PANGKEP, JURNALPOST, - Sejumlah mahasiswa Sydney mengunjungi Balai Sakinah Aisyiyah Pangkep, 17-19 Juli 2018. Adapun tujuan kunjungan ini untuk melihat tata kelola dan pengorganisasian komunitas perempuan binaan organisasi Perempuan Islam Aisyiyah Pangkep.
Sekitar 5 kelompok BSA yang tersebar di sejumlah Desa dan Kelurahan Di Pangkep ini menjadi tujuan kunjungan diantaranya Desa Panaikang, Kelurahan Pabundukang, Desa Bonto Manai, Bonto Puca Biraeng dan Desa Bowong Cindea.
Dalam kesempatan itu mahasiswa Sydney ini melihat dan mendengar cerita perubahan anggota BSA bagaimana partisipasi mereka sebagai kaum perempuan dalam pembangunan desa melalui Musrenbang Desa, pemberdayaan ekonomi melalui BUEKA, serta terlibat aktif membangun jaringan dengan para pihak untuk meningkatkan layanan kesehatan melalui program Layanan Umpan Balik yang bekerjasama dengan Puskesmas seperti Puskesmas Minasatene, Puskesmas Bowong Cindea dan Puskesmas Pundata Baji untuk mengkampanyekan pentingnya Kesehatan Reproduksi dan partisipasi masyarakat dalam memperbaiki mutu layanan kesehatan di Unit Layanan Kesehatan.
Menurut Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sri Hati Fachrul kunjungan ini juga sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa Sydney terhadap pengelola pengorganisasian kelompok perempuan di komunitas selama 5 tahun terakhir dimana Aisyiyah sudah bekerjasama dengan pemerintah Australia dalam mendorong kemajuan perempuan dalam berbagai bidang.
"Kami sudah 5 tahun bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui MAMPU, Aisyiyah Pangkep merupakan salah satu daerah yang dianggap sukses dalam memajukan perempuan di Pangkep sehingga menjadi salah satu tujuan kunjungan pembelajaran bagi sejumlah mahasiswa sydney untuk pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas. Dan kunjungan Unsyd ini sudah masuk tahun ke-3" tutur Sri Hajati
Salah satu Mahasiswa Sydney, yang ternyata masih memiliki Keturunan Indonesia-Australia namun telah lama menetap di Sydney menyampaikan bahwa kegiatan BSA binaan Aisyiyah Pangkep telah memberikan banyak pengalaman kepada ibu2 yang lebih banyak berprofesi sebagai IRT untuk mandiri secara ekonomi, trus berani berbicara dan mampu bekerjasama dengan Puskesmas untuk meningkatkan layanan kesehatan.
"ibu-ibu disini ternyata begitu senang bergabung dalam kegiatan Aisyiyah Pangkep, artinya udah banyak memberikan manfaat kepada perempuan di desa" Ujar Ayu dalam dialek Inggris campur Indonesia. (Citizen Report)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda