BOYOLALI, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemitraan Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan konten promosi digital kepada pengelola wisata Umbul Langse dan masyarakat Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli 2026 di Balai Desa Nepen tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata desa kepada khalayak yang lebih luas.
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan KKN Kemitraan UNS di Desa Nepen yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Nepen Berbasis Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi.”
Salah satu fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kemampuan masyarakat dalam mempromosikan objek wisata Umbul Langse melalui berbagai platform digital.
Umbul Langse merupakan salah satu potensi wisata Desa Nepen yang menawarkan destinasi wisata air bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Namun, berdasarkan observasi awal mahasiswa KKN, promosi destinasi tersebut masih banyak dilakukan secara konvensional. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok juga dinilai belum maksimal sehingga jangkauan informasi mengenai Umbul Langse kepada calon wisatawan masih terbatas.
Melihat kondisi itu, mahasiswa KKN menghadirkan program sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan konten promosi digital yang dirancang agar dapat dipraktikkan masyarakat menggunakan perangkat sederhana seperti telepon seluler.
Warga Dikenalkan Strategi Promosi Digital
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan media digital untuk mempromosikan destinasi wisata.
Mahasiswa menjelaskan sejumlah keuntungan promosi digital, mulai dari kemampuan menjangkau calon wisatawan yang lebih luas, biaya promosi yang relatif terjangkau, hingga peluang menyampaikan informasi kepada kelompok pengunjung yang lebih spesifik.
Peserta juga diperkenalkan dengan pola perjalanan calon wisatawan ketika menemukan destinasi melalui internet dan media sosial.
Mulai dari tahap melihat sebuah konten, munculnya ketertarikan, terbentuknya kepercayaan terhadap destinasi, hingga akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan kunjungan.

Selain strategi pemasaran, peserta dikenalkan dengan sejumlah platform yang dapat digunakan untuk mendukung promosi Umbul Langse, di antaranya TikTok, Instagram, Google Maps, dan WhatsApp.
Setiap platform memiliki fungsi berbeda. Instagram dan TikTok dapat digunakan untuk menampilkan konten visual, Google Maps membantu calon wisatawan menemukan lokasi dan informasi destinasi, sementara WhatsApp dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dengan pengunjung.
Belajar Membuat Konten Lewat Ponsel
Pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik pembuatan konten menggunakan telepon seluler.
Peserta mendapatkan arahan mengenai teknik dasar mengambil foto dan video yang menarik untuk dijadikan bahan promosi wisata.
Mahasiswa KKN juga memperkenalkan penggunaan aplikasi CapCut sebagai salah satu perangkat penyuntingan video yang relatif mudah digunakan melalui telepon seluler.
Peserta dipandu secara bertahap mulai dari mengunduh aplikasi, memasukkan materi foto dan video, melakukan proses penyuntingan, menyimpan hasil video, hingga mengunggah konten ke media sosial.
Selain unsur visual, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penyusunan pesan promosi agar konten mampu menarik perhatian calon wisatawan.
Mahasiswa memberikan contoh pembuatan hook atau kalimat pembuka serta caption sederhana yang dapat digunakan untuk membangun rasa penasaran dan mendorong calon pengunjung mencari tahu lebih jauh mengenai Umbul Langse.
Dorong Promosi Wisata Secara Mandiri
Program tersebut dirancang agar masyarakat tidak sekadar memahami pentingnya promosi digital, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk membuat dan mempublikasikan konten secara mandiri.
Dengan menggunakan telepon seluler dan aplikasi yang mudah diakses, masyarakat diharapkan dapat memproduksi materi promosi tanpa harus bergantung pada kemampuan teknis yang kompleks.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Delvina Ratu Florenza, mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret, sebagai bagian dari program KKN Kemitraan UNS yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Melalui program sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan tersebut, masyarakat Desa Nepen diharapkan mampu membangun kebiasaan promosi digital secara rutin dan konsisten.
Kemampuan itu juga diharapkan tetap dimanfaatkan setelah periode KKN berakhir sehingga informasi mengenai Umbul Langse semakin luas, jumlah calon wisatawan meningkat, dan potensi pariwisata Desa Nepen dapat terus berkembang.
Penulis: Delvina Ratu Florenza
Mahasiswa S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda