Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Ambisi Bisnis Machiavellian-Hobbesian dalam Film I Care a Lot

Ambisi Bisnis Machiavellian-Hobbesian dalam Film I Care a Lot

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 Februari 2024, 13.02 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Ambisi Bisnis Machiavellian-Hobbesian dalam Film I Care a Lot

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas)

JurnalPost.com - Film I Care a Lot rilis tahun 2021 di platform Netflix dan disutradarai oleh J Blakeson. Film ini dibintangi oleh Rosamund Pike, Peter Dinklage, Eiza González, Chris Messina, Macon Blair, Alicia Witt, dan Damian Young.  Film ini berhasil membuat Pike memenangkan Penghargaan Aktris Terbaik dalam Film Komedi atau Musikal di Golden Globe Awards ke-78.

IKLAN

Film I Care a Lot menghadirkan gambaran yang kompleks tentang ambisi bisnis yang jahat dan sistem yang korup dalam konteks hubungan antarpribadi yang rapuh. Film ini juga memperlihatkan kejahatan yang dilakukan oleh seorang wali hukum yang tak kenal ampun, Marla Grayson (Rosamund Pike), yang mengambil keuntungan dari kelemahan sistem hukum untuk memeras klien-kliennya yang tak berdaya.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Film ini mengilustrasikan kehalusan operasi keji Marla Grayson dalam mencapai tujuannya. Dengan presisi seperti jam mesin, dia memilih klien-klien yang rentan dan kemudian memanfaatkan proses hukum untuk mengambil alih kendali atas aset dan keuangan mereka. Keahlian Marla Grayson dalam memanfaatkan celah-celah dalam hukum dan manipulasi sistem yang ada menunjukkan sifat Machiavelianisme yang khas dalam ambisi bisnisnya. Dia tidak ragu untuk memanfaatkan kerentanan orang lain demi keuntungannya sendiri.

IKLAN

Film ini juga terlihat menunjukkan aspek Hobbesianisme dalam ambisi bisnis Marla. Dalam masyarakat yang didominasi oleh kepentingan individu dan ketidakpercayaan terhadap otoritas, Grayson Marla menjadi perwujudan dari kecenderungan manusia untuk bertindak sesuai dengan keinginan dan keuntungan pribadi tanpa memedulikan konsekuensi sosial atau moral. Tindakan Marla yang acuh tak acuh terhadap penderitaan dan kehilangan klien-kliennya menunjukkan pandangan dunia yang distopia, di mana kepentingan diri menjadi tujuan utama tanpa memperhatikan etika atau empati.

Dalam konteks ini, kinerja Rosamund Pike sebagai Marla Grayson tidak hanya menarik, tetapi juga menegaskan kompleksitas karakter. Pike dengan cemerlang memerankan Marla sebagai sosok yang karismatik namun kejam, mampu memanipulasi situasi dengan kecerdasan dan keanggunan yang meyakinkan. Keberhasilannya dalam menghadirkan karakter ini membantu memperkuat narasi film tentang ambisi bisnis yang ganas dan sistem yang korup.

Namun demikian, film ini juga menggambarkan konsekuensi dari ambisi bisnis yang tidak bermoral. Ketika Grayson Marla menemukan dirinya berhadapan dengan kekuatan bisnis dan mafia yang lebih besar dan lebih berbahaya, dia menyadari bahwa tindakannya memiliki konsekuensi yang tidak terduga. Ini menyoroti hal yang normatif bahwa seberapa kuat atau liciknya seseorang, akhirnya kejahatan akan dibalas. Tetapi, dalam dunia bisnis kapitalisme modern, berbagai kepentingan potensial terjalin secara konspiratif demi profit tanpa peduli dengan latar, motif dan nilai.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Alhasil, film I Care a Lot memberikan gambaran yang menarik tentang genealogis ambisi bisnis Machiavelian-Hobbesian yang kejam dan sistem yang korup dan konspiratif dalam masyarakat modern. Melalui karakter Marla Grayson, film ini mengingatkan kita akan bahaya yang timbul ketika keuntungan pribadi diletakkan di atas segalanya, dan mengajak penonton untuk mempertanyakan nilai-nilai moral dan etika dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ambisi-bisnis-machiavellian-hobbesian-dalam-film-i-care-a-lot/65000/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 05.44 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  3. 3

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  4. 4

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  5. 5

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.