Grobogan, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 43 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menghadirkan sejumlah program untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Dalam pelaksanaan KKN yang berlangsung sejak 29 Juli hingga 27 Agustus 2026, mahasiswa mengusung program Optimalisasi Digitalisasi dan Branding UMKM Desa Jeketro. Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha lokal memiliki identitas usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi.
Program branding UMKM dilaksanakan secara intensif pada pekan ketiga dan keempat masa KKN. Kegiatannya mencakup pembuatan media promosi, pembenahan tampilan tempat usaha, produksi konten digital, hingga pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps.
Salah satu mahasiswa KKN 43 Unimus, Mukhlis Ahmad Fadhillah, mengatakan program tersebut dirancang agar manfaat kegiatan KKN tidak hanya dirasakan selama mahasiswa berada di desa, tetapi juga dapat terus digunakan oleh masyarakat setelah program berakhir.
“Kami ingin membantu UMKM di Desa Jeketro bukan hanya dari sisi tampilan usaha, tetapi juga bagaimana mereka bisa lebih mudah dikenal melalui media digital. Harapannya, setelah KKN selesai, media promosi, titik Google Maps, maupun pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan tetap bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri,” ujar Mukhlis.
Hadirkan Identitas Baru bagi UMKM Desa Jeketro
Salah satu langkah yang dilakukan mahasiswa KKN 43 Unimus adalah memberikan media promosi berupa MMT kepada lima UMKM di Desa Jeketro.
Media tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi usaha, tetapi juga menjadi bagian dari identitas visual yang dapat membantu masyarakat maupun calon konsumen mengenali usaha dengan lebih mudah.
Bagi UMKM yang sebelumnya belum memiliki papan promosi yang memadai, keberadaan MMT diharapkan dapat membuat tempat usaha lebih mudah ditemukan sekaligus memberikan tampilan yang lebih profesional.
Tidak berhenti pada penyediaan media promosi, mahasiswa juga melakukan renovasi ringan melalui pengecatan ulang terhadap dua tempat usaha, yakni Mie Ayam Sido Mampir dan Warung Numani.
Proses pengecatan dilakukan bersama pemilik usaha sebagai bentuk gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat. Pembenahan tersebut diarahkan untuk menciptakan tempat usaha yang terlihat lebih bersih, nyaman, serta menarik bagi konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga ingin menunjukkan bahwa branding sebuah usaha tidak hanya berkaitan dengan logo atau promosi di media sosial, tetapi dapat dimulai dari tampilan fisik tempat usaha yang memberikan kesan pertama kepada pelanggan.
Mukhlis menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.
“Setiap UMKM punya karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mencoba menyesuaikan bentuk branding yang diberikan agar sederhana, mudah digunakan, dan benar-benar bermanfaat bagi pemilik usaha,” tambahnya.
Perluas Promosi UMKM Lewat Konten Digital
Selain memperkuat identitas visual secara langsung, mahasiswa KKN 43 Unimus turut membantu pelaku UMKM memasuki ruang promosi digital.
Tim KKN memproduksi video branding yang menampilkan profil, produk, serta keunikan masing-masing usaha. Konten tersebut dirancang untuk dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial sehingga jangkauan promosi UMKM tidak hanya terbatas pada masyarakat Desa Jeketro dan sekitarnya.
Melalui konten digital, produk UMKM memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada calon konsumen dari wilayah yang lebih luas.
Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dengan biaya relatif terjangkau. Konten visual yang menarik juga dapat membantu calon konsumen memperoleh gambaran mengenai produk sebelum melakukan pembelian.
Mahasiswa KKN 43 Unimus juga membantu membuat titik lokasi digital bagi UMKM melalui Google Maps.
Keberadaan titik lokasi tersebut membuat konsumen dapat lebih mudah mencari dan menemukan tempat usaha melalui telepon seluler. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keberadaan UMKM Desa Jeketro dalam ekosistem digital.

Gelar Pelatihan Digitalisasi Desa Jeketro
Pendampingan terhadap UMKM kemudian dilengkapi dengan kegiatan Pelatihan Digitalisasi Desa Jeketro yang diselenggarakan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Jeketro mulai pukul 18.00 WIB dan diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Peserta terdiri atas pelaku UMKM, anggota PKK, Karang Taruna, serta unsur Pemerintah Desa Jeketro.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat pelatihan. Teknologi digital tidak hanya dapat digunakan untuk memasarkan produk, tetapi juga mendukung kegiatan organisasi dan penyebaran informasi di lingkungan desa.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan sejumlah platform digital, yakni Canva, Linktree, dan Google Merchant.
Peserta diperkenalkan dengan Canva sebagai aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai desain sederhana, mulai dari poster, materi promosi, katalog produk, hingga konten informasi untuk media sosial.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan pengenalan mengenai Linktree sebagai sarana untuk menggabungkan berbagai tautan penting dalam satu halaman.
Bagi pelaku UMKM, Linktree dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai kanal informasi, seperti akun media sosial, nomor kontak, katalog produk, hingga saluran pemesanan sehingga lebih mudah diakses konsumen.
Peserta juga memperoleh pengenalan mengenai Google Merchant sebagai salah satu layanan digital yang dapat membantu pelaku usaha memperkuat keberadaan produk mereka dalam ekosistem Google.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar dapat dipahami oleh peserta dengan tingkat penguasaan teknologi yang berbeda-beda.
Dorong Masyarakat Lebih Adaptif terhadap Teknologi
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN 43 Unimus berharap masyarakat Desa Jeketro, khususnya pelaku UMKM, semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha.
Digitalisasi dinilai tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan media sosial. Lebih jauh, digitalisasi juga mencakup kemampuan membangun identitas usaha, menyediakan informasi yang mudah ditemukan konsumen, serta mempresentasikan produk dengan tampilan yang menarik.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Jeketro.
Kehadiran papan promosi, pembenahan tempat usaha, produksi konten video, pembuatan titik lokasi Google Maps, serta pelatihan pemanfaatan platform digital diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Mahasiswa berharap fasilitas maupun pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa, Desa Jeketro diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi produk lokal untuk dikenal masyarakat luas.
Program kerja Optimalisasi Digitalisasi dan Branding UMKM Desa Jeketro dilaksanakan oleh KKN-PPM Kelompok 43 Universitas Muhammadiyah Semarang pada Juli–Agustus 2026.
Tim KKN 43 Unimus: Mukhlis Ahmad Fadhillah, Esti Afna Amelia, Jesika Diah Ayu Safitri, Hidayatul Hasanah, Herawati Agustine, Ayu Sayidatul Islamiah, Excel Oka Jonanta, Sinta Meylani Putri, Kukuh Agil Wibowo, Nanda Nur Saputra, Silma Najmi Nurlatifah, dan Betania Elysia Hasna.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda