Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Literasi Keuangan Individu Dalam Membentuk Perilaku Keuangan Keluarga

Literasi Keuangan Individu Dalam Membentuk Perilaku Keuangan Keluarga

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 September 2022, 09.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Keuangan Keluarga
Oleh: I Putu Budiasa (Mahasiswa S2 Prodi. Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)

A. PENDAHULUAN

Masalah keuangan pada masyarakat menjadi problematika yang tidak terputus, hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia itu sendiri yang harus dipenuhi setiap saat. Tidak sedikit orang yang gagal hingga terpuruk dalam kemiskinan sebagai akibat kesalahan dalam pengelolaan keuangan guna memenuhi kebutuhannya secara pribadi maupun keluarga. Salah satu penyebab hal tersebut adalah literasi masyarakat masih rendah. Literasi keuangan telah menjadi focus kebijakan pemerintah dan Lembaga Keuangan di Indonesia, akan tetapi terdapat kekhawatiran bahwa konsumen cenderung kurang memahami konsep keuangan dan tidak memiliki pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan. Tingkat literasi keuangan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan, kebanyakan didominasi oleh industri perbankan, berikutnya disusul asuransi, pegadaian, perusahaan pembiayaan, dana pensiunan, dan perusahaan sekuritas atau pasar modal. Urutan tersebut disusun dari yang tertinggi hingga terendah dalam pemahaman masyarakat akan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Munculnya masalah keuangan bukan karena rendahnya pendapatan, namun juga berasal dari kurangnya pengatahuan seseorang utnuk mengelola keuangannya. Literasi keuangan ini menunjukkan kecakapan individu dalam memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan. Pengelolaan keuangan dalam keluarga sering tidak terarah, perilaku individu dalam mengambil keputusan keuangan cenderung tanpa pertimbangan yang pasti. Sifat komsumtif, emosi dan keinginan individu akan sangat mempengaruhi keberlangsungan keuangan keluarga. Pengetahuan dan perilaku dalam mengelola keuangan sangat diperlukan agar kesejahteraan dalam jangka panjang dapat tercapai.

B. KAJIAN PUSTAKA

1. Literasi Keuangan Financial Literacy (literasi keuangan) adalah salah satu perilaku ekonomi yang berkembang di masyarakat dengan sadar telah dijalani selama bertahun-tahun. Literasi keuangan sebagai pengetahuan dan kemampuan mengaplikasikannya (knowledge and ability) akan mempengaruhi bagaimana orang menabung, meminjam, berinvestasi dan mengelola keuangan. Leterasi keuangan adalah kebutuhan dasar bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan dan bagaimana mengelola keuangan serta teknik dalam berinvestasi dengan tujuan mecapai kesejahteraan, menurut Lusardi & Mitchell, (2007). Menurut Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (2013) literasi diartikan sebagai kemampuan memahami, jadi literasi keuangan adalah kemampuan mengelola dana yang dimiliki agar berkembang dan hidup bisa lebih sejahtera dimasa yang akan datang, OJK (Organisasi Jasa Kuangan) menyatakan bahwa misi penting dari program literasi keuangan adalah untuk melakukan edukasi dibidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas, supaya rendahnya pengetahuan tentang industri keuangan dapat diatasi dan masyarakat tidak mudah tertipu pada produk-produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka pendek tanpa mempertimbangkan resikonya. Berdasarkan data survei yang dikeluarkan oleh OJK, didapatkan hasil bahwa 21,84% masyarakat termasuk bagian Well Literate, 75,69% termasuk Sufficient Literate, dan 2,06% tergolong less literate, dan 0,14% masuk kebagian not literate, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat indonesia sudah dinilai cukup untuk bisa menggunakan fitur, risiko, hak, dan berbagai kewajiban yang ada terkait produk jasa keuangan. Tapi, seperempat masyarakat Indonesia masih belum mempunyai keterampilan dalam menggunakan produk dari jasa keuangan. Selain tingkat literasi, berbagai aspek dalam literasi keuangan berdasarkan Chen dan Volpe. a. Pemahaman Pengetahuan Dasar Tentang Keuangan Pribadi. Aspek pertama pada literasi keuangan adalah memahami beberapa hal yang erat kaitannya dengan pengetahuan dasar tentang finansial pribadi. b. Tabungan Dan Pinjaman. Aspek kedua pada literasi keuangan adalah berkaitan dengan pinjaman dan tabungan, seperti misalnya penggunaan kartu kredit. c. Asuransi. Aspek selanjutnya dalam literasi keuangan adalah pengetahuan dasar pada asuransi dan berbagai produknya, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, kendaraan, dll. d. Investasi. Aspek terakhir pada literasi keuangan adalah pengetahuan terkait investasi, seperti pengetahuan tentang risiko investasi, sukuk bunga pasar, dll. 2. Perilaku Keuangan (Financial Behavior) Behaviour Finance adalah keterlibatan perilaku yang ada pada diri seseorang yang meliputi emosi, sifat, kesukaan dan bebagai macam hal yang melekat dalam diri manusia sebagai mahkluk intelektual dan sosial yang berinteraksi dan melandasi munculnya keputusan melakukan tindakan (Ricciard V. and Simon H, (2000) Nofsinger, (2005) mendefinisikan perilaku keuangan yaitu mempelajari bagaimana manusia secara aktual berperilaku dalam sebuah penentuan keuangan (a financial setting). Financial Behaviour menjelaskan bagaimana seseorang memperlakukan, mengelola, dan menggunakan sumber keuangan yang dimilikinya. Seseorang yang memiliki tanggung jawab pada perilaku keuangannya akan menggunakan uang secara efektif dengan melakukan penganggaran, menyimpan uang dan mengontrol pengeluaran, melakukan investasi, dan membayar hutang tepat waktu. Menurut Nababan (2012) mengemukakan indicator financial behaviour (perilaku keuangan) adalah : a. Membayar tagihan tepat waktu. b. Membuat anggaran pengeluaran dan belanja. c. Mencatat pengeluaran dan belanja (harian, bulanan dan lain-lain). d. Menyediakan dana untuk pengeluaran tidak terduga. e. Menabung secara periodik. f. Membandingkan harga antar toko atau swalayan ataupun supermarket sebelum memutuskan untuk membeli.

C. PEMBAHASAN

Literasi keuangan yang baik sangat diperlukan untuk mendukung berbagai fungsi ekonomi. Jadi semakin banyak masyarakat yang sadar terkait produk dari jasa keuangan, maka akan semakin meningkat pula transaksi keuangan yang ada, dan akhirnya akan mampu meningkatkan pergerakan roda perekonomian. Dalam negara maju seperti halnya Amerika, pihak pemerintah turut serta dalam mengimplementasikan pendidikan literasi keuangan dari mulai anak-anak sekolah dasar. Jadi, anak-anak tersebut akan diberikan panduan terkait cara mengelola uang yang sudah mereka terima dari uang sakunya masing-masing. Lantas, mereka akan diarahkan untuk selalu mampu menyimpannya pada berbagai kas yang berbeda, seperti kas membeli mainan, kas membeli makanan dan minuman, atau kas tabungan. Dengan adanya tingkat disiplin yang tinggi dan administrasi yang tertib, anak-anak di atas tidak akan lagi membelanjakan uang yang ada di dalam salah satu kasnya untuk keperluan yang diluar dari kotak kas tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa financial literacy memiliki hubungan positif dengan perilaku keuangan (financial behavior). Hilgert, Hogart dan Beverly (2003) menambahkan financial behavior dan financial lliteracy ke dalam kuesioner pada National Survey of Consumer Finances. Mereka membuat Financial Practice Index berdasarkan perilaku dalam empat variabel : manajemen arus kas, manajemen kredit, tabungan, dan perilaku investasi, kemudian membandingkan indeks tersebut dengan skor financial literacy dan menemukan bahwa orang dengan level financial literacy yang lebih tinggi juga memiliki Financial Practice Index yang lebih tinggi, yang mengindikasikan adanya hubungan positif antara perilaku keuangan (financial behavior) dengan financial literacy walaupun arah kausalitasnya belum jelas. Kausalitasnya mungkin saja berbeda, dalam arti bahwa peningkatan dalam financial literacy yang menyebabkan semakin baik atau efektifnya perilaku keuangan (financial behavior) serta pengambilan keputusan keuangan (financial decisions making) atau malah sebaliknya.

D. PENUTUP

1. Kesimpulan Dari berbagai penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memang masih belum mempunyai tingkat literasi yang cukup atau tinggi. Perkembangan perkapita pada negara ini wajib diiringi dengan literasi keuangan yang signifikan. Data-data di atas memperlihatkan kepada kita semua bahwa secara keseluruhan masyarakat Indonesia masih belum memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi atau memadai. Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat harus diimbangi dengan pemberian edukasi yang memadai agar tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap industri jasa keuangan juga semakin meningkat. Dengan literasi keuangan yang sudah memadai akan meningkatkan kemampuan dan efektifitas individu dalam perilaku keuangan dalam mengambil keputusan keuangannya. 2. Saran Masyarakat sebagai individu harus mampu meningkatkan pengetahuan dibidang literasi keuangan untuk menunjang perikaku keuangannya dalam keluarga sehingga segala keputusan keuangan yang diambil dapat meminimalisir resiko dan dan kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/literasi-keuangan-individu-dalam-membentuk-perilaku-keuangan-keluarga/37323/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.27 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

Pilihan Editor

  1. 1 Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. 4

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. 5

    Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.