Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Mangrove sebagai Penyerap Karbon Alami: Harapan Baru untuk Mengurangi Emisi

Mangrove sebagai Penyerap Karbon Alami: Harapan Baru untuk Mengurangi Emisi

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
03 November 2024, 08.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Mangrove sebagai Penyerap Karbon Alami: Harapan Baru untuk Mengurangi Emisi

Oleh: Dr. Sodikin, S.Pd, M.Si, M.P.W.K. Dosen Magister Studi Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka Ketua Dewan Pembina Yayasan Lingkungan Hidup Estuari

JurnalPost.com - Perubahan iklim global merupakan fenomena peningkatan suhu rata-rata bumi yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama dari peningkatan emisi gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O). Emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, merupakan kontributor utama dari efek rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer dan menyebabkan suhu bumi meningkat. Dampak dari perubahan ini dirasakan di berbagai aspek kehidupan, termasuk ekosistem, ekonomi, kesehatan, dan keamanan global. Di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata, berbagai solusi mitigasi terus dikembangkan untuk menekan emisi karbon global. Salah satu solusi alami yang mulai mendapat sorotan adalah ekosistem mangrove. Sebagai penyerap karbon alami, mangrove memiliki potensi besar dalam menyerap emisi karbon dengan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan banyak ekosistem lainnya, termasuk hutan tropis. Mangrove tidak hanya menjadi pelindung garis pantai dari abrasi, tetapi juga menjadi harapan baru dalam menanggulangi dampak perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar.

Mangrove: Penyerap Karbon yang Tak Tertandingi

Salah satu keunggulan ekosistem mangrove adalah kemampuannya dalam menyerap karbon dengan efisiensi yang sangat tinggi. Mangrove menyimpan karbon baik di atas permukaan tanah melalui biomassa berupa batang, daun, dan akar, maupun di bawah permukaan, di dalam sedimen. Menurut penelitian, mangrove mampu menyimpan karbon hingga empat kali lebih banyak per hektar dibandingkan hutan tropis daratan. Kemampuan ini menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang paling penting dalam hal serapan karbon, atau sering disebut sebagai "blue carbon" karena perannya dalam menyeimbangkan ekosistem laut dan pesisir. Karbon yang diserap oleh mangrove sebagian besar tersimpan dalam sedimen yang stabil selama ratusan bahkan ribuan tahun, menjadikannya "karbon terkunci" yang tidak mudah terurai. Ini berbeda dengan banyak ekosistem lain yang karbonnya mudah dilepaskan kembali ke atmosfer. Karena itulah, melestarikan mangrove dapat membantu mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer, sehingga berperan signifikan dalam menekan laju perubahan iklim.

Mengapa Melestarikan Mangrove Penting?

Indonesia, dengan luas ekosistem mangrove terbesar di dunia, memiliki potensi yang luar biasa dalam menyumbang mitigasi iklim global. Sayangnya, sekitar 40% dari total luas mangrove di dunia sudah mengalami kerusakan, sebagian besar akibat aktivitas manusia seperti konversi lahan untuk tambak, pertanian, dan pembangunan infrastruktur pesisir. Jika laju deforestasi mangrove tidak segera dihentikan, maka manfaat ekologisnya dalam serapan karbon akan hilang. Bahkan, karbon yang tersimpan selama ratusan tahun di dalam sedimen bisa terlepas kembali ke atmosfer, sehingga berpotensi memperparah kondisi iklim global. Pelestarian mangrove berarti juga melindungi sejumlah spesies yang bergantung pada ekosistem ini, termasuk ikan, burung, dan reptil. Ekosistem mangrove yang sehat mendukung keanekaragaman hayati yang kaya, yang pada akhirnya mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat pesisir. Maka, pelestarian mangrove tidak hanya relevan dalam konteks penyerapan karbon, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Potensi Pengembangan Ekonomi dan Konservasi Mangrove

Selain berperan dalam mitigasi iklim, mangrove juga membuka peluang ekonomi baru. Ekowisata mangrove, misalnya, dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal tanpa merusak ekosistem. Program restorasi mangrove yang melibatkan masyarakat lokal telah terbukti meningkatkan perekonomian di banyak wilayah pesisir di Indonesia. Selain itu pemanfaatan mangrove non kayu untuk bahan baku makanan dan minuman, serta obat-obatan. Hal ini tentunya diharapkan menciptakan sinergi antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan sosial-ekonomi, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap ancaman perubahan iklim. Di sisi lain, konservasi mangrove juga membutuhkan dukungan kebijakan yang kuat. Pemerintah, baik di tingkat lokal maupun nasional, perlu memberikan perhatian lebih dalam melindungi kawasan mangrove melalui regulasi yang jelas dan penegakan hukum yang ketat terhadap perusakan hutan mangrove. Upaya ini dapat dilakukan dengan memberikan insentif bagi masyarakat yang aktif dalam program restorasi mangrove serta memastikan ada keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Peran Kita dalam Pelestarian Mangrove

Pelestarian mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas lingkungan semata melainkan masyarakat luas juga bisa berkontribusi. Salah satu cara yang efektif adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ekosistem mangrove melalui edukasi dan kampanye publik terkait fungsi dan manfaat ekosistem mangrove. Mengurangi konsumsi produk yang berpotensi merusak mangrove, seperti makanan laut yang diproduksi dari tambak yang menggusur hutan mangrove, adalah langkah kecil yang bisa memberikan dampak besar. Keterlibatan organisasi swasta dan investor juga perlu didorong dalam mendukung program karbon offset melalui restorasi mangrove. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang berinvestasi dalam proyek karbon biru sebagai bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mereka. Melalui kontribusi dana dan teknologi, sektor swasta dapat memainkan peran yang signifikan dalam mempercepat upaya konservasi dan restorasi mangrove di Indonesia.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mangrove-sebagai-penyerap-karbon-alami-harapan-baru-untuk-mengurangi-emisi/73865/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.18 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  4. 4

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.