Pamekasan, JurnalPost.com — Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengikuti pelatihan teknis pengambilan sampel air yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur dalam memastikan ketepatan proses pengambilan sampel untuk pengujian kualitas air.
Pelatihan Petugas Pengambilan Contoh (PPC) Air tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026. Peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai prosedur pengambilan contoh air yang sesuai dengan standar pengujian lingkungan.
Peningkatan kompetensi petugas dinilai penting karena pengambilan sampel merupakan tahapan awal yang menentukan keandalan hasil pemeriksaan laboratorium. Kesalahan dalam proses tersebut berpotensi menghasilkan data yang tidak menggambarkan kondisi kualitas air sebenarnya.
Pengajar PPSDM Migas, Rieza Mahendra Kusuma, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari aspek keselamatan kerja hingga praktik pengambilan sampel di lapangan.
“Materi yang diberikan kepada peserta antara lain Aplikasi K3LL Sampling, Pengetahuan tentang Lingkungan & Regulasi, Perencanaan & Kerja Sama Pengambilan Contoh Uji Air, Persiapan Pengambilan Contoh Uji Air, Metode Pengambilan Contoh Uji Air, hingga Praktik PPC Air,” ujar Rieza.
Materi tersebut mencakup penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan (K3LL), pemahaman regulasi lingkungan, perencanaan kegiatan, hingga penggunaan metode pengambilan contoh air.
Ketepatan Pengambilan Sampel Jadi Faktor Penting
Menurut Rieza, hasil pengujian laboratorium tidak hanya bergantung pada kemampuan analisis dan peralatan yang digunakan. Prosedur pengambilan sampel di lapangan juga memiliki pengaruh besar terhadap validitas data.
Ia menekankan bahwa kesalahan dalam penerapan metode sampling dapat memengaruhi hasil pengujian, bahkan berpotensi menimbulkan persoalan ketika data tersebut digunakan sebagai dasar pengawasan lingkungan.
“Penyampaian materi ini sangat penting karena akurasi hasil uji laboratorium sangat bergantung pada proses pengambilan sampel di awal. Jika prosedur sampling, penerapan K3LL, serta pemahaman regulasinya tidak tepat, maka data yang dihasilkan tidak valid,” jelasnya.
Rieza menambahkan, penguasaan prosedur pengambilan sampel diperlukan agar petugas mampu menjalankan tugas pengawasan dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Penguasaan kompetensi ini memastikan bahwa setiap sampel air yang diambil oleh DLH Pamekasan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan ilmiah dalam upaya pengawasan lingkungan,” tambahnya.
Dukung Pengawasan Kualitas Air di Daerah
Bagi DLH Kabupaten Pamekasan, kemampuan petugas dalam mengambil dan menangani sampel air menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pengawasan lingkungan.
Data hasil pengujian dapat digunakan untuk menilai kondisi kualitas air, mengidentifikasi potensi pencemaran, serta mendukung langkah pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi memengaruhi lingkungan.
Namun, keandalan data tersebut membutuhkan proses pengambilan sampel yang dilakukan secara benar, termasuk pemilihan lokasi, penggunaan peralatan, penanganan contoh uji, dan penerapan prosedur keselamatan.
Melalui pelatihan yang diselenggarakan PPSDM Migas, para pegawai DLH Pamekasan diharapkan mampu menerapkan prosedur operasional secara konsisten dalam kegiatan pengawasan kualitas air.
Peningkatan kemampuan teknis ini juga diharapkan membantu pemerintah daerah memperoleh data lingkungan yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian pencemaran dan perlindungan sumber daya air.
Dengan demikian, pengawasan kualitas air tidak hanya bergantung pada pemeriksaan laboratorium, tetapi juga ditunjang kompetensi petugas yang melakukan pengambilan sampel secara langsung di lapangan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda