Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Pemilu 2024 dan Strategi Menyelamatkan Demokrasi di Indonesia

Pemilu 2024 dan Strategi Menyelamatkan Demokrasi di Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Februari 2024, 13.20 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pemilu 2024 dan Strategi Menyelamatkan Demokrasi di Indonesia

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas)

JurnalPost.com - Dinamika demokrasi Indonesia selama dua dekade terakhir mencerminkan perjalanan yang penuh tantangan. Terbagi menjadi tiga periode yang berbeda, kita melihat gelombang optimisme, stagnasi, dan kemudian regresi yang mengkhawatirkan.

IKLAN

Periode pertama, dari 1999 hingga 2009, sering disebut sebagai "musim semi demokrasi" Indonesia. Ini adalah masa di mana harapan akan masa depan yang lebih demokratis memuncak. Ada spirit bersama membentuk pemerintahan yang demokratis, penegakan hukum dan anti KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Namun, kegembiraan ini segera terkikis oleh periode kedua, yang dapat disebut sebagai "musim rontok demokrasi". Selama satu dasawarsa dari 2009 hingga 2019, demokrasi Indonesia mengalami stagnasi yang merugikan, di mana kemunduran terjadi secara perlahan namun pasti.

Namun, periode terakhir, dimulai sejak 2019 hingga saat ini, menandai puncak kemunduran demokrasi Indonesia. Kondisi demokrasi Indonesia saat ini menuju illiberalisme yang semakin dalam. Demokrasi Indonesia kini berada pada titik terendah sejak jatuhnya rezim Orde Baru ((Power dan Warburton, 2021).

IKLAN

Aspinall, Mietzner, dan Tomsa (2017) memiliki pandangan yang sama bahwa stagnasi demokrasi Indonesia mulai memuncak di periode kedua kepemimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika politik kartel untuk mengontrol kekuasaan didorong oleh SBY dan Partai Demokrat. Semua partai bekerja sama untuk menjaga kekuasaan, mendapatkan keuntungan dan sekaligus saling menyandera agar tak ada yang berkhianat. Dampak dari politik kartel, politik elit semakin mengemuka dan pengabaian terhadap agenda rakyat berupa reformasi pemerintahan, penegakan hukum dan pembangunan sistem sosial kolektif yang berkeadilan.

Sejatinya, sejumlah faktor telah menyebabkan kemerosotan demokrasi di Indonesia. Agensi penegakan hukum dan keamanan mengalami proses repolitisasi, sedangkan sistem partai politik terus terintervensi oleh kekuatan illiberal, mengurangi legitimasi mereka di mata publik. Kebebasan media juga terancam oleh dominasi elit politik-bisnis yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Selain itu, upaya politisasi kasus pidana dan pelemahan lembaga anti-korupsi telah memperburuk masalah penegakan hukum. Hal ini semakin diperparah oleh adanya tekanan terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul, yang mengakibatkan polarisasi masyarakat dan dukungan terhadap taktik otoriter oleh sebagian pihak. Bahkan yang lebih ironis adalah rezim Jokowi yang diharapkan secara konkret semakin demokratis malah terlihat cenderung semakin memiliki tendensi otoriter. Fenomena inilah yang dipotret oleh Levitsky dan Ziblatt (2018) sebagai titik awal kematian demokrasi ketika elit mulai otoriter.

Meskipun demikian, masih ada sinar harapan dalam kegelapan. Harapan publik terhadap demokrasi tetap tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh protes mahasiswa pada tahun 2019. Tokoh-tokoh publik terkemuka juga aktif menggunakan platform mereka untuk membangkitkan kesadaran akan kemunduran demokrasi.

Untuk melawan kemunduran ini, penting untuk memastikan bahwa suara-suara independen dan kritis terus didukung dan dilindungi. Selain itu, perlu dipertahankan bahwa pemilihan umum tetap kompetitif dan lembaga elektoral tetap kuat, sehingga mereka yang berkomitmen pada prinsip-prinsip demokrasi memiliki kesempatan untuk memimpin (Power dan Warburton, 2021).

Alhasil, meskipun tantangan yang dihadapi tidak kecil, langkah-langkah penguatan insitutusi demokrasi dan masyakat sipil dapat menjadi kunci untuk menjaga demokrasi Indonesia dari kemerosotan yang lebih dalam. Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, kita masih dapat membangun masa depan yang lebih demokratis dan adil untuk Indonesia. Mari kita mulai dari menyelamatkan Pemilu 2024.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pemilu-2024-dan-strategi-menyelamatkan-demokrasi-di-indonesia/64853/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.30 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pilihan Editor

  1. 1 Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  5. 5

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.