JurnalPost.com - Sungguh ironis, fasilitas baru yang direnovasi dan dibangun dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai 1,6 Milyar yang dikerjakan oleh pihak ke 3, di sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, belum maksimal bisa dimanfaatkan, karena sarana pendukung yang belum lengkap.
Kondisi tersebut dialami warga sekolah SDN Leuwihalang Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya yang sudah lebih dari satu semester belum ada tanda tanda pertanggungjawaban yang nyata dari pihak pelaksana proyek.
Pasca selesainya pembangunan program revitalisasi dari dana Alokasi Khusus (DAK) di SDN Leuwihalang selesai di bulan Desember 2024. Ternyata masih meninggalkan sisa pekerjaan rumah yang belum tuntas. Mulai dari kelengkapan Meubelair Perpustakaan, Ruang Guru, Sekat Ruangan, Teralis Ruang Laboratorium, sampai kelengkapan Meubelair Siswa (Meja dan Kursi) sampai saat ini belum terpenuhi 100 %.
Alhasil sejumlah siswa kelas II dan kelas V terpaksa harus duduk di lantai atau lesehan saat pembelajaran di kelas. Bahkan para siswa pun belum bisa memanfaatkan buku di Perpustakaan karena rak penyimpanan buku dan kelengkapan Perpustakaan lainnya belum ada.
Pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Tasikmalaya sudah beberapa kali menjembatani akan kekurangan dari proses pembangunan ini, bahkan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat pun telah melaksanakan Monev ke lokasi pada tanggal 21 April 2025. Namun sampai saat belum ada tindak lanjut yang sesuai harapan dari pihak pelaksana.
Sementara itu pihak sekolah, diwakili oleh Kepala SDN Leuwihalang, Yayat Hidayat, S.Pd, dirinya bersama warga sekolah merasa kecewa kepada pihak pelaksana. Dirinya bersama para guru hanya bisa pasrah karena sebagai penerima manfaat hanya bisa menyampaikan kekurangan ini kepada unsur Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya.
"Kami sudah beberapa kali menyampaikan kondisi ini ke Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, telah diterima diinventarisir, dan akan diupayakan solusinya dengan pihak pelaksana pembangunan,", ungkapnya.
"Bahkan, pihak pelaksana proyek sudah beberapa kali dikonfirmasi sekarang tidak bisa dihubungi karena nomor WA nya sudah tidak aktif. Pihak konsultan pun tidak bisa berbuat banyak mengatasi hal ini", imbuh Yayat.
Semua warga sekolah dari mulai guru, komite sekolah dan pihak orang tua pun menyampaikan kekecewaan yang sama dengan Kondisi yang sungguh ironis di SDN Leuwihalang ini.
Sejumlah wali murid pun mulai mengeluh, sebab kondisi yang demikian itu otomatis kenyamanan siswa dalam belajar menjadi terganggu.
Ketua Komite SD Negeri Leuwihalang AD. Hidayat, M.Sy., menjelaskan, kondisi seperti ini sudah berjalan sekitar enam bulan. “Satu tahun kurang, kira-kira tujuh bulan berjalanlah, pihak sekolah sudah beberapa kali menyampaikan kekurangan ini, namun sampai sekarang belum dipenuhi” ucap H. Dayat.
Salah seorang guru SDN Leuwihalang, Ade Dedi, S.Ag, menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 untuk program Revitalisasi SDN Leuwihalang, sebagaimana tertera dalam papan nama proyek, nilainya cukup besar senilai Rp. 1.641.053.161,40 (Satu Milyar Enam Ratus Empat Puluh Satu Juta Lima Puluh Tiga Ribu Seratus Enam puluh Satu Rupiah koma Empat Puluh).
Nilai anggaran yang besar ini dialokasikan untuk Rehab seluruh Ruang Kelas 6 Ruang, 1 Ruang Guru, 1 Ruang Perpustakaan, Toilet Guru dan Toilet murid, ditambah ruang baru untuk Laboratorium Komputer dan ruang UKS beserta kelengkapannya.
"Anggaran besar cukup fantastis ini ternyata belum maksimal dirasakan manfaatnya, karena masih banyak kekurangan yang belum terpenuhi, terutama Meja dan Kursi Siswa, Sekat Ruangan, Meubelair Perpustakaan, dan lainnya" ungkap Ade.
Mewakili para guru, Ade berharap semoga pihak pelaksana masih ada tanggungjawabnya untuk memenuhi semua kekurangan, dan pihak pemerintah serta unsur terkait semoga bisa memberi solusi atas kondisi ini. Karena dengan kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar, apalagi menjelang datangnya tahun ajaran baru 2025/2026, pungkasnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda