Jurnalpost - Musyawarah Cabang (Musycab) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terjadi perpecahan, yang akhirnya PIKOM UMI, UNHAS, AKKES dan UNM tidak mengikuti sampai selesai LPJ, yang berlangsung di Gedung Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Jl. Taman Makam Pahlawan Makassar, Jumat-ahad (29-31/7).
Perpecahan terjadi karena waktu yang disepakati sudah jauh keluar, akhirnya terjadi perdebatan panjang yang tidak melahirkan kesepakatan hingga Pikom-pikom di atas lebih memilih keluar dari pada lanjut persidangan.
Musyawarah ini seharusnya dihadiri se-PIKOM Kota Makassar akan tetapi yang sempat hadir secara maksimal hanya PIKOM Unismuh dan UMI Makassar, antaranya Unhas, UNM, Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar (Akkes) dan UIT tidak maksimal. Karena kurangnya sosialisasi terhadap pikom yang dinaunginya. Olehnya itu, PC IMM Kota Makassar periode 2015-2016 dianggap gagal mengawal PIKOM tersebut, ungkap Idris mantang ketua Umum Analis.
Lebih lanjut dia, bahwa seharusnya PC IMM Kota Makassar bekerja keras terhadap PIKOM yang belum mapan, "Dalam artian masih sangat membutuhkan bimbingan dari PC, contohnya UIT setelah dilantik tidak ada lagi komunikasi ke mereka sehingga sampai hari ini PIKOM UIT telah fakum secara aksiologi," jelasnya.
Sementara itu, Adi Taqwa Ketua Umum PIKOM Hukum Unhas menambahkan bahwa bukan hanya UIT tetapi Unhas sendiri PC tidak ada komunikasi ke Pikom-pikom Unhas seperti Ketua Bidang Ke Ilmuan PC Kota Makassar seharusnya merekomendasikan setiap Pikom agar melakukan kajian rutin. "Jadi tidak salah ketika IMM PC Kota Makassar dijadikan dua Cabang karena IMM PC Kota Makassar tidak bisa lagi kordinir 24 PIKOM di Makassar, dan PIKOM Unhas, UMI dan AKKES siap berpisah dari Unismuh, yang menjadi rekomendasi saat Musyda di Sinjai," tegas Taqwa. (Muh. Basri Lampe)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda