Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Diskursus Ideologi Negara di Era Pasca-Jacobin

Diskursus Ideologi Negara di Era Pasca-Jacobin

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 Januari 2024, 01.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Diskursus Ideologi Negara di Era Pasca-Jacobin

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin

Pengamat Media, Korupsi, Demokrasi, dan Budaya Lokal. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

IKLAN

JurnalPost.com - Mengatur masyarakat terkait dengan kompleksitas ideologi yang pada hakikatnya bukan sekadar ilmu tanpa keberpihakan, universal, dan mendasar. Sebaliknya, ideologi berfungsi sebagai landasan pandangan dunia dalam konteks modern, dirancang untuk menanggulangi kontradiksi sosial di dalam masyarakat kelas tanpa menggoyahkan struktur dasarnya.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Destutt de Tracy, seorang pemikir terkemuka di era pasca-Jacobin Revolusi Prancis, merumuskan pemahaman ekonominya dengan keyakinan bahwa perbedaan antara 'milikmu' dan 'milikku' tak terhindarkan karena muncul dari perbedaan antara 'kamu' dan 'aku'. Karenanya, Tracy menyatakan bahwa kepemilikan pribadi merupakan 'konsekuensi yang tak terhindarkan dari sifat manusia'. Pernyataan ini diadopsi oleh Marx, yang mengkritik Tracy sebagai 'doktriner borjuis berdarah dingin'.

IKLAN

Upaya untuk mengintegrasikan antagonisme sosial dilakukan melalui pengaruh 'rasional' terhadap persepsi dan pendapat masyarakat. Sistem pendidikan terpusat menjadi wadah utama untuk mewujudkan konsep ini. Fokus khusus pada institusi negara terpusat mencerminkan karakteristik unik dalam sejarah politik Prancis, dan pemikiran Althusser tentang sistem sekolah sebagai 'ideologi aparatus negara yang dominan' memberikan perspektif lebih lanjut (Rehmann, 2013).

Eagleton menyoroti bahwa ideologi tidak hanya berupa konsep abstrak tetapi juga terkait erat dengan praktik-praktik material dari aparatus ideologi negara, sebuah pandangan yang konsisten dengan pendapat Gramsci. Analisis historis dengan kerangka filsafat praksis menegaskan bahwa ideologi sebaiknya dipahami sebagai suatu superstruktur.

Ketika kita melihat konjungsi politik dan ideologis, konsep 'Ideologi' muncul di era pasca-Jacobin Revolusi Prancis sebagai proyek penelitian oleh kelompok sarjana yang disebut 'idéologistes'. Mereka memainkan peran sentral dalam pendirian lembaga-lembaga ilmiah seperti Institut National, École Normale Supérieure, dan Institut de France.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Destutt de Tracy, yang awalnya mendukung revolusi namun kemudian dicurigai bersekongkol dengan kontra revolusi, menemukan pembebasannya dari hukuman mati pada tahun 1794. Ia memulai karyanya tentang ideologi di dalam penjara dengan membaca karya Locke dan Condillac, membawa pandangan rasional dalam menghadapi pemerintahan 'irasional' Jacobin teror (Rehmann, 2013).

Alhasil, ideologi bukanlah fenomena eksklusif pada masa revolusi semata, melainkan sebuah konstruksi pasca-revolusioner. Ini muncul sebagai 'ideologi sekelompok intelektual berkepemilikan yang berkuasa setelah Thermidor, yang berharap menggunakannya untuk mengubah dan menstabilkan Prancis pasca-Revolusi'. Konsep ini dirancang untuk menginstitusionalisasikan pencapaian Pencerahan dan republik, menjelang kekalahan politik Jacobinisme, dan menandai transisi sebagai 'revolusi pasif' dalam kerangka pemikiran Gramsci.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/diskursus-ideologi-negara-di-era-pasca-jacobin/64249/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.16 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pilihan Editor

  1. 1 Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis
  2. 2

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  3. 3

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.