Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  2. Nasabah BRI Bojonegoro Ungkap Kemudahan Cicil Emas Lewat BRImo, Praktis dan Fleksibel

  3. Mahasiswa Untag Surabaya Amati Jalannya Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  4. Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

  5. Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Jangan Hanya Memberikan Obat, Pasien Juga Berhak Tahu

Jangan Hanya Memberikan Obat, Pasien Juga Berhak Tahu

N
Penulis: Nur Intan Rahayu
30 September 2026, 17.08 WITA • Editor: Danang Purnama
5 menit baca
Memberikan Obat
lustrasi seorang perawat memberikan penjelasan mengenai obat kepada pasien sebelum dikonsumsi. Komunikasi yang jelas menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak pasien sekaligus mendukung keselamatan selama proses perawatan. Foto: Ilustrasi/JurnalPost

JurnalPost.com - Saat menjalani perawatan di rumah sakit, pasien tentu berharap mendapatkan pelayanan yang aman dan informasi yang jelas mengenai kondisi maupun perawatan yang diterimanya. Salah satunya adalah ketika pasien mendapatkan obat. Pemberian obat bukan hanya soal memastikan obat diberikan sesuai jadwal, tetapi pasien juga perlu mengetahui obat apa yang diberikan, untuk apa obat tersebut digunakan, dan mengapa obat tersebut perlu dikonsumsi.

Hal ini dapat dilihat dari pengalaman ketika seorang pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Saat perawat datang untuk memberikan obat, pasien tidak mendapatkan penjelasan mengenai nama obat, kegunaan, maupun alasan obat tersebut diberikan. Pasien kemudian melihat obat yang diterimanya dan merasa belum memahami obat apa yang akan diminumnya. Karena itu, pasien bertanya kepada tenaga kesehatan mengenai obat tersebut karena ingin mengetahui apa yang akan dikonsumsinya.

IKLAN

Melihat kondisi tersebut, sebagai mahasiswa yang sedang menjalani praktik keperawatan, penulis kemudian membantu menjawab pertanyaan pasien mengenai obat yang diterimanya dengan memberikan penjelasan dasar sesuai pengetahuan yang dimiliki dan tetap dalam arahan tenaga kesehatan. Penjelasan diberikan dengan bahasa sederhana agar pasien lebih mudah memahami obat yang akan dikonsumsinya.

Setelah mendapatkan penjelasan, pasien menjadi lebih memahami obat yang diberikan dan tujuan penggunaannya dalam proses perawatan. Dari kejadian ini terlihat bahwa hal yang mungkin dianggap sederhana oleh tenaga kesehatan, seperti menjelaskan obat, ternyata cukup penting bagi pasien.

Pasien pada dasarnya memiliki hak untuk mendapatkan informasi mengenai perawatan yang diterimanya. Informasi tersebut membantu pasien memahami apa yang sedang dilakukan terhadap dirinya dan memberikan kesempatan untuk bertanya jika masih ada hal yang belum dipahami. Ketika pasien mengetahui informasi mengenai pengobatannya, pasien juga dapat lebih memahami proses perawatan yang sedang dijalani. Karena itu, komunikasi antara perawat dan pasien menjadi bagian penting dalam proses pemberian obat.

IKLAN

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan etika dalam keperawatan, terutama prinsip autonomy. Prinsip ini berarti menghargai hak pasien untuk mengetahui dan terlibat dalam perawatan dirinya. Dalam kasus tersebut, pasien berhak mengetahui obat apa yang diberikan, apa kegunaannya, dan mengapa obat tersebut perlu dikonsumsi. Ketika informasi diberikan dengan jelas, pasien dapat memahami pengobatannya dan memiliki kesempatan untuk bertanya sebelum menerima atau mengonsumsi obat tersebut. Ketika informasi diberikan dengan jelas, pasien dapat memahami pengobatannya dan memiliki kesempatan untuk bertanya sebelum menerima atau mengonsumsi obat tersebut. Pemenuhan hak pasien untuk mendapatkan informasi juga menjadi bagian dari upaya mendukung medication safety dan patient safety, karena pasien yang memahami pengobatannya memiliki kesempatan untuk bertanya, mengklarifikasi informasi, dan menyampaikan apabila terdapat hal yang belum sesuai atau belum dipahami.

Selain berkaitan dengan etika, pemberian informasi mengenai obat juga berhubungan dengan keselamatan pasien. Pasien yang tidak mengetahui obat yang diberikan mungkin masih memiliki pertanyaan atau belum memahami tujuan pengobatannya. Sebaliknya, komunikasi yang jelas memberikan kesempatan kepada pasien untuk menyampaikan pertanyaan dan memastikan informasi yang diterimanya sudah dipahami. Karena itu, proses pemberian obat sebaiknya tidak berhenti ketika obat sudah diberikan kepada pasien, tetapi juga memperhatikan apakah pasien mendapatkan informasi yang cukup mengenai obat tersebut.

Namun, ketika pasien belum mendapatkan informasi yang cukup, masalahnya tidak selalu hanya terletak pada perawat. Dalam pelayanan rumah sakit, ada banyak hal yang dapat memengaruhi komunikasi dengan pasien, seperti beban kerja, jumlah tenaga, komunikasi antarpetugas, prosedur pelayanan, supervisi, lingkungan kerja, serta sistem dan manajemen rumah sakit. Artinya, pelayanan yang aman tidak hanya membutuhkan perawat yang mampu berkomunikasi dengan baik, tetapi juga lingkungan dan sistem rumah sakit yang mendukung pelayanan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak pasien dan keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama. Perawat tetap memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang mudah dipahami, tetapi rumah sakit juga perlu menyediakan sistem pelayanan yang memungkinkan komunikasi dengan pasien dilakukan dengan baik. Dengan dukungan tersebut, pemberian informasi tidak hanya bergantung pada kondisi atau kesibukan masing-masing tenaga kesehatan.

Bagi pasien dan keluarga, bertanya ketika mendapatkan obat juga bukanlah sesuatu yang salah. Pertanyaan sederhana seperti, “Obat ini untuk apa?” atau “Kenapa saya perlu minum obat ini?” justru dapat membantu pasien memahami pengobatannya. Pasien tidak perlu merasa sungkan untuk meminta penjelasan apabila informasi yang diberikan belum cukup jelas. Komunikasi dua arah seperti ini dapat membantu pasien lebih memahami perawatan yang sedang dijalaninya.

Pada akhirnya, memberikan obat kepada pasien bukan hanya tentang memastikan obat sampai dan diminum oleh pasien. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu memastikan pasien tahu apa yang sedang diterimanya dan mengapa obat tersebut diberikan. Komunikasi yang sederhana, jelas, dan terbuka dapat membantu menghargai hak pasien, meningkatkan keterlibatan pasien, dan mendukung keselamatan selama menjalani perawatan. Pasien bukan hanya penerima obat, tetapi juga berhak tahu tentang pengobatan yang diterimanya.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/jangan-hanya-memberikan-obat-pasien-juga-berhak-tahu/97912/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 18.20 WITA

  • #etika keperawatan
  • #hak pasien
  • #keperawatan
  • #keselamatan pasien
  • #komunikasi perawat pasien
  • #medication safety
  • #pelayanan rumah sakit
  • #pemberian obat

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menagih Janji Negara: Mengurai Persoalan Kesejahteraan Guru Honorer di NTT

Urgensi Pencegahan Perundungan Remaja di Surabaya: Antara Perlindungan dan Tanggung Jawab Sosial

Transaksi Digital & Maqashid Syariah: Antara Kemudahan dan Kemaslahatan

Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

UPN “Veteran” Jawa Timur dan UNDIP Perkuat Kerja Sama Akademik di Bidang Pendidikan dan Penelitian

Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

Pilihan Editor

  1. 1 Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia
  2. 2

    Cegah Anemia Ibu Hamil, Dosen FKM UMI Latih Kader CAPIL di Jeneponto

  3. 3

    Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

  4. 4

    Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

  5. 5

    Punya 10 Saham Belum Tentu Aman, Begini Cara Markowitz Menentukan Portofolio Investasi yang Efisien

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.