Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Kisah seorang Ibu yang menjadi tulang punggung Keluarga

Kisah seorang Ibu yang menjadi tulang punggung Keluarga

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Juni 2023, 15.13 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Kisah seorang Ibu yang menjadi tulang punggung Keluarga

Oleh: Adysa Dzikrina Nur Jannah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon

JurnalPost.com - Dipagi yang cerah ini, semua orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, tak terkecuali Ibu Robiah. Beliau setiap pagi mengambil pesanan makanan dari tetangganya untuk dijual dengan berjalan kaki mengelilingi dari kayuwalang ke kalikoa Cirebon seolah-olah ingin memberikan contoh kepada kita bahwa mencari uang itu sangatlah susah.

IKLAN

Dengan kehidupan beliau yang sangat berat harus mampu dilewati dengan terus berjuang mencari nafkah demi keluarganya bisa makan dan bisa bersekolah. Walaupun yang dihasilkan uang halal, beliau mampu mengerjakannya tanpa mengeluh.

Sosok Petani
Baca Juga

Sosok Petani Wanita Yang Tak Kenal Lelah

Usaha yang telah beliau jalani seorang diri mulai sejak tahun 2001 telah sedikit mengubah kehidupannya. Walau ditengah penjualannya, beliau dikagetkan dengan salah satu sosok anak pertamanya yang meninggal, tidak menghalangi belau untuk terus berjualan ditengah-tengah kesedihannya.

Diusia Ibu Robiah yang ke 51 tahun ini, membuat beliau lebih berusaha lagi dalam berjualan, karena suami beliau tidak mampu mencari nafkah dan sudak tidak banyak bekerja lagi seperti dulu dengan begitu, bekerja tidak hanya untuk kaum laki-laki saja tetapi perempuan juga diperbolehkan bekerja seperti halnya yang dilakukan beliau. Beliau mempunyai 3 anak, yang anak pertama meninggal karena sakit. Lalu anak yang lainnya sedang bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan dimodalkan usaha dan berdoa beliau berdagang beraneka macam jajanan dan nasi itu tidak membuat kaya walaupun sudah bertahun-tahun atau berhari-hari dilaluinya. Karena pasti ada beberapa harinya yang membuat dagangannya tidak laku keras.

Sehingga membuat kenyataan bahwa meskipun seorang ibu berusaha keras dengan berdagang beraneka macam jajanan dan nasi, tidak selalu berarti dia akan menjadi kaya. Dunia bisnis memiliki risiko yang terkait dengan fluktuasi permintaan dan penjualan, dan ada hari-hari di mana dagangannya mungkin tidak laku keras.

Pilu Seorang Kakek Harus Berbagi Tempat Tidur Dengan Tikus dan Kecoa
Baca Juga

Pilu Seorang Kakek Harus Berbagi Tempat Tidur Dengan Tikus dan Kecoa

Meskipun ibu tersebut mungkin menghadapi tantangan dan kegagalan dalam usahanya, penting untuk diingat bahwa keberhasilan finansial tidak selalu terukur dalam kekayaan materi. Meskipun pendapatannya mungkin tidak konsisten, usaha dan ketekunan beliau memiliki nilai yang tak ternilai. Beliau mungkin telah memberikan makanan dan kebutuhan dasar untuk keluarganya, serta mengajarkan mereka nilai-nilai kerja keras, ketahanan, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi kesulitan.

IKLAN

Dalam perjuangannya sebagai tulang punggung keluarga, beliau menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Seperti halnya, ditengah usaha beliau yang berjualan jajanan keliling, pasti banyak yang mengikuti usaha penjualan beliau. Terlebih juga beliau ikut berjualan ke rumah kos-kosan disekitaran bima dan karyamulya, disana ada juga yang ikut berjualan, sehingga beliau dagangannya mengalami penuruan. Dan beliau juga mungkin mengalami stres finansial, kelelahan fisik dan emosional, dan perasaan kesepian karena kurangnya dukungan dan waktu untuk dirinya sendiri. Namun, beliau tetap kuat dan gigih, karena motivasi dan cinta yang kuat terhadap keluarganya.

Bagi beliau ini merupakan tentang keberanian, keteguhan, dan pengorbanan seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi kebaikan keluarganya. Meskipun peran seorang ibu sebagai tulang punggung keluarga bisa sangat menantang, tetapi kisah ini juga menceritakan tentang kekuatan seorang ibu yang mampu mengatasi segala rintangan demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Karena dibarangi juga dengan motto hidup beliau yang membuat semangat dalam berjualan adalah seperti “Selagi diberi kesehatan, dan menjadi tulang punggung keluarga teruslah berusaha dan jangan lupa dibarangi dengan berdoa”.

Selain itu, beliau juga harus mengelola rumah tangga, melakukan tugas-tugas rumah tangga sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan mengurus anak-anak. Beliau berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, meskipun terkadang merasa lelah dan tertekan.

Sendiri di Kamar Sepi
Baca Juga

Sendiri di Kamar Sepi

Kisah ini dapat menginspirasi orang lain untuk menghargai peran seorang ibu dan memberikan dukungan kepada mereka yang berjuang dalam peran serupa. Ibu-ibu seperti ini adalah pilar keluarga yang luar biasa, dan kisah mereka harus dihargai dan diakui.

Dan mengajarkan kita untuk tidak hanya melihat keberhasilan dalam hal finansial, tetapi juga menghargai upaya dan dedikasi seseorang dalam menjalankan tanggung jawab mereka sebagai tulang punggung keluarga. Meskipun ada hari-hari yang sulit dalam usaha dagangnya,beliau tersebut tetap bertahan, berdoa, dan melanjutkan perjuangannya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Hal ini juga mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan dalam bisnis memiliki pasang surutnya. Kesuksesan tidak selalu datang secara instan, dan penting untuk tetap gigih dan optimis dalam menghadapi tantangan. Dalam situasi seperti ini, mungkin berguna bagi ibu tersebut untuk mengevaluasi strategi bisnisnya, mencari peluang baru, dan memperkuat jaringan sosial untuk mendukung usahanya.

Terlebih lagi, penting bagi kita semua untuk mendukung dan menghargai usaha mereka yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Kita dapat memberikan dukungan moral, membeli produk atau jasa yang mereka tawarkan, atau bahkan membantu mempromosikan usaha mereka di lingkungan kita. Dengan berkolaborasi dan saling mendukung, kita dapat membantu meringankan beban mereka dan meningkatkan kesempatan keberhasilan mereka dalam bisnis.

Ketika kita mendukung usaha mereka, kita turut memperkuat komunitas kita. Kita juga menghargai kerja keras dan dedikasi mereka untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Dalam lingkungan yang saling mendukung, kesempatan untuk keberhasilan dalam bisnis dapat meningkat, dan mereka akan merasa dihargai dan didukung dalam perjalanan mereka.

Semoga kisah Ibu Robiah dan pengusaha lainnya dapat menginspirasi kita untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada mereka yang berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka melalui usaha yang gigih dan penuh dedikasi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kisah-seorang-ibu-yang-menjadi-tulang-punggung-keluarga/54536/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.09 WITA

  • #Human Interest

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  4. 4

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.