- Anak mengalami stress dan depresi
- Anak merasa terkekang
- Anak mudah merasa takut
- Anak cenderung merasa tidak dihargai
- Anak terlalu manja
- Terlalu dimanjakan. Orang tua yang berusaha memenuhi setiap permintaan anak dipercaya akan membuat anak bahagia. Padahal, pola asuh seperti ini akan membuat anak sulit merasa puas dan membuat mereka suka memaksa. Sebagian orang tua juga mengira anak-anak harus di stimulasi setiap waktu agar tidak merasa bosan. Kebiasaan seperti ini justru dapat membuat anak kurang kreatif dan tidak tahu cara menghilangkan rasa bosan.
- Membebaskan anak menonton TV atau main gadget. Anak-anak lebih cepat menyerap hal-hal yang pernah mereka lihat dan dengar. Oleh karena itu, pemberian smartphone dan tontonan TV pada usia dini dapat merubah perilaku anak. Agar tidak terjadi hal-hal yang seperti itu, sebaiknya orang tua harus lebih hati-hati dalam memberikan sesuatu kepada anak. Dalam semua kegiatan anak, orang tua harus selalu memantau perkembangan dan pertumbuhan anak. Hal ini dapat mencegah masuknya pengaruh buruk terhadap anak itu sendiri. Dengan pengawasan intensif dari orang tua, maka anak akan menjadi terpantau dan selalu dalam pengawasan keluarga.
- Terlalu melindungi anak. Pola asuh seperti ini dapat membuat anak menjadi takut dalam beraktivitas sosial. Anak akan takut dalam pengambilan keputusan serta takut dalam menjalin pertemanan baru. Anak merasa bahwa dirinya dikekang dengan peraturan yang dibuat oleh orang tua. Menurut sebagian orang tua bahwa ini sebagai keselamatannya juga, padahal ini akan berdampak buruk sekiranya berlebihan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda