Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kenanga Laras, Harmoni Karawitan yang Menyatukan Tiga Generasi

Kenanga Laras, Harmoni Karawitan yang Menyatukan Tiga Generasi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
16 Agustus 2026, 00.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kenanga Laras
BANTUL, JurnalPost.com – Di tengah derasnya arus modernisasi, alunan gamelan masih terus terdengar dari Tegalkenongo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui Paguyuban Karawitan Kenanga Laras, seni tradisi tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan tiga generasi sekaligus, yakni generasi sepuh, pemuda, dan anak-anak. Keberadaan tiga generasi dalam satu kelompok menjadi salah satu kekuatan Kenanga Laras dalam menjaga keberlanjutan seni karawitan. Selain menjadi wadah pelestarian budaya lokal, kegiatan paguyuban juga turut mempererat hubungan sosial antarwarga. Paguyuban Karawitan Kenanga Laras berdiri sejak 2006. Seiring berjalannya waktu, kelompok ini terus berkembang dan mulai memperluas jejaring dengan aktif mengikuti berbagai pementasan sejak 2014. Semangat para anggota untuk memperkenalkan seni karawitan juga tidak bergantung pada imbalan. Setiap kesempatan tampil dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan Kenanga Laras sekaligus memperkenalkan seni gamelan kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam menjalankan kegiatannya, Paguyuban Karawitan Kenanga Laras dipimpin oleh Ardian Muharto. Paguyuban juga mendapat pendampingan dari sejumlah pembina, yakni Sutarta, S.Sn., Nika Yunianingsih, S.Sn., S.Pd., dan Dewangga. Para pembina berperan dalam mendampingi proses latihan, meningkatkan kemampuan anggota, serta mendukung keberlangsungan Kenanga Laras sebagai salah satu wadah pelestarian seni karawitan di Tegalkenongo. Kenanga Laras

Berawal dari Semangat Gotong Royong Warga

Perjalanan Kenanga Laras tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat. Pada masa awal berdiri, para anggota harus berpindah-pindah tempat latihan karena belum memiliki seperangkat gamelan sendiri. Melalui bantuan dan iuran warga, pada 2015 Kenanga Laras akhirnya berhasil memiliki seperangkat gamelan berbahan besi. Gamelan tersebut hingga kini masih digunakan sebagai sarana utama latihan para anggota. Dengan fasilitas yang dimiliki serta semangat para anggotanya, Kenanga Laras mulai mendapatkan kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan. Salah satunya adalah pementasan di kawasan Prambanan selama dua tahun berturut-turut pada 2016 dan 2017. Terbaru, pada 24 Juli 2026, Kenanga Laras turut tampil di Taman Budaya Yogyakarta dalam rangka Festival Dalang Anak dan Remaja Provinsi Yogyakarta. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kelompok dalam mempertahankan eksistensi sekaligus memperkenalkan karawitan kepada masyarakat.

Latihan Rutin dan Tantangan Regenerasi

Saat ini, latihan rutin Kenanga Laras dilaksanakan setiap Minggu malam. Latihan pada dasarnya dilakukan secara bergilir untuk setiap generasi. Namun, menjelang pementasan, kegiatan latihan lebih difokuskan kepada anggota yang akan tampil. Dalam beberapa pementasan, anggota yang terlibat merupakan gabungan dari generasi sepuh dan pemuda. Pola tersebut menunjukkan bahwa karawitan dapat menjadi ruang interaksi sekaligus transfer pengetahuan antargenerasi. Kenanga Laras Meski demikian, Kenanga Laras juga menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga proses regenerasi. Salah satunya adalah konsistensi kehadiran anggota muda yang mulai disibukkan oleh pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Kelompok anak-anak juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan waktu latihan dengan jadwal pelatih yang memiliki berbagai kesibukan. Menurut salah seorang anggota muda Kenanga Laras, semangat para anggota menjadi faktor utama yang membuat paguyuban tersebut dapat terus bertahan hingga sekarang.
“Yang membuat Kenanga Laras tetap bertahan adalah semangat bapak dan ibu yang mengikuti paguyuban ini. Kalau semangat itu hilang, paguyuban tentu tidak akan bisa bertahan,” tuturnya.

Kenanga Laras sebagai Keluarga Kedua

Lebih dari sekadar kelompok seni, Kenanga Laras memiliki peran sosial dalam mempererat hubungan antarwarga. Latihan rutin menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai usia untuk bertemu, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Bagi generasi muda, bergabung dengan Kenanga Laras juga tidak sekadar mempelajari cara memainkan gamelan. Mereka turut belajar tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap komunitas. Kenanga Laras Salah seorang anggota muda mengungkapkan bahwa dirinya tetap berusaha aktif mengikuti kegiatan Kenanga Laras meskipun kesibukan pekerjaan semakin meningkat.
“Di Kenanga Laras saya belajar banyak hal, tidak hanya berlatih karawitan tetapi juga kebersamaan. Saya menganggap Kenanga Laras sebagai keluarga kedua saya. Walaupun kesibukan semakin meningkat, saya akan tetap meluangkan waktu untuk aktif di paguyuban ini karena saya merasa banyak memperoleh ilmu dari sini,” ujarnya.
Kebersamaan lintas generasi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang membuat Kenanga Laras mampu mempertahankan eksistensinya selama sekitar dua dekade.

Berharap Memiliki Gamelan Perunggu

Hingga kini, Kenanga Laras telah memiliki seperangkat gamelan berbahan besi yang lengkap. Ke depan, paguyuban berharap mendapatkan dukungan untuk memiliki seperangkat gamelan berbahan perunggu. Keberadaan gamelan perunggu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana yang dimiliki sekaligus menunjang proses latihan dan pementasan anggota Kenanga Laras. Kenanga Laras Di sisi lain, harapan terbesar para anggota adalah agar proses regenerasi dapat terus berlangsung sehingga Kenanga Laras tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tegalkenongo pada masa mendatang.
“Harapan saya, semoga Kenanga Laras tetap bertahan di masa depan, siapa pun nanti yang menjadi penerusnya,” pungkas salah seorang anggota muda.
Keberadaan Kenanga Laras menunjukkan bahwa seni tradisi bukan sekadar warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan identitas masyarakat. Melalui semangat gotong royong serta proses regenerasi yang terus diupayakan, Kenanga Laras menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman. Selama semangat tersebut terus diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, alunan gamelan akan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tegalkenongo. Penulis: Yaskur Al Kautsar – KKN UNS 01 Desa Tirtonirmolo

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenanga-laras-harmoni-karawitan-yang-menyatukan-tiga-generasi/97149/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.58 WITA

  • #Berita Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Pilihan Editor

  1. 1 Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan
  2. 2

    Scrolling Boleh, Pecah Belah Jangan: Menjaga Nilai Pancasila di Tengah Ramainya Media Sosial

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.