24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Meuseukat Kue Tradisional Khas Aceh

JURNALPOST – Provinsi Nanggroe Aceh Darusslam (NAD) merupakan salah satu dari Daerah Istimewa yang ditetapkan oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI). Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus. Aceh terletak ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Aceh mempunyai jenis kue tradisional yang mirip dodol nanas yang bernama meuseukat. Meuseukat adalah penganan khas Aceh sejenis dodol dikarenakan teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis. Rasa manis ini didapat dari buah nanas yang digunakan dalam pembuatannya sehingga kue ini disebut juga dodol nanas. Warna kue ini adalah putih karena hanya menggunakan tepung terigu tanpa menggunakan perwarna makanan. Adapun warnanya yang kuning dikarenakan  buah nanas yang digunakan sebagai campuran. Cara pembuatannya bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Bahan-bahan
  • – 250 gr tepung terigu
  • – 200 gr gula pasir
  • – 2 butir kuning telur
  • – 1 buah nanas ukuran sedang
  • – 1 buah jeruk nipis (ambil airnya)
  • – 75 gr mentega
  • – 300 ml air
  • ¬† Langkah-langkah pembuatannya:
  • Kupas nanas, cuci bersih lalu parut atau blender hingga halus. Saring, ambil airnya, sisihkan.
  • Campur gula pasir dengan air diwajan, nyalakan api sedang. Sementara itu kocok kuning telur dalam satu wadah hingga agak pucat, sisihkan terlebih dahulu. Setelah gula larut, masukkan air nanas serta air jeruk nipis, aduk rata.
  • Masukkan tepung terigu, aduk rata, masukkan kocokan kuning telur, aduk cepat, gunakan api kecil saja.
  • Setelah rata masukkan mentega lalu aduk terus hingga matang.
  • Setelah dodol tidak lengkat diwajan tandanya sudah matang. Siapkan wadah, alasi dengan plastik lalu tuang meuseukat, sisakan sebagian untuk hiasan, ratakan.
  • Untuk membuat bunga, ambil sedikit adonan, bentuk bulat, lalu tekan sedikit hingga pipih dengan ujung jari gulung, lalu ambil sedikit, pipihkan, lekatkan pada bagian yang dibuat dengan arah melingkar, begitu seterusnya hingga menjadi bunga.
  • Untuk membentuk daun, ambil sebagian kecil adonan, bentuk seperti daun pipih, letakkan pada dasar dodol lalu gunakan pinset atau tusuk gigi untuk membuat guratan. Tata sedemikian rupa hingga selesai. Meuseukat lebih banyak disajikan pada momen khusus terutama saat menyambut tamu. Meuseukat juga kerap kali menjadi hantaran pada proses tueng dara baroe ( menjemput pengantin wanita) setelah pernikahan. Begitu pula pada saat perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Tujuannya untuk menyambut keluarga dan kerabat yang datang berkunjung.

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.