27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

PENGARUH AUDIT MANAJEMEN TERHADAP FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN

JURNALPOST – Globalisasi saat ini menyebabkan semakin terbuka dan luasnya peluang pengembangan bisnis pada suatu perusahaan. Salah satu faktor yang berperan penting untuk melaksanakan jalannya kegiatan dalam perusahaan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia mempunyai dampak yang lebih besar terhadap efektivitas organisasi dibandingkan dengan sumber daya yang lain. Pengelolaan sumber daya manusia akan menjadi bagian yang sangat penting dari tugas manajemen organisasi. Kinerja sumber daya manusia juga menentukan pencapaian tujuan pada perusahaan, semakin efektif dan efisien kinerja sumber daya manusia, maka akan semakin tercapainya tujuan perusahaan. Sehingga yang menjadi tantangan bagi perusahaan adalah untuk memastikan bahwa kinerja sumber daya manusia yang ada telah berjalan dengan efektif dan efisien. Dan memberikan rekomendasi perbaikan atas berbagai kekurangan yang masih terjadi pada aktivitas sumber daya manusia yang diaudit untuk meningkatkan kinerja dari program atau aktivitas tersebut.

Audit Manajemen :

Penilaian efektifitas manajemen ataupun struktur organisasi secara objektif dan independen terhadap pencapaian tujuan atau kebijakan pada perusahaan. Tujuannya yaitu untuk mengidentifikasi kelemahan manajemen di dalam organisasi dan merekomendasikan cara untuk memperbaikinya. Audit manajemen sangat penting bagi perusahaan karena dapat menjadi alat penilaian yang berkelanjutan terhadap kinerja dan metode perusahaan secara keseluruhan. Sehingga dapat dikatakan bahwa audit manajemen melakukan evaluasi dan juga penilaian terhadap seluruh segmen atau beragam segmen yang ada di perusahaan. Ruang lingkupnya mencapai hingga lingkup yang mendetail seperti sistem dan sub sistem, prosedur, pembagian kerja, otorisasi, akuntabilitas, dan kualitas sumber daya manusia.

Audit Sumber Daya Manusia :

Suatu proses sistematik dan formal yang didesain untuk mengukur biaya dan manfaat keseluruhan program Manajemen Sumber Daya Manusia dan membandingkan efisiensi dan efektivitas keseluruhan program Manajemen Sumber Daya Manusia tersebut dengan kinerja organisasi, dan untuk mengevaluasi kompatibilitas fungsi Sumber Daya Manusia dengan tujuan dan strategi implementasi berbagai fungsi sumber daya manusia, kebijakan dan prosedur sumber daya manusia, serta kinerja setiap program sumber daya manusia.

Ruang Lingkup Audit :

  • Perencanaan sumber daya manusia

Proses analisis dan identifikasi tentang kebutuhan dan ketersediaan sumber daya manusia untuk menyelesaikan berbagai bidang tugas dan tanggungjawab yang harus dikelola perusahaan dalam mencapai tujuannya.

  • Penerimaan (rekruitmen) karyawan

Upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.

  • Seleksi

Proses mendapatkan dan menggunakan informasi mengenai pelamar kerja untuk menentukan siapa yang seharusnya diterima menduduki posisi jangka pendek jangka panjang.

  • Orientasi dan penempatan

Penempatan (placement) berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang  akan dipegangnya.

  • Pelatihan dan pengembangan

Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, baik saat ini maupun dimasa yang akan datang.

  • Penilaian kerja

Menghubungkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan standar keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya.

  • Pengembangan karier

Menunjukkan semakin meningkatnya kemampuan karyawan tersebut dalam memegang tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang lebih besar dalam pekerjaannya.

  • Sistem imbalan dan kompensasi

Sesuatu yang diterima karywan sebagai pengganti (imbalan) atas kontribusi yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan.

  • Perlindungan karyawan

Mengacu pada kondisi fisiologis dan psikologis karyawan yang mengakibatkan oleh lingkungan dari fasilitas kerja yang disediakan perusahaan. Perusahaan yang melaksanakan dengan baik program keselamatan dan kesehatan kerja secara signifikan dapat mencegah berbagai kecelakaan kerja atau menderita penyakit tertentu pada karyawannya.

  • Pemutusan hubungan kerja (PHK)

Pengurangan tenaga kerja merupakan keputusan yang tidak berdiri sendiri. Berbagai kepentingan perusahaan harus diselamatkan agar perusahaan bisa bertahan hidup (survive) dalam persaingan yang sangat tinggi intensitasnya.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini