Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Kehidupan Tragis Warga Palestina dalam Film The Present

Kehidupan Tragis Warga Palestina dalam Film The Present

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
01 Maret 2024, 17.11 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Film The Present

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas)

Film The Present diproduksi oleh Philistine Films pada tahun 2020 dan disutradarai oleh Farah Nabulsi. Film yang masih tayang di platform Netflix ini diperankan secara epik dan apik oleh Saleh Bakri sebagai Yusef, Maryam Kanj sebagai Yasmine, Mariam Basha sebagai Noor.

IKLAN

Film ini juga ditayangkan dalam Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand, dinominasikan untuk Academy Award kategori Film Pendek dan mendapatkan penghargaan BAFTA untuk Film Pendek Terbaik. Film ini juga mendapatkan penghargaan di Cleveland International Film Festival, Brooklyn Film Festival, dan Palm Springs International Festival of Short Films.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Film ini menceritakan tentang keluarga kecil dari Yusef yang memiliki putri bernama Yasmine dan istri bernama Noor. Mereka tinggal  di Tepi Barat Palestina. Wilayah Tepi Barat ini masih diduduki dan dijajah oleh Israel. Tentara Israel memeriksa setiap penduduk Tepi Barat Palestina yang akan melintasi jalan-jalan umum dan memperlakukan rakyat Palestina seperti bangsa jajahan dan penuh dengan rasisme.

Yusef bersama putrinya, Yasmine, hendak membeli kulkas di Beitunia, sebuah daerah yang diduduki Israel, sebagai hadiah ulang tahun pernikahan untuk  istrinya, Noor. Tetapi, keduanya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka harus melewati checkpoint tentara Israel yang memeriksa mereka dengan tatapan penuh kecurigaan dan memperlakukan mereka seperti binatang dan penjahat.

Menurut Madison Ford yang menulis di UK Film Review, film ini adalah karya seni yang membuka mata dan memikat sejak awal tentang rezim apartheid Israel. Akhirnya, film The Present membawa sang sutradara, Nabulsi, ke puncak keberhasilan baru dan menjadikannya sebagai sutradara Palestina perempuan pertama yang bersaing dalam kategori film pendek di ajang penghargaan Oscar.

IKLAN

Yang menarik, ternyata Nabulsi tidak memiliki latar belakang dunia film dan bahkan dulu bekerja sebagai pialang saham di Kota London. Jadi, Nabulsi baru saja menemukan bakat baru sebagai sutradara film dan menceritakan kepada publik tentang negara leluhurnya.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Nabulsi sudah beberapa kali mengunjungi Palestina saat masih anak-anak, tetapi baru pada perjalanan pertamanya kembali sebagai dewasa pada tahun 2013. Kini Nabulsi menyadari perjuangan setiap hari rakyat Palestina di bawah tatapan mata yang rasis dan penuh kebencian dari tentara penjajah Israel.

Di Palestina, Nabulsi melihat langsung checkpoint tentara Israel, kamp pengungsi, atau reruntuhan rumah yang hancur. Pengalaman ini yang mendorongnya menjadi sutradara film.

Nabulsi ingin menyuarakan kritiknya terhadap rezim apartehid zionis Israel dan cintanya kepada rakyat Palestina melalui film. Nabulsi ingin menceritakan cerita-cerita penting kemanusiaan yang tertindas kepada seluruh dunia. Nabulsi ingin memberi suara kepada mereka yang dibungkam oleh rezim apartheid zionis Israel.

Pengalaman Nabulsi di checkpoint tentara Israel kemudian menginspirasi cerita film pendeknya "The Present." Ia juga melihat kerasnya kehidupan rakyat Palestina di daerah yang diduduki Israel. Hak Asasi Manusia rakyat Palestina benar-benar telah dirampas oleh rezim apartheid zionis Israel.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Alhasil, film ini menarik disaksikan untuk melihat kenyataan pahit terhadap penjajahan yang terjadi di bumi Palestina. Tidak ada alasan apa pun yang dapat digunakan oleh Israel untuk melanjutkan penjajahan mereka di tanah yang dirampoknya dari penduduk asli Palestina. Free Palestine !

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kehidupan-tragis-warga-palestina-dalam-film-the-present/65429/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.29 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.