MAKASSAR, JURNALPOST.COM - Pemerintah Provinsi Sulsel, resmi memulai pembangunan Masjid Raya Center Point of Indonesia (CPI) di dalam kawasan CPI dengan luas lahan kurang lebih 1,54 hektare, Rabu (16/3).
Pembangunan Mesjid Raya CPI ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD Sulsel, M Roem, dan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang disaksikan oleh sejumlah unsur pimpinan daerah.
Pembangunan Mesjid ini hingga selesai diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar Rp200 Miliar.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latief, selaku ketua tim pembangunan Mesjid, mengatakan, pada tahun ini Pemprov menyediakan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp 20 Miliar untuk dana awal pembangunannya. Kebutuhan sisa anggarannya akan diupayakan dari sumbangan berbagai pihak, baik unsur pemerintah daerah, masyarakat sipil, maupun swasta.
"Pembangunannya tetap jalan sambil menunggu sumbangan masuk," kata Latif usai pencanangan pembangunan masjid CPI di Makassar, Rabu (16/3).
Sejauh ini, lanjut Latief, pihaknya belum menerima satu pun sumbangan dari luar, meski sejumlah pihak diakuinya telah menyampaikan komitmennya untuk membantu.
"Sudah ada yang menjanjikan, tapi nilainya juga belum kita tahu," ujarnya.
Latief optimistis anggaran pembangunan Mesjid ini bakal terpenuhi sesuai kebutuhan. Pemerintah maupun masyarakat diyakini akan bahu-membahu menyalurkan bantuan agar pembangunannya bisa selesai secepatnya.
Latief tidak menyebutkan secara pasti berapa lama pembangunan Mesjid ini direncanakan, tetapi iya menargetkan bangunan Mesjid sudah bisa digunakan untuk beribadah paling lambat pada tahun depan.
Bangunan Mesjid Raya CPI ini didesain oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bersama tim arsiteknya dengan gaya timur tengah yang dipadu dengan arsitektur Bugis dan Makassar.
Mesjid ini akan memiliki 99 kubah yang tiap dinding dan atapnya dihiasi dengan ornamen kaligrafi 99 Asmaul Husna, luar dan dalam.
Menurut Latief, Mesjid Raya CPI ini nantinya akan dimaksimalkan untuk berbagai kegiatan ibadah umat Muslim. Untuk shalat, baik di dalam dan luar ruangan, Mesjid ini bisa menampung lebih dari 20 ribu jamaah. Area masjid juga dibuka untuk kepentingan di luar ibadah.
"Masjid ini dibangun dengan konsep wisata religius," ujarnya.
Sebelum peletakan batu pertama, panitia sempat memutarkan testimoni Ridwan Kamil lewat tayangan video di layar screen. Ridwan mengucapkan selamat dan berharap banyak donatur yang dibukakan mata hatinya untuk membantu.
"Saya diminta oleh Pak Gubernur untuk mendesain, dan saya dengan tulus ikhlas bersama tim merancang Mesjid ini. Kami dari Bandung mendoakan warga Sulsel supaya pembangunannya bjsa selesai tepat waktu. Semoga Mesjid ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel, dan juga bangsa Indonesia," ujar Ridwan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Mesjid berskala besar yang dibangun di kawasan CPI ini, diharapkan hadir sebagai simbol peradaban bangsa.
Masjid, bersama wisma negara dan fasilitas umum lainnya di kawasan CPI sebagai kawasan baru di Makassar diharap bisa menjadi tanda laju perkembangan ekonomi di Sulsel. Selain itu, dikatakannya, yang paling penting adalah bagaimana keberadaan Mesjid bisa dimaksimalkan sebagai sarana ibadah yang bermanfaat di masa depan.
Masjid merupakan bagian dari 57 hektar kawasan CPI yang dikuasai Pemerintah. 100 hektar lainnya di kawasan itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan komersial oleh perusahaan swasta. Syahrul memastikan bahwa segala peruntukan lahan di CPI akan dimanfaatkan bagi kepentingan umum. Tanpa monopoli pihak tertentu.
"Saya pastikan tidak ada yang menyimpang atau pun korupsi," ujarnya.
Syahrul juga mengharapkan Pemkot Makassar bisa turun tangan dan membantu mewujudkan agar Mesjid dan apa yang direncanakan di kawasan CPI bisa berjalan sesuai rencana.
"CPI ini merupakan inisiasi Pak Walikota, Danny Pomanto, sebelum beliau jadi Walikota. Makanya beliau jadi Walikota untuk bisa memastikan hal yang diinisiasinya bisa terwujud. Danny harus turun tangan, terserah Danny mau dibelokkan ke kiri atau ke kanan, yang penting ini bisa terwujud dan jangan ada yang menyimpang," ungkapnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda