Barabai, JurnalPost.com – Rutan Kelas IIB Barabai kembali menghadirkan inovasi dalam pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan teknologi bioflok untuk budidaya ikan lele. Langkah ini dimulai dengan penebaran 1.500 bebih lele ke kolam bioflok di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Kamis (27/11).
Teknologi bioflok yang diterapkan di Rutan Barabai bukan sekadar sarana budidaya, tetapi menjadi media pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sistem yang mengutamakan efisiensi air dan pakan ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar teknik pemeliharaan modern yang bernilai ekonomi dan relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Kepala Rutan Kelas IIB Barabai, I Komang Suparta, bersama Plh. Kasubsi Pelayanan Tahanan, Nor Ipansyah, tampak turun langsung melakukan penyemaian bibit. Keduanya juga memberikan pendampingan teknis mengenai cara menjaga kualitas air, pola pemberian pakan, dan pengelolaan kolam berbasis bioflok.
I Komang Suparta menjelaskan bahwa penerapan teknologi bioflok merupakan wujud pembinaan adaptif yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini. Budidaya lele, menurutnya, tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga melatih warga binaan untuk bekerja teratur, teliti, dan bertanggung jawab.
Nor Ipansyah menegaskan bahwa seluruh proses pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab warga binaan peserta program, sehingga mereka dapat memahami siklus budidaya secara utuh sejak tahap awal hingga panen.
Seorang warga binaan yang ikut terlibat mengungkapkan bahwa metode bioflok memberikan pengalaman baru yang berbeda dari budidaya tradisional.
Ia menuturkan bahwa teknologi ini membuat mereka merasa belajar sesuatu yang lebih modern dan berguna untuk masa depan.
Dari perspektif pembinaan, Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, menilai bahwa pengembangan keterampilan berbasis teknologi seperti bioflok merupakan langkah penting untuk menjawab tantangan reintegrasi sosial. Ia menekankan bahwa model pembinaan yang adaptif dan produktif menjadi salah satu arah kebijakan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian WBP.
Dengan dimulainya siklus baru budidaya lele melalui penyemaian 1.500 bibit ini, Rutan Barabai terus menguatkan perannya sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya menjaga, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan hidup yang nyata dan aplikatif.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda