PALINGGIHAN, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menghadirkan program edukatif bertajuk “Ruang Cerita dan Aksara” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Palinggihan.
Program bimbingan belajar tersebut dilaksanakan secara rutin di setiap wilayah rukun warga, mulai dari RW 01 hingga RW 04, dengan menyasar anak-anak di lingkungan Desa Palinggihan.
Ruang Cerita dan Aksara dirancang untuk memberikan pendampingan belajar yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Agar materi yang diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan anak, peserta dibagi menjadi tiga rombongan belajar berdasarkan usia dan kemampuan masing-masing.
Rombongan belajar pertama diperuntukkan bagi anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun. Dalam kelompok ini, mahasiswa mengenalkan nama-nama benda beserta sifat dan karakteristiknya melalui metode belajar sambil bermain.
Pendekatan interaktif tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak usia prasekolah mengenali lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan keberanian mereka dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Rombongan belajar kedua diikuti oleh anak-anak berusia 7 hingga 9 tahun. Materi pembelajaran difokuskan pada latihan menulis dan mengeja aksara dasar untuk memperkuat kemampuan literasi awal.
Sementara itu, rombongan belajar ketiga diperuntukkan bagi anak-anak berusia 10 hingga 13 tahun. Mereka mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami isi bacaan.
Dalam kelompok tersebut, anak-anak juga dilatih membuat resensi sederhana terhadap buku atau bacaan singkat. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kemampuan memahami informasi, menyampaikan kembali isi bacaan, serta melatih pola pikir kritis sejak dini.
Melatih Mental dan Menjadi Alternatif Pendidikan Gratis
Kehadiran program Ruang Cerita dan Aksara memperoleh sambutan hangat dari masyarakat Desa Palinggihan. Warga menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu libur sekolah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan kemampuan sosial anak-anak.

Salah seorang warga Desa Palinggihan mengatakan, metode belajar sambil bermain yang diterapkan mahasiswa KKN mampu melatih keberanian anak, terutama bagi peserta yang masih berada pada usia prasekolah.
“Poin plusnya adalah melatih mental. Melalui metode belajar dan bermain yang dibawakan mahasiswa KKN, anak-anak dilatih untuk berani, mengenal teman-temannya, dan menjadi lebih fleksibel,” ujarnya.
Menurutnya, suasana belajar yang santai membuat anak-anak merasa lebih nyaman dibandingkan dengan pembelajaran formal yang terkadang dianggap kaku.
“Di sekolah formal suasananya mungkin lebih teratur dan kaku. Di sini, anak-anak mendapatkan pendekatan prasekolah yang seru sehingga mereka merasa senang dan menikmati kegiatan belajar,” lanjutnya.
Selain memberikan manfaat bagi perkembangan psikologis dan akademik anak, program tersebut juga dinilai membantu meringankan beban finansial keluarga.
Kebutuhan terhadap kelas tambahan maupun les privat biasanya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Melalui Ruang Cerita dan Aksara, mahasiswa KKN UNSIKA menawarkan pendampingan belajar secara gratis kepada anak-anak di Desa Palinggihan.
Warga mengaku terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menghadirkan guru privat. Anak-anak tetap mendapatkan pendampingan sebagai bekal menghadapi tahun ajaran baru maupun untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki pendidikan formal.
Harapkan Program Berlanjut
Koordinator mahasiswa KKN di Desa Palinggihan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini kami berharap bisa membantu anak-anak mengisi waktu luang selama libur sekolah. Kegiatan ini juga menjadi wadah belajar bagi anak-anak yang belum memasuki usia sekolah,” ujarnya.
Program Ruang Cerita dan Aksara juga menjadi salah satu bentuk implementasi pesan Kepala Desa Palinggihan saat menyambut kedatangan mahasiswa KKN. Mahasiswa diminta menghadirkan kegiatan yang mampu memberikan kontribusi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Konsep program yang memadukan kegiatan belajar, bermain, membaca, dan bercerita tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan anak-anak di desa.
Masyarakat berharap Ruang Cerita dan Aksara tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa KKN berakhir. Warga mendorong pemerintah desa, karang taruna, maupun para pemuda Desa Palinggihan untuk mengadopsi konsep kegiatan tersebut sebagai agenda pendidikan yang berkelanjutan.
Melalui program Ruang Cerita dan Aksara, mahasiswa KKN UNSIKA berharap dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus menghadirkan pengalaman pendidikan yang menyenangkan, bermakna, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat Desa Palinggihan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda