Jurnalpost - Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa menggulirkan kampanye akhir tahun bertajuk “HUMANESIA” yang artinya “Mereka Keluarga Kita”. Kampanye tersebut dilatarbelakangi atas predikat insan sosial yang melekat dalam diri setiap manusia.
Ini disampaikan Derektur utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan di jakarta, kamis ( 24/11/2016). Imam Rulyawan menjelaskan, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk tak henti membantu saudara saudara kita yang kurang beruntung, para dhuafa.Terlebih situasi negeri ini di beberapa daerah tengah tertimpa bencana seperti banjir dan longsor. Hal tersebut dapat menggugah rasa kemanusiaan.
“Dalam kondisi bencana, orang yang mampu pun bisa jadi orang dhuafa karena kehilangan harta benda. Apalagi orang yang tadinya dhuafa. Mereka jelas butuh bantuan karena mereka keluartersebut ” ungkap Imam.
Seiring dengan digulirkan kampanye HUMANESIA, Dompet Dhuafa menyajikan delapan program unggulan. Kedelapan program tersebut yakni : Sahabat Berbagi Harapan, Beasiswa Anak Hebat, Hemodiabisa, Terima Kasih Ibu, Garut Bangkit, Tebus Ijazah, Berbagi Hak Gizi dan Detak Harapan.
Dari kedelapan program tersebut beberapa diantaranya adalah program reguler Dompet Dhuafa. Program Hemodiabisa misalnya, Dompet Dhuafa memiliki layanan memiliki layanan mesin cuci darah yakni Hemodiabisa untuk pasien dhuafa di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa di Bogor, Jawa Barat.
“Banyak sekali orang yang mengalami gagal ginjal lantaran tiada biaya berobat. Melalui program HemodiaBisa, mencoba menolong mereka yang harus rutin cuci darah dengan layanan gratis hemodialisa di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa bagi pasien kurang mampu, ” jelas Imam.
Dompet Dhuafa mempersiapkan berbagai layanan untuk mempermudah masyarakat meluaskan aktivitas kebajikan selama kampanye HUMANESIA ini. Dompet Dhuafa menghadirkan kemudahan menunaikan donasi melalui kanal perbankan. QR Code, e-Money, dan puluhan konter dibeberapa mall dan pusat perbanjaan di Jabodetabek.
“Sejatinya kampanye HUMANESIA ini mengajak publik untuk tidak mengenal waktu dalam berbuat kebaikan. Ia bisa kapanpun, tidak harus di bulan Ramadhan saja, misalnya. Bagaimanapun, semangat berbuat kebaikan dan kepedulian harus senantiasa menggelora kapanpun,” pungkas Imam. (heri zohiri)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda