Kuala Lumpur, Malaysia, JurnalPost.com – Program Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) bagi komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia.
Kegiatan yang berfokus pada pencegahan dan pengelolaan hipertensi serta diabetes melitus tersebut dilaksanakan dalam dua rangkaian. Kegiatan pertama berlangsung pada 1 Agustus 2026 di PCIM Gombak, sedangkan kegiatan kedua digelar pada 7 Agustus 2026 di KBRI Kuala Lumpur.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi UMS dalam meningkatkan literasi sekaligus kemandirian kesehatan masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko, deteksi dini, pencegahan, hingga pengelolaan penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Edukasi turut membahas penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pentingnya melakukan pemantauan kondisi kesehatan secara mandiri.
Materi disampaikan oleh Prof. Arum Pratiwi, S.Kp., M.Kes., Ph.D. dan Dimas Ria Angga Pribadi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., bersama mahasiswa Magister Keperawatan UMS yang telah memiliki pengalaman klinis.

Keterlibatan mahasiswa dengan pengalaman klinis memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan program. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pendampingan serta demonstrasi keterampilan kesehatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada pelaksanaan di PCIM Gombak, 1 Agustus 2026, komunitas Indonesia memperoleh pemahaman mengenai faktor risiko hipertensi dan diabetes, tanda serta gejala awal, langkah pencegahan, hingga cara mengelola penyakit apabila telah terdiagnosis.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan mengelola stres sebagai bagian dari upaya mempertahankan kondisi kesehatan.
Rangkaian PkM-KI kemudian dilanjutkan pada 7 Agustus 2026 di KBRI Kuala Lumpur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kesehatan bagi komunitas WNI di Malaysia sekaligus memperkuat kolaborasi UMS dengan mitra kelembagaan Indonesia di luar negeri.
Selain penyampaian materi, peserta mendapatkan penguatan keterampilan untuk melakukan pemantauan kesehatan sederhana. Salah satunya berupa praktik pengukuran tekanan darah sekaligus pemahaman mengenai cara membaca dan menginterpretasikan hasil pengukuran.
Metode demonstrasi, simulasi, serta praktik langsung digunakan agar peserta semakin mampu melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri dan mengenali kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Tim PkM-KI juga menyediakan berbagai media edukasi berupa modul, buku saku, leaflet, serta materi digital berbahasa Indonesia. Media tersebut dirancang dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat digunakan kembali oleh peserta maupun komunitas sebagai sumber informasi mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi serta diabetes melitus.

Program pengabdian tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan fisik, tetapi turut mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Peserta diajak memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari amanah, ikhtiar, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri sehingga upaya pencegahan penyakit perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan mahasiswa Magister Keperawatan UMS juga menjadi bagian penting dari program. Mahasiswa berperan dalam proses edukasi, pendampingan peserta, praktik keterampilan kesehatan, penyusunan media edukasi, hingga evaluasi kegiatan.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi keperawatan secara langsung dalam konteks pengabdian masyarakat internasional dan berinteraksi dengan komunitas Indonesia yang memiliki beragam kebutuhan kesehatan.
Melalui pelaksanaan PkM-KI di PCIM Gombak dan KBRI Kuala Lumpur, Magister Keperawatan UMS berharap dapat membantu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan masyarakat Indonesia di Malaysia dalam menjaga kesehatan serta melakukan pencegahan terhadap penyakit tidak menular.
Program juga diarahkan agar memiliki dampak berkelanjutan melalui pemanfaatan media edukasi dan penguatan jejaring komunitas kesehatan di lingkungan WNI dan PMI di Malaysia.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam membangun kolaborasi internasional, mendorong hilirisasi ilmu keperawatan, serta menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda