Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Mengenal Sosok Inspiratif, Rahma Diana Seorang Guru dan Pegiat Seni

Mengenal Sosok Inspiratif, Rahma Diana Seorang Guru dan Pegiat Seni

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Februari 2024, 12.32 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Mengenal Sosok Inspiratif, Rahma Diana Seorang Guru dan Pegiat Seni

Oleh : Athiyyah Dzakirah, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB

JurnalPost.com - Rahma Diana atau akrab disapa Rahma merupakan seorang guru di salah satu sekolah swasta di Kota Bengkulu. Selain itu, wanita kelahiran Padang Panjang, 23 Juni 1986 ini juga merupakan seniman teater dan aktif sebagai pengajar praktik pada program Guru Penggerak selama 1 periode di angkatan ketujuh. Saat ini ia sedang proses pendaftaran calon fasilitator pada program Guru Penggerak. Selain itu ia juga aktif di Dewan Kesenian Kota Bengkulu sebagai kepalad divisi teater. Rahma merupakan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang jurusan seni teater. Pekerjaan tetapnya sebagai guru seni budaya di SMA IT IQRA’ Kota Bengkulu.

IKLAN

Motivasi Rahma menjalani karirnya saat ini karena memiliki rasa penasaran dan selalu ingin belajar. Mendapatkan posisi sebagai pengajar di program Guru Penggerak, bukan berarti kegiatannya selalu mengajar, tetapi juga belajar. Ia banyak belajar dari pengalaman dan teman-teman baru. Rahma berharap ilmu yang ia dapatkan selama menjalani program tersebut dapat bermanfaat bagi dirinya, orang-orang sekitar serta nusa dan bangsa.

Nirma Melati
Baca Juga

Kisah Inspiratif Nirma Melati, dari pengalaman pribadi menjadikannya peluang bisnis

Rahma menjadi salah satu penggerak seni teater di Bengkulu. Ia dengan tulus memberikan ilmu-ilmu yang ia miliki baik secara langsung kepada generasi muda di Bengkulu ataupun dengan membuat komunitas-komunitas. Rahma sendiri memiliki sifat yang suka bersosialisasi yang semakin membantunya dalam memberikan manfaat serta kontribusi bagi masyarakat luas.

Rahma bukan berasal dari keluarga yang berada, ibunya memiliki usaha laundry dan ayahnya seorang buruh tani. Hal tersebut membuat Rahma sering merenungkan apakah ia masih bisa melanjutkan pendidikannya. Ternyata saat itu memang tidak memungkinkan. Namun Rahma tidak patah semangat demi menggapai mimpinya. Keadaan tersebut justru menjadikannya lebih mandiri dengan cara membuka diri dan bergaul di tengah masyarakat.

Rahma yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar suka mengikuti kegiatan positif yang diadakan di lingkungan rumahnya, salah satunya membuat kerajinan tangan. Hasil penjualan kerajinan tersebut ia belikan sepatu dan peralatan sekolah. Saat di bangku Sekolah Menengah Pertama, Rahma bekerja dengan mengisi acara-acara hajatan. Rahma mendapatkan honorer dari pekerjaan tersebut. Honorer tersebut ia gunakan untuk membiayai pendidikannya dan adik-adiknya.

Setelah lulus SMA, Rahma melanjutkan pendidikannya di sekolah seni. Sebelum menempuh pendidikan di sekolah seni, Rahma sudah menjadi seniman otodidak. Di sekolah seni ia cukup mengejar nilai akademisnya saja, karena semua hal yang berkaitan dengan keterampilan sudah didapatkannya di lapangan.

Alinda
Baca Juga

Pemudi Singosari Harumkan Nama Daerah, Alinda Sasak Kirana Raih Juara Duta Pemuda

IKLAN

Jadi hal yang paling Rahma ingat dari dulu sampai sekarang adalah ketika ia menyadari keterbatasan kondisi ekonomi orang tuanya, namun tidak menghentikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan. Saat ia berusaha mandiri dengan mengikuti kegiatan di masyarakat sekitar, orang-orang disana berkata padanya, “Wah, kamu nanti bakal jadi orang sukses!,” kata-kata itulah yang terus diingat oleh Rahma sampai sekarang. Ia percaya bahwa ucapan adalah doa dan benar saja ucapan orang-orang tersebut menjadi kenyataan.

Rahma memiliki caranya sendiri dalam menyeimbangkan urusan keluarga dan karirnya. Menurutnya hal pertama yang harus dimiliki adalah konsep diri. Kalau untuk kehidupan sehari-hari, itu sudah kebutuhan pokok dan bukan sebuah beban bagi Rahma. Jadi yang harus dipikirkan adalah karir dan target pencapaian. Ketika di rumah, Rahma tetap menjalani perannya sebagai seorang istri dan juga ibu sembari merancang target dan jadwal untuk pekerjaan di sela-sela waktu. Jadi cara ia membagi waktu antara kehidupan pribadi dan profesional adalah dengan membuat schedule serta manajemen waktu yang baik.

Pada awalnya ada tantangan khusus yang dihadapi Rahma. Sebagaimana seorang ibu yang sedang memiliki anak kecil, Rahma berusaha untuk belajar dan memahami kondisi anaknya yang suasana hatinya bisa berubah-ubah. Ia berusaha untuk membangun sikap disiplin dalam diri anak-anaknya. Sebagaimana seorang ibu yang pasti menginginkan anaknya menjadi versi terbaiknya. Suami Rahma juga memberikan dukungan penuh padanya, sehingga ia tetap bisa fokus menjalani karirnya dan perannya sebagai istri dan ibu.

Prinsip yang dimiliki oleh Rahma dalam menjalani hidup adalah selalu berusaha keras dan totalitas. Sebagai seorang guru, ia seringkali membantu siswanya ketika mengadakan acara di sekolah. Entah itu acara besar atau kecil, ia selalu berusaha untuk membuat acara tersebut berjalan lancar. Prinsipnya : bekerja keras, totalitas, dan percaya pada diri sendiri. Menurutnya kita harus memberikan kepercayaan pada orang lain, namun tetap harus diutamakan pada kepercayaan diri sendiri. Karena ketika misalnya orang yang kita percaya tidak sanggup melakukan suatu tugas, kita bisa mengatasinya.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Sebenarnya setelah tamat SMA, semangat Rahma menekuni bidang seni mulai memudar. Ia sempat berpikir ingin menjadi guru Bahasa Inggris. Lalu ia mengambil jurusan Bahasa Inggris di salah satu kampus yang ada di Kota Padang. Jarak kampus dengan kampung dimana rumah Rahma berada sekitar dua jam perjalanan. Namun, ia gagal masuk ke kampus tersebut karena ibunya berpulang untuk selamanya. Rahma akhirnya harus membuat keputusan untuk tidak jadi melanjutkan pendidikannya karena harus mengurus dan merawat adik-adiknya di kampung.

Namun Rahma tidak terus terpuruk dengan keadaan, ia menjadikan kegagalan tersebut sebagai pembelajaran yang pasti selalu ada dalam kehidupan. Setelah ibunya pergi, ia kembali berusaha untuk bisa melanjutkan pendidikan. Akhirnya ia bisa melanjutkan kuliah di kampung halamannya sambil tetap mengurus adik-adiknya. Kegagalan yang sempat ia hadapi membuatnya lebih sadar diri dan berusaha untuk serius menjalani pendidikannya.

Pencapaian terbesar dalam hidupnya adalah di usia yang masih muda Rahma bisa merawat empat orang anaknya. Selain itu ia juga bisa membeli rumah dan properti dari hasil keringat sendiri. Dalam hal pekerjaan, ia menjadi pengajar praktik pada program guru penggerak, terpajang di platform Merdeka Mengajar sebagai narasumber di acara Berbagi Praktik Baik, berkontribusi dalam program seniman masuk sekolah, dan membuat buku.

Rahma berpesan pada generasi muda Indonesia, “Jadilah pribadi yang baik, jujur, percaya diri, dan jangan hanya bergantung pada satu hal. Gali potensi diri sebanyak-banyaknya, barangkali salah satu potensi diri kalian itulah yang akan membawa kalian pada kesuksesan,”

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengenal-sosok-inspiratif-rahma-diana-seorang-guru-dan-pegiat-seni/65282/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Pegiat Seni
  • #Sosok Inspiratif

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pilihan Editor

  1. 1 Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?
  2. 2

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.