Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Belajar Matematika itu Menyenangkan: Belajar Pecahan dengan Donat

Belajar Matematika itu Menyenangkan: Belajar Pecahan dengan Donat

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 Maret 2019, 12.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
belajar matematika
Siswa bekerja secara berkelompok membuat pecahan dari kue donat

Balikpapan, Kalimantan Timur, Jurnalpost - Semenjak Tanoto Foundation bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag mengenalkan skenario pembelajaran memakai unsur MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi), banyak guru di Kaltim yang kreatif dalam mengajar. Mereka berusaha membuat pembelajaran jadi menyenangkan dan sesuai karakter anak-anak. Salah satunya bu Lusi Ambarani, guru kelas II dari Madrasah Nahdatul Ulama Balikpapan. Ia mengajar pecahan pada siswa dengan memakai media kue enak yang disukai anak-anak : kue donat.

“Ini adalah salah satu cara saya agar siswa menjadi senang belajar matematika. Kebanyakan siswa takut dengan matematika kalau kita mengajar tidak dengan cara yang menyenangkan dan sesuai karakter mereka,” ujar bu Lusi.

IKLAN

Nah bagaimana caranya ia mengajar pecahan dengan memakai donat?

Para peserta pelatihan
Baca Juga

900 Pendidik Kaltim Telah Dilatih Siapkan Siswa Hadapi Era Industri 4.0

Pertama, ibu Lusi tidak langsung membagikan donat pada siswa, tapi lebih dahulu mengajak mereka mengamati kertas biru yang dia modelkan sebagai donat. Ibu Lusi bertanya pada para siswa, kalau ia memiliki donat yang harus dibagi adil pada salah satu siswa, maka apa yang harus ia lakukan? Para siswa menjawab donat tersebut harus dibagi dua.

Setelah itu, ibu Lusi menempelkan kertas biru tersebut di papan tulis dan meminta siswa menentukan berapa besar jadinya dari salah satu bagian donat tersebut. Para siswa langsung menjawab setengah bagian. Ibu Lusi kemudian menuliskan angka ½ di papan tulis dan mengajarkan bahwa yang diatas disebut pembilang dan yang dibawah disebut penyebut dalam sebuah pecahan.

Selanjutnya ibu Lusi mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain yang mengarahkan siswa mengerti 1/4, 1/5 dan seterusnya. Misalnya dengan pertanyaan “Ibu punya selembar kertas berbentuk lingkaran dan mau dibagi 4 sama rata? Berapakah nilai masing-masing kertas yang telah dibagi empat?”

Setelah siswa mengerti konsepnya, mereka dibagi menjadi lima kelompok. Kali ini ibu Lusi benar-benar memberikan mereka kue donat dan pemotongnya. Masing-masing kelompok diberi tugas membagi donat berdasarkan angka pecahan yang ia berikan. Tiap kelompok mendapatkan angka yang berbeda-beda, misalnya 1/7, 1/8, 1/9 dan seterusnya.

Belajar Matematika dari Kerajinan Lokal
Baca Juga

Pemanfaatan Anyaman Pandan Sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Aceh Timur

IKLAN

Disinilah waktu yang amat menyenangkan, para siswa memotong-motong kue donat yang diberikan sesuai angka pecahan yang diberikan. Mereka sangat antusias!

Apalagi setelah selesai kegiatan itu, para siswa diajak saling mengunjungi hasil kerja kelompok. Difasilitasi oleh ibu Lusi, para siswa mengoreksi pekerjaan kelompok lainya. Dengan saling berkunjung seperti ini, siswa sambil bermain diajak bu Lusi untuk memahami apa yang ia kerjakan dan dikerjakan temannya.

“Siswa gembira sekali mengunjungi hasil karya teman-temannya. Apalagi setelah itu, kue kue yang dijadikan media belajar dimakan bersama-sama, mereka begitu gembira!” cerita bu Lusi tentang siswa-siswanya.

Namun permainan belum selesai. Untuk menguji kemampuan siswa, bu Lusi juga meminta siswa secara individu membuat sendiri soal pecahan dan membuat gambarnya.

Menag Dorong Kemandirian Pesantren
Baca Juga

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

Karena sudah mengetahui konsep yang diajarkan, siswa sangat cekatan menjawab. Salah satu siswa misalnya menuliskan angka 1/3, kemudian menggambar sebuah persegi panjang, lalu dibagi menjadi 3 bagian sama besar. Adapula yang menuliskan bilangan 1/10 dan menggambar sebuah lingkaran yang ia bagi menjadi 10 bagian, layaknya pizza.

“Anak-anak menikmati sekali pembelajaran matematika dengan cara begini. Mereka gembira sekaligus cepat mengerti,” kata bu Lusi antusias.

Mengutip penelitian INAP Kemendikbud tahun 2016, Indonesia dikategorikan masuk kondisi darurat matematika. 77,6 persen siswa SD di seluruh Indonesia memiliki kompetensi matematika yang sangat rendah, 20,58 cukup dan hanya 2,29 persen yang kategori baik. Hal ini disinyalir salah satu sebabnya adalah karena kurangnya kemampuan metodologi pembelajaran matematika oleh guru. “Model pembelajaran yang ibu Lusi lakukan perlu disebarluaskan, agar siswa semenjak dini menyukai matematika, pelajaran yang seringkali jadi momok bagi para siswa, “ ujar Mustajib, Communication Specialist Tanoto Foundation Kalimantan Timur.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/belajar-matematika-itu-menyenangkan-belajar-pecahan-dengan-donat/9037/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.57 WITA

  • #Belajar
  • #Dinas Pendidikan
  • #Kemenag
  • #Matematika

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Awali Hari dengan Salat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi, MAN 1 Bulukumba Tanamkan Semangat Sehat Lahir dan Batin

  4. 4

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  5. 5

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.