diartikan stocktake adalah aktivitas menghitung stok karbon secara fisik dengan cara mencocokannya karbon dengan catatan stoknya yang bertujuan untuk menghindari kesalahan. Akan tetapi, aktivitas stocktake ini bisa bervariasi untuk setiap perusahaan manufaktur. Pasalnya, ada beberapa perusahaan yang melakukan stocktake sekali atau dua kali per tahun.

Bahkan, ada juga perusahaan yang aktif melakukan stock take, misalnya setiap triwulan atau bulanan. Namun, adapun frekuensi jadwal yang dilakukan perusahaan tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Pengertian Karbon Karbon, yang dilambangkan dengan C dan memiliki nomor atom 6 di tabel periodik, adalah unsur non-logam dengan empat elektron valensi yang dapat membentuk ikatan kovalen. Unsur ini telah dikenal sejak zaman kuno dan merupakan komponen fundamental dari semua kehidupan di bumi. Faktanya, karbon menyusun 20% dari komposisi tubuh manusia.

Namun, dalam tubuh manusia dan organisme lain, karbon tidak ditemukan dalam bentuk unsur murni, melainkan dalam bentuk senyawa, biasanya berikatan dengan unsur lain seperti hidrogen dan oksigen. Meskipun ada banyak senyawa yang terbentuk dari karbon, unsur ini jarang bereaksi dalam kondisi normal (temperatur dan tekanan standar). Karbon resisten terhadap hampir semua oksidator, kecuali yang sangat kuat.

Pengertian SDGs PBB telah menetapkan TPB/SDGs, yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan setiap orang di bumi lebih baik dan berkelanjutan. Untuk mengatasi berbagai tantangan global yang kita hadapi, ada 17 tujuan SDG yang saling terkait dan mendukung satu sama lain.

Di kutip dari laman website SDGs yang mengajak masyarakat menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih baik dan bekerja sama untuk memajukan pembangunan berkelanjutan, menjaga lingkungan, memerangi ketidaksetaraan, dan memastikan kehidupan yang layak bagi semua orang. Kita semua bisa berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif, mulai dari tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari hingga kebijakan global.

IKLAN

Peran Pemerintah Indonesia dalam Global Stocktake Pada Leaders' Event pembukaan COP 21 UNFCCC, Presiden RI menyampaikan dukungan kesuksesan Kesepakatan Paris. Selain itu, disampaikan kerentanan Indonesia di bidang perubahan iklim dan komitmen Indonesia untuk menjadi solusi perubahan iklim. Terkait hal tersebut, disampaikan mengenai upaya dan kebijakan yang telah ditempuh Indonesia dalam melakukan penurunan emisi di bidang energi, lahan dan hutan, dan maritim.

Pada High-level Segment tanggal 7-8 Desember 2015, Indonesia menyampaikan pernyataan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki salah satu hutan tropis terbesar, Indonesia menyadari peran hutan selaku penyerap karbon dan manfaat lainnya yang juga dinikmati oleh negara-negara lain. Indonesia menyerukan perlunya peningkatan kerjasama internasional.

Selain itu disampaikan langkah Indonesia untuk mengatasi kebakaran dan mencegah permasalahan tersebut terjadi lagi, antara lain melalui penegakan hukum, penguatan tata kelola hutan, serta rest orasi ekosistem. Di tingkat regional, Indonesia juga merupakan peserta ASEAN Agreement on Transboundary Haze yang bertujuan untuk mengatasi kebakaran hutan melalui kerjasama internasional.

Keberhasilan COP 21 di Paris tidak lepas dari peran semua pihak, termasuk non-state actors. Dalam hal ini, Paviliun Indonesia menjadi sarana outreach yang penting dan menjadi wahana yang bersifat solution oriented bagi permasalahan global perubahan iklim. Pada tanggal 30 November 2015, Presiden RI bersama Presiden Gabon, Presiden Kolombia, PM Norwegia, utusan khusus PBB untuk perubahan iklim, serta para Menteri dari Jerman, UK, dan Peru telah mengeluarkan pernyataan bersama dalam acara Hutan Sebagai Solusi Kunci Perubahan Iklim.

Para pemimpin negara tersebut menegaskan kembali komitmen untuk mengintensifkan upaya perlindungan hutan; restorasi hutan dan lahan yang terdegradasi; mendukung pembangunan daerah yang rendah karbon, serta mendukung implementasi program REDD+. Presiden RI bersama Presiden AS, Presiden Perancis, PM India dan para pemimpin 16 negara penting lainnya telah meluncurkan Mission Innovation yang merupakan platform kerjasama global yang didukung oleh 19 negara penting, untuk mendorong pengembangan energi bersih (clean energy)

Pak Agung Adiputra adalah seseorang yang memiliki pengalaman bekerja dalam bidang stock karbon. "menjaga agar stock karbon yang terdapat di perhitungan dalam proyek katingan mentayang agar tetap stabil dan tidak boleh berkurang, dikarenakan di Provinsi Kalimantan adalah lahan gambut yang menghasilkan karbon stock Selain itu harus terus dipantau dengan citra satelit takut Kan ada yang terbakar karena jika terbakar akan banyak pohon yang hilang (lepas ke atmosfer)" ucap Pak agung.

"Konsering pada katingan mentaya mempunyai stock karbonnya sendiri dan setiap tahunnya dipantau, berapa total dari sistem karbonnya yang kemudian data tersebut dijual ke perusahaan-perusahaan Eropa. Dulu disaat masih ada REDD+ dijual ke REDD+ namun karena sekarang sudah tidak ada maka dijual ke perusahaan-perusahaan Eropa." Imbuhnya.

Dari penjelasan dan narasi diatas dapat disimpulkan bahwa peran pemerintah Indonesia dalam Global Stocktake ialah Indonesia berkomitmen untuk mengitensifkan upaya untuk pelindungan hutan dan restorasi hutan dengan diatur dalam Peraturan Pemerintah. Bentuk-bentuk aksi mitigasi dalam menurunkan emisi GRK melalui penyerapan dan penyimpanan karbon sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2023 dilakukan melalui 22 (dua puluh dua) aksi mitigasi.

Dari Peraturan Pemerintah diatas memiliki tujuan antara lain : dua tujuan, yaitu: (1) Mengurangi terjadinya emisi gas rumah kaca, khususnya pada kawasan hutan lahan gambut dengan mengatur tata air (water management), mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan, serta mengurangi degradasi dan deforestasi; dan (2) Meningkatkan penyerapan dan penyimpanan karbon, melalui praktik-praktik pengelolaan hutan lestari yang mampu meningkatkan serapan dan simpanan karbon, seperti Penanaman/ Pengkayaan, Multiusaha Kehutanan, Silvikultur Intensif (SILIN) dan Reduce Impact Logging-Carbon (RIL-C).

NDC Dokumen Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) merupakan sebuah pernyataan formal yang memuat komitmen dan langkah-langkah yang akan diambil oleh suatu negara dalam menanggulangi perubahan iklim. NDC ini disampaikan ke komunitas internasional melalui United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Pada tahun 2015, Perjanjian Paris disepakati oleh 196 negara dengan tujuan bersama untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius dan berupaya mencapai target yang lebih ambisius, yaitu 1,5 derajat Celcius. Selain itu, para negara juga sepakat untuk meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, memperkuat ketahanan iklim, dan mengembangkan pola pembangunan rendah emisi, semuanya sambil menjaga ketahanan pangan.

NDC, sebagai inti dari Perjanjian Paris, mencakup komitmen masing-masing negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim. Sesuai dengan Pasal 4 paragraf 2 Perjanjian Paris, setiap negara diwajibkan menyusun, mengkomunikasikan, dan mempertahankan serangkaian NDC yang berisi target dan komitmen iklim yang akan mereka capai. Dokumen ini menjadi medium untuk menetapkan serta menyampaikan tindakan iklim pasca-tahun 2020, dengan harapan dapat membawa dunia menuju pencapaian sasaran Perjanjian Paris, yaitu mencapai puncak emisi gas rumah kaca dengan segera dan mengurangi emisi secara cepat, sehingga tercapai keseimbangan antara emisi yang dihasilkan dan yang diserap pada paruh kedua abad ini.

Komitmen Indonesia dalam upaya pengendalian perubahan iklim global tercermin dalam partisipasinya pada Perjanjian Paris yang kemudian diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016. Para negara pihak (party) yang telah meratifikasi Perjanjian Paris wajib menyampaikan Nationally Determined Contributions (NDC) yang berisi target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga tahun 2030. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Ruandha Agung Sugardiman pada saat Media Briefing secara telekonferensi (19/03/2021), menyampaikan bahwa NDC Indonesia menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 29 persen dengan usaha sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional. Terdapat 5 sektor dalam NDC yang berperan dalam penurunan emisi GRK, yaitu energi, limbah, industrial processes and production use (IPPU), pertanian, dan kehutanan.

Sektor Penghasil Karbon Climate Transparency melaporkan, ketenagalistrikan menjadi sektor penyumbang emisi karbon dioksida (CO2) terbesar di Indonesia. Proporsinya mencapai 43% dari total emisi di Indonesia. Sektor kedua terbesar yakni transportasi dengan proporsi 25%. Disusul sektor industri di posisi ketiga yang menyumbang 23% emisi.

Keempat ada sektor bangunan dengan emisi sebesar 5%. Posisi kelima dan keenam diisi sektor energi pribadi dan pertanian dengan persentase masing-masing 3% dan 1%. Climate Transparency menyebut, emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar menjadi pendorong terbesar emisi gas rumah kaca secara keseluruhan.

Dari diagram batang diatas dapat dilihat bahwa perubahan penggunaan hutan dan lahan sebesar 734,28 juta ton karbon pada tahun 2018. Listrik sebesar 243,36 juta ton pada tahun 2018. Pertanian sebesar 200,24 juta ton tahun 2018. Dari ketiga sector tersebut merupakan lahan yang paling besar menyumbang penyebaran karbon di Indonesia.

Penulis : Sri Sari Rusnengsih, Yusron Rizky Rusdiarto, Angga Novri Ramadhoni, Dini Loviana, Tubagus Muhammad Noufal, Dito Harlief Susanto.

Sumber : 1. “Kekayaan Alam Yang Dimiliki Bangsa Indonesia” oleh Good Doctor 2. “Luas Penutupan Lahan Indonesia Di Dalam Dan Di Luar Kawasan Hutan” oleh Badan Pusat Statistik 3. "Carbon Trading: How It Works and Why It Fails" oleh Tamra Gilbertson dan Oscar Reyes 4. "The Greenhouse Gas Protocol: A Corporate Accounting and Reporting Standard" oleh World Resources Institute (WRI) dan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) 5. "Emissions Trading Principles and Practice" oleh T.H. 6. "Carbon Markets or Climate Finance: Low Carbon and Adaptation Investment Choices for the Developing World" oleh Axel Michaelowa 7. "The Handbook of Carbon Offset Programs: Trading Systems, Funds, Protocols, and Standards" oleh Anja Kollmuss, Michael Lazarus, dan Carrie Lee 8. "Carbon Markets: An International Business Guide" oleh Arnaud Brohe 9. “PERDAGANGAN KARBON DI INDONESIA” oleh Ade Bebi Irama 10. “Perdagangan Karbon: Pengertian, Regulasi, Skema, Cara Kerja, dan Sejarahnya” Oleh Muhamad Iqbal 11. “Stock Take: Pengertian, Manfaat, hingga Tipsnya” Oleh S. Nuraini Safitri 12. “siapa kami” WWF 13. “Hand book : Indonesia Carbon Trading Handbook” oleh Katadata Insight Center 14. https://komitmeniklim .id/nationally-determined-contribution-ndc/ 15. https://www.seputargeografi.com/ 2022/12/Berbagai-Jenis-Potensi-dan-Sebaran-Hutan-di-Indonesia.html 16. https://mounture.com/ cerita-petualang/ini-kawasan-penyebaran-hutan-hujan-tropis-di-indonesia/

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-pemerintah-ri-dalam-global-stocktake-gst/64318/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.16 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan
  2. 2

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  3. 3

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  4. 4

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  5. 5

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.