Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Kisah Ibu Komala Berjualan di Kantin Asrama

Kisah Ibu Komala Berjualan di Kantin Asrama

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Juni 2023, 10.12 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Kisah Ibu Komala Berjualan di Kantin Asrama

JurnalPost.com - Asrama bukan hanya tempat tinggal semata yang letaknya dekat dengan kampus, tetapi asrama atau mahad al-jamiah sebutannya untuk asrama IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan tempat dimana mahasiswa dan mahasiswi belajar mengaji, membaca kitab kuning serta kegiatan keagamaan lainnya.

Di mahad al-jamiah terdapat sebuah kantin yang mana Ibu Komala adalah salah satu pedagang di kantin tersebut, Ibu Komala yang bertempat tinggal di Jalan Sekar Kemuning, Gg Mawar, RT 02 RW 03, Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon kini berusia 48 tahun dan Ia sudah sekitar 5 tahun berjualan di kantin asrama untuk mengadu nasibnya sebagai pedagang warung nasi.

IKLAN

Berprofesi sebagai pedagang warung nasi di kantin asrama, Ibu Komala sebelumnya pernah merasakan kepahitan dalam hidupnya sebelum datang berjualan disini. Ia sudah sering mencoba berjualan di luar dari asrama ini, namun selalu gagal.

Sosok Petani
Baca Juga

Sosok Petani Wanita Yang Tak Kenal Lelah

"Ibu sudah sering mencoba jualan di luar dek sebelum pindah kesini pada 28 september 2018, tapi selalu gagal, masalahnya dari orang-orang sekitar dan pedagang yang merasa disaingi, dari mereka ada aja yang gak suka Ibu jualan," ucap Ibu Komala.

Berjualan di kantin asrama, Ibu Komala lakukan setiap hari dimulai pukul 06:00 pagi sampai dengan pukul 18:00 malam, menu yang dimasak setiap harinya berbeda tergantung bagaimana Ia ingin masak yang seperti apa. Usaha berdagang Ibu Komala disini sebenarnya hasil bantuan dari temannya yang dahulu pernah berdagang disini.

"Ibu disini jualan juga melanjutkan teman dek yang dulu pernah disini. Dia teman Ibu, kasih tahu Ibu supaya menempati tempat ini karena teman Ibunya gak akan jualan lagi. Dia tuh gak jualan lagi bingung sama modalnya darimana, modalnya gak bisa berputar terus gitu dek," tutur Ibu Komala.

Berjualan di kantin asrama ada beberapa hal yang harus Ibu Komala hadapi, seperti berbedanya harga dengan warung nasi tetangga walaupun sama jenis produknya, masalah kasbon dari pembeli dan lainnya.

Pilu Seorang Kakek Harus Berbagi Tempat Tidur Dengan Tikus dan Kecoa
Baca Juga

Pilu Seorang Kakek Harus Berbagi Tempat Tidur Dengan Tikus dan Kecoa

"Untuk berdagang disini masalah utamanya harga makanan atau minuman yang beda-beda dek sama warung sebelah Ibu, bedanya harga dari setiap warungnya itu buat mahasiswa atau mahasiswi jadi membandingkan dan memilih warung nasi mana yang harganya lebih terjangkau untuk dibeli," ujar Ibu Komala.

Para pedagang terlihat seperti saling bersaing satu sama lain, padahal di satu tempat yang sama yaitu kantin asrama. Kenapa tidak saling dukung satu sama lain dengan menyamaratakan harga untuk produk-produk yang sama.

Harusnya dari kami antar sesama pedagang warung yang berjualan di asrama mematok harga sama setiap apa yang dijual karena kami bersebelahan semua. Soalnya agar gak merugikan warung lainnya dan gak terlihat ramai sendiri, sedangkan yang lain sepi," tambah Ibu Komala.

IKLAN

Kasbon merupakan masalah yang mana dari setiap pedagang pasti ada, agar Ibu Komala dapat tetap memutar modalnya Ia hanya memberikan kasbon kepada mahasiswa atau mahasiswi yang sudah akrab saja.

Sendiri di Kamar Sepi
Baca Juga

Sendiri di Kamar Sepi

"Perputaran modal itu harus ya dek, kalo Ibu kasbonin semua ke mahasiswa atau mahasiswi yang gak akrab banget malah nanti Ibu bingung mutar modalnya, jadi Ibu pilih-pilih yang benar-benar akrab banget sama Ibu," Ujarnya.

Di usianya yang bisa dibilang lansia, Ibu Komala tetap berjualan warung nasi di asrama karena Ia sekarang menjadi tulang punggung keluarga. Ia harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya, terutama untuk anak terakhir yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 9.

Menjadi tulang punggung keluarga bukan karena suami sudah tidak ada, melainkan karena suami sudah tidak bekerja. Suami Ibu Komala, yaitu Bapak Rodia berusia 55 tahun telah berhenti bekerja atau pensiun dini dari pekerjaannya di pom bensin setelah bekerja selama 25 tahun, Ia mengundurkan diri secara baik-baik karena memang faktor kesehatan dan usia juga.

"Ibu sekarang yang harus usaha untuk mencari uang tambahan kebutuhan sehari-hari, Bapak kan sekarang di rumah, maksudnya bekerja di rumah habis pensiun dini dari kerjanya di pom, udah 25 tahun kerja di pom tapi Bapak mengundurkan diri baik-baik karena udah sering kelelahan sama sakit-sakitan," tuturnya.

Alasan itulah yang membuat Ibu dari tiga anak ini tetap semangat berjualan karena Ia masih memiliki tanggungan untuk menyelesaikan pendidikan anak terakhirnya tadi, anak pertama sudah menikah dan anak kedua sudah almarhumah.

"Jadi, tinggal satu tanggungan Ibu ini yang anak bungsu kelas 9 SMP. Tetehnya dia, anak pertama sudah menikah dan suaminya yang menanggung, sedangkan anak kedua Ibu sudah meninggal dunia atau almarhumah," ucapnya.

Harapan Ibu Komala sendiri ingin warung nasinya lebih maju dan lebih baik agar bisa meningkat usahanya menjadi lebih besar, doakan saja agar secepatnya punya modal karena sekarang belum ada modalnya untuk bisa usaha yang lebih besar dan bisa berdagang lebih bermacam-macam produknya.

"Tadi dek, kalo ada yang modalin Ibu pengen dagang yang macam-macam, tapi modalnya belum ada, pengen punya usaha yang lebih baik dan lebih besar, doain aja ya dek," tambahnya.

Usaha itu pasti ada pasang dan surutnya, setiap orang diberikan rezeki berbeda-beda. Akan tetapi, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kehidupan layaknya sebuah roda yang terus berputar dan dimana setiap kerja keras yang sudah dilakukan saat ini, pasti akan ada hasilnya suatu saat nanti. Ibu komala juga tidak mungkin seterusnya berada pada posisi sekarang, pasti ada saatnya Ibu Komala naik satu tingkat dan naik terus sampai tingkatan yang diinginkan.

Penulis : Gilang Syahrul Qolbi Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kisah-ibu-komala-berjualan-di-kantin-asrama/54477/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.04 WITA

  • #Human Interest

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Pilihan Editor

  1. 1 Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.