NGAWI, JurnalPost.com — Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (Unair) melaksanakan Program Bakti Kebersihan di Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Selasa (21/7/2026). Program tersebut diwujudkan melalui penyediaan tong sampah hasil pemanfaatan galon bekas serta edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan di lima dusun, yakni Dusun Pingit, Blumbang, Ngubalan, Butuh, dan Geneng. Melalui program tersebut, mahasiswa BBK 8 berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengenalkan pemanfaatan barang bekas menjadi sarana yang memiliki nilai guna.
Galon bekas yang sebelumnya tidak terpakai diolah menjadi tong sampah dan diberi klasifikasi warna sesuai jenis sampah. Warna kuning diperuntukkan bagi sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang, warna hijau untuk sampah organik, sedangkan warna merah digunakan untuk sampah residu atau sampah yang tidak dapat didaur ulang.
Pembagian berdasarkan warna tersebut diharapkan dapat memudahkan warga dalam mengenali jenis sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Selain menyediakan tong sampah, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga juga memasang banner edukasi di sejumlah titik strategis di Desa Banjarbanggi. Banner tersebut memuat informasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya, tata cara memilah sampah berdasarkan jenis, hingga dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik.
Edukasi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan yang tepat juga berperan dalam mengurangi pencemaran, menjaga kesehatan masyarakat, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa turut memberikan penjelasan mengenai berbagai risiko yang dapat muncul akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Sampah yang menumpuk di saluran air, misalnya, berpotensi menghambat aliran air hingga menyebabkan genangan dan banjir. Tumpukan sampah juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk serta berpotensi mencemari tanah dan sumber air.
Karena itu, masyarakat diajak membangun kebiasaan membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya serta menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Program Bakti Kebersihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Pemanfaatan galon bekas sebagai tong sampah juga menjadi salah satu contoh sederhana penerapan konsep daur ulang. Barang yang sebelumnya dianggap tidak lagi memiliki manfaat dapat diolah kembali menjadi fasilitas kebersihan yang dapat digunakan masyarakat.
Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga berharap budaya peduli lingkungan yang diperkenalkan melalui program tersebut dapat terus diterapkan masyarakat Desa Banjarbanggi meskipun rangkaian kegiatan BBK telah berakhir.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah bersama dalam mewujudkan lingkungan Desa Banjarbanggi yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program Bakti Kebersihan ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda