Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Pengawasan Daerah dan Upaya Mencegah Korupsi

Pengawasan Daerah dan Upaya Mencegah Korupsi

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
27 November 2025, 08.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
korupsi

Oleh : Silvi Dwi Lestari & Rifqi Adha Pratama (Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Serang)

JurnalPost.com - Korupsi di tingkat daerah hingga kini masih menjadi penyakit kronis yang merongrong kualitas tata kelola pemerintahan kita. Hampir setiap tahun publik disuguhi berita pejabat daerah yang tersangkut kasus suap, mark-up anggaran, hingga jual beli jabatan. Ironisnya, banyak kasus sebenarnya bisa dicegah lebih awal bila fungsi pengawasan dijalankan secara serius. Permasalahan terbesar bukan hanya pada celah regulasi, tetapi pada lemahnya pengawasan yang seharusnya menjadi tembok pertama pencegah korupsi.

IKLAN

Idealnya, pengawasan daerah tidak berhenti pada rutinitas administratif yang hanya memastikan berkas lengkap dan angka terlihat sesuai. Pengawasan yang efektif harus mampu membaca pola penyimpangan sebelum berubah menjadi kasus hukum. Namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Banyak inspektorat daerah bekerja dalam keterbatasan, minim anggaran, kekurangan auditor, dan yang paling fatal, kewenangan yang tidak sebanding dengan beban pengawasan. Tidak jarang temuan yang sudah jelas pelanggarannya hanya berakhir sebagai laporan tanpa tindak lanjut.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Pemerintah pusat sebenarnya telah menyiapkan alat pengawasan seperti SPIP dan MCP KPK. Namun instrumen secanggih apa pun tidak akan berarti jika eksekutornya tidak memiliki komitmen. Implementasi di daerah masih terasa formalitas. Tanpa keberanian kepala daerah untuk membuka ruang koreksi dan tanpa profesionalisme pengawas internal, pengawasan hanya menjadi ritual, bukan pencegah korupsi.

IKLAN

Selain memperbaiki perangkat pengawasan, daerah perlu melibatkan masyarakat sebagai bagian dari kontrol publik. Transparansi anggaran dan keterbukaan informasi bukan sekadar tuntutan demokrasi, tetapi strategi menutup ruang gelap tempat praktik koruptif biasanya muncul. Digitalisasi layanan seperti e-budgeting, e-planning, dan e-procurement dapat menjadi pengunci penting karena setiap transaksi tercatat dan sulit dimanipulasi. Tetapi teknologi hanyalah alat; tanpa integritas manusia yang mengoperasikannya, celah penyimpangan tetap terbuka.

Sumber persoalan lain yang sering diabaikan adalah kualitas birokrasi. Selama rekrutmen dan mutasi pegawai masih sarat kepentingan, selama jabatan bisa dibeli, pengawasan internal akan bekerja di atas fondasi yang rapuh. Reformasi birokrasi bukan pelengkap, melainkan prasyarat agar pengawasan dapat berdiri tegak.

Penguatan pengawasan daerah sejatinya adalah investasi jangka panjang. Daerah yang bersih dari korupsi akan jauh lebih dipercaya investor, lebih efektif dalam menjalankan program pembangunan, dan pada akhirnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pengawasan yang kuat bukan untuk menghambat pemerintah daerah bekerja, tetapi menjadi pelindung agar kewenangan tidak disalahgunakan.

kebakaran hutan di Kalimantan
Baca Juga

Hutan Kalimantan Terbakar: Bencana Alam atau Ada Campur Tangan Manusia?

Jika pengawasan terus dipandang sebagai formalitas, kita hanya akan mengulang lingkaran korupsi yang sama dari waktu ke waktu. Sebaliknya, bila pengawasan diperkuat dan dijalankan secara konsisten dengan integritas, keberanian, dan partisipasi publik sehingga daerah memiliki peluang besar untuk membangun tata kelola yang benar-benar bersih dan akuntabel.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengawasan-daerah-dan-upaya-mencegah-korupsi/88458/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.14 WITA

  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.