Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

  2. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  3. Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

  4. Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

  5. Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Warga Gonilan Dilatih Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Warga Gonilan Dilatih Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
06 September 2026, 09.10 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Warga Gonilan
Foto bersama seusai penyerahan vandel, bak sampah, poster edukasi, dan produk kemasan pupuk organik cair (POC) dalam kegiatan P2DB Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran UMS di Desa Gonilan, Jumat (4/9/2026). Foto: N Juni Triastuti.

SUKOHARJO, JurnalPost.com – Persoalan sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah rumah tangga justru dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Upaya tersebut diperkenalkan kepada kader lingkungan hidup Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB) yang dilaksanakan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

IKLAN

Kegiatan yang mendapat pendanaan dari DRPPS UMS itu digelar pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Pelatihan difokuskan pada pengolahan sampah anorganik serta penguatan manajemen produksi pupuk organik cair atau POC.

Samas Adimisa Mishbah Habibie
Baca Juga

Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Libatkan Dosen dan Mahasiswa UMS

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari UMS, yakni Dr. N Juni Triastuti, M.Med.Ed, AIFO-K, CMLE, CCP, CPFP, CELM sebagai ketua tim, Ida Nursanti, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D dan Dr. Erna Herawati, SpKJ sebagai anggota tim.

Enam mahasiswa UMS juga terlibat dalam kegiatan tersebut, yaitu Anindya Leta Azalia, Yahdania Sabila Haq, Annisa Shafa Kamila, Muhammad Arfian Putra Kusnadi, Fardan Nafi Murfido, dan Farencia Neo Astrada.

Keterlibatan mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Mereka berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik.

Langkah Kecil Kurangi Sampah
Baca Juga

Kurangi Sampah dari Rumah, IPB University Ajarkan Warga Mulyaharja Membuat Eco Enzyme

Sampah Dipilah Sejak dari Sumber

Dalam pelatihan, kader lingkungan diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenis dan karakteristiknya.

Sampah anorganik seperti plastik, botol, kemasan, dan berbagai material yang sulit terurai diarahkan agar tidak langsung dibuang ke tempat penampungan sampah.

Peserta diperkenalkan pada prinsip pengurangan sampah, penggunaan kembali, serta pengolahan material yang masih dapat dimanfaatkan.

Melalui langkah tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk menghasilkan produk yang lebih berguna.

UMB Ajak Zainn Coffee
Baca Juga

Mahasiswa Teknik Industri UMB Ajak Zainn Coffee Olah Ampas Kopi Menjadi Media Tanam

Selain membantu mengurangi volume sampah, pemanfaatan limbah anorganik juga dapat membuka peluang kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat.

POC Tidak Hanya Dibuat, tetapi Juga Dikelola sebagai Produk

Pelatihan juga memberikan perhatian khusus terhadap produksi pupuk organik cair atau POC.

Peserta tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai proses pembuatan pupuk, tetapi juga bagaimana produksi dikelola secara lebih sistematis, mulai dari persiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, pencatatan produksi hingga pemasaran.

Para kader diperkenalkan dengan pentingnya menjaga kualitas produk serta membuat kemasan yang menarik agar POC yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan.

Dengan demikian, pengolahan sampah organik tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha berbasis masyarakat.

Tim UMS Serahkan Bak Sampah dan Produk POC

Sebagai bagian dari kegiatan, Tim Pengabdian Masyarakat UMS menyerahkan sejumlah sarana pendukung, termasuk bak sampah untuk membantu sistem pemilahan sampah di Desa Gonilan.

Penyerahan bak sampah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat membiasakan diri memisahkan sampah sejak dari sumbernya.

Tim juga memperkenalkan produk POC yang telah dikemas dan siap dipasarkan sebagai salah satu hasil pengembangan program pemberdayaan.

Produk tersebut menjadi contoh bahwa limbah organik dapat diolah menjadi barang yang mempunyai manfaat bagi pertanian sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Tidak hanya itu, sejumlah produk hasil pengolahan sampah anorganik turut diperkenalkan kepada masyarakat.

IKLAN

Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa sampah anorganik yang sebelumnya dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pemilahan dan pengolahan yang tepat.

Konsep tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni mempertahankan material agar tetap memiliki nilai guna selama mungkin sehingga jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan dapat dikurangi.

pendampingan

Dorong Perubahan Cara Pandang terhadap Sampah

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. N Juni Triastuti, mengatakan pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat.

Menurutnya, sampah rumah tangga baik organik maupun anorganik dapat menjadi sumber daya apabila dikelola secara tepat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin kader memiliki keterampilan yang lebih lengkap, tidak hanya dalam memilah dan mengolah sampah, tetapi juga dalam mengelola hasil produksinya agar dapat berkelanjutan,” jelas N Juni Triastuti.

Ia menilai keberlanjutan program pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam menggabungkan aspek lingkungan, produksi, dan manajemen.

Teknologi Tepat Guna Perkuat Pengelolaan Produksi

Sementara itu, Ida Nursanti memberikan penguatan mengenai pemanfaatan teknologi dan manajemen produksi.

Penerapan teknologi tepat guna diharapkan dapat membuat proses pengolahan sampah menjadi lebih mudah, aman, serta efisien bagi masyarakat.

Selain proses produksi, kader juga didorong untuk mulai melakukan pencatatan sederhana mengenai jumlah bahan baku, biaya produksi, jumlah produk yang dihasilkan hingga potensi keuntungan.

Pencatatan tersebut dapat menjadi dasar dalam mengevaluasi perkembangan kegiatan serta menyusun rencana pengembangan produksi dan pemasaran.

Pengelolaan Sampah Berkaitan dengan Kesehatan Lingkungan

Aspek kesehatan lingkungan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Dr. Erna Herawati menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik memiliki hubungan erat dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Sampah yang tidak dikelola dengan benar dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan yang pada akhirnya turut memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, kader lingkungan diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku di tengah masyarakat, terutama dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara benar.

Menuju Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Program pengolahan sampah anorganik dan manajemen produksi POC di Desa Gonilan diharapkan menjadi bagian dari langkah jangka panjang UMS dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Sampah anorganik yang sebelumnya berpotensi menumpuk dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali. Sementara itu, limbah organik dapat diolah menjadi berbagai produk, termasuk pupuk organik cair dan kompos.

Penyerahan fasilitas pemilahan sampah, pengembangan produk POC siap jual, serta berbagai produk dari limbah anorganik menjadi contoh konkret bagaimana isu lingkungan dapat dihubungkan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, kader lingkungan, dan pemerintah desa juga diharapkan mampu membentuk model pemberdayaan yang tidak berhenti setelah program selesai.

Ke depan, Tim Pengabdian Masyarakat UMS akan melakukan evaluasi dan pendampingan terhadap penerapan hasil pelatihan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan program berikutnya.

Produk POC dan hasil olahan sampah anorganik juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, desain kemasan, pencatatan usaha, branding hingga pemasaran digital.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Desa Gonilan diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat di wilayah Kartasura dan sekitarnya.

Melalui pendekatan tersebut, sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, mandiri, dan produktif. (*

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/warga-gonilan-dilatih-ubah-sampah-jadi-produk-bernilai-ekonomi/97593/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 12.12 WITA

  • #Desa Gonilan
  • #Ekonomi Sirkular
  • #Kartasura
  • #Pengabdian Masyarakat
  • #Pupuk Organik Cair
  • #UMS
  • #pengelolaan sampah
  • #sampah anorganik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dosen UMI Berdayakan Guru Pesantren Mizanul Ulum melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Cangkang Telur Itik

Penguatan Instruktur, PPSDM Migas Gelar Sosialisasi Pejabat Fungsional

Komunikasi Gender di Lingkungan Mahasiswa: Stereotip, Interaksi Akademik, dan Negosiasi Identitas

Pancasila di Tengah Patah Hati: Sudahkah Kita Memanusiakan Manusia dalam Hubungan?

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Urgensi Literasi Digital bagi Generasi Z
  2. 2

    Dosen dan Mahasiswa FH UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Warga Rungkut Kidul soal Hukum Keluarga, Digital, dan UMKM

  3. 3

    Dosen dan Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Mangrove Surabaya Timur

  4. 4

    Politik yang Merangkul, Bukan Memecah Belah Masyarakat

  5. 5

    Satu Pintu Buku Kampus, Satu Luka bagi Keadilan Sosial

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.