Penulis : Putri Khotimah, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
JurnalPost.com - Karang Ampel, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKNMAs) Kelompok 61 dari Universitas Muhammadiyah se-Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program pendidikan dan pembelajaran keagamaan di Pondok Pesantren Roudlotun Nash Chin Salafiyah, Karang Ampel, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam bidang pendidikan keagamaan. Kehadiran mahasiswa KKNMAs di lingkungan pondok diharapkan dapat membantu mendampingi proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi anak-anak dan santri.
Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah salat Asar dan dilanjutkan kembali setelah salat Magrib hingga pukul 20.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNMAs Kelompok 61 secara langsung berinteraksi dengan para santri, mendampingi proses belajar, memberikan materi, serta membantu anak-anak dalam mengulang dan menyetorkan hafalan.
Berbagai kegiatan keagamaan diberikan kepada para santri, di antaranya mengajar ilmu keagamaan, menghafalkan hadis, mempelajari kitab-kitab salafiyah atau kitab kuning, serta tahfidz Juz 30. Pembelajaran kitab salafiyah mencakup beberapa bidang keilmuan Islam, seperti Nahwu melalui kitab Jurumiyah dan Imrithi, Shorof melalui Amtsilah At-Tashrifiyah, Fiqih melalui Safinatun Najah dan Fathul Qarib, Aqidah melalui Aqidatul Awam, serta Akhlak melalui Ta'limul Muta'allim. Untuk pembelajaran hadis, salah satu kitab yang dapat digunakan adalah Arba'in Nawawi.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga menggunakan metode membaca bersama, pengulangan, tanya jawab, hafalan, dan setoran. Metode tersebut diterapkan agar para santri lebih mudah memahami materi sekaligus mampu mengingat dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah program tahfidz Juz 30. Para santri dibimbing untuk menghafalkan surat-surat pendek secara bertahap. Kegiatan dimulai dengan membaca ayat bersama-sama, mengulang bacaan beberapa kali, kemudian dilanjutkan dengan setoran hafalan kepada mahasiswa pendamping. Dengan pembiasaan yang dilakukan setiap hari, anak-anak diharapkan semakin lancar dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur'an.
Selain hafalan Al-Qur'an, kegiatan menghafalkan hadis juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Para santri diajak untuk menghafalkan hadis secara bertahap serta diberikan penjelasan mengenai makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga mendorong para santri untuk memahami dan menerapkan pesan-pesan keislaman.
Pembelajaran kitab kuning dan kitab salafiyah juga menjadi sarana untuk mengenalkan para santri pada khazanah keilmuan Islam yang telah dipelajari secara turun-temurun di lingkungan pesantren. Mahasiswa membantu mendampingi santri dalam membaca, memahami, dan mengulang materi sesuai dengan pembelajaran yang diberikan di pondok.

Antusiasme anak-anak terlihat selama mengikuti kegiatan. Mereka mengikuti pembelajaran dengan semangat, terutama ketika kegiatan dilakukan secara bersama-sama melalui hafalan, pengulangan bacaan, dan tanya jawab. Interaksi antara mahasiswa dan santri juga menciptakan suasana pembelajaran yang akrab dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, KKNMAs Kelompok 61 tidak hanya berupaya membantu proses pembelajaran, tetapi juga turut menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, sopan santun, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap Al-Qur'an dan ilmu agama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama berada di perguruan tinggi. Mahasiswa dapat belajar berkomunikasi dengan masyarakat, memahami kehidupan pesantren, serta mengembangkan kemampuan dalam mendampingi dan mengajar anak-anak.
Dengan adanya kegiatan rutin tersebut, KKN Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kelompok 61 berharap dapat memberikan manfaat yang nyata bagi Pondok Pesantren Roudlotun Nash Chin Salafiyah dan para santri. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan keagamaan, tetapi juga meninggalkan pengalaman positif dan semangat belajar yang dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Kegiatan di Pondok Pesantren Roudlotun Nash Chin Salafiyah menjadi salah satu wujud komitmen mahasiswa KKNMAs dalam menghadirkan pengabdian yang berorientasi pada pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda