Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Nasabah BRI BritAma Asal Bojonegoro Ini Manfaatkan BRImo untuk Permudah Transaksi Usaha Dagang

  2. Bayar Makan di Angkringan Kini Bisa Pakai QRIS BRI, Pedagang Bojonegoro Rasakan Manfaatnya

  3. Atlet Petanque Pangkep Raih Perak dan Perunggu di Porprov Sulsel 2026, Sakila Tembus Final Shooting Putri

  4. Belajar dari Negeri Sakura: Bisakah Jepang Membantu Indonesia Memadamkan Karhutla?

  5. Pernah Bangkrut hingga Harus Mulai dari Nol, Derra Pratama Kini Banting Setir Jadi TikTok Affiliate

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. TKA 2026 Berbeda! Mengukur Kemampuan Murid, Mengevaluasi Mutu Sekolah, dan Membuka Jalan ke Kampus Impian

TKA 2026 Berbeda! Mengukur Kemampuan Murid, Mengevaluasi Mutu Sekolah, dan Membuka Jalan ke Kampus Impian

M
Penulis: Muhamad Dedi Manfaluthi
08 November 2026, 15.29 WITA Editor: Alvin Pradana
08 Nov 2026, 15.29 WITA · 7 menit baca
7 menit baca
Kegiatan Briefing
Kegiatan Briefing pengawas silang TKA di SMA Negeri di Kabupaten Cirebon, pada hari Senin, 26 Oktober 2026

JurnalPost.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 membawa perubahan menarik dalam dunia pendidikan Indonesia. Tidak hanya menyangkut penyesuaian jadwal, asesmen ini juga menghadirkan kesempatan bagi murid untuk mengenali kemampuan akademiknya, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pelaksanaan utama TKA jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Jadwal tersebut dimulai lebih awal dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung pada November.

IKLAN

Perubahan ini tentu bukan sekadar persoalan waktu. Ada harapan besar agar TKA menjadi instrumen pengukuran capaian akademik yang lebih objektif, sekaligus memberikan gambaran mengenai kesiapan murid menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Di Balik Papan Tulis
Baca Juga

Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

Pada 2026, penyelenggaraan TKA juga terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN). Meski demikian, keduanya memiliki fungsi berbeda. TKA mengukur capaian akademik individu, sedangkan AN memberikan gambaran mengenai mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

Hasil TKA memang tidak secara langsung menentukan nilai Rapor Pendidikan sekolah. Namun, informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan refleksi bagi pendidik untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan menyusun langkah perbaikan.

TKA dan Peluang Menuju Perguruan Tinggi Impian

Bagi murid kelas akhir SMA, TKA memiliki arti penting karena hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen pendukung dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Khususnya pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), nilai TKA berfungsi sebagai validator capaian akademik yang tercantum dalam rapor. Dengan demikian, TKA dapat membantu memberikan gambaran yang lebih terstandar mengenai kemampuan murid dari berbagai sekolah.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Namun, perlu dipahami bahwa nilai TKA bukan satu-satunya penentu status eligible maupun keberhasilan dalam SNBP. Prestasi akademik, nilai rapor, pemeringkatan sekolah, dan ketentuan seleksi tetap memiliki peran penting.

Bagi saya sebagai seorang pendidik, kebijakan ini patut diapresiasi. Pemerintah berupaya menghadirkan sistem penilaian yang dapat memberikan kesempatan lebih adil kepada murid untuk menunjukkan kemampuan akademiknya.

Setiap murid tentu memiliki potensi berbeda. Ada yang unggul dalam kemampuan numerasi, ada pula yang memiliki kekuatan dalam literasi, bahasa, atau bidang akademik tertentu. Melalui TKA, potensi tersebut diharapkan dapat tergambarkan secara lebih objektif.

Di sinilah sekolah mempunyai tanggung jawab untuk memastikan murid memperoleh pendampingan yang memadai, bukan sekadar mengejar hasil ujian, melainkan juga mempersiapkan masa depan pendidikan mereka.

Peserta dan sivitas akademika FEB UPN
Baca Juga

FEB UPN Veteran Jatim Hadirkan Akademisi Polandia Bahas Strategi Keuangan di Tengah Krisis Global

Saatnya Guru Memberikan Kepercayaan kepada Murid

Pelaksanaan TKA 2026 yang berlangsung sejak akhir Oktober hingga awal November semestinya menjadi momentum refleksi dalam proses pembelajaran, terutama bagi murid kelas akhir.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah karakter generasi murid saat ini. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital, internet, dan berbagai sumber pembelajaran yang dapat diakses kapan saja.

Kondisi tersebut tentu berbeda dengan pengalaman generasi pendidik sebelumnya.

Murid sekarang memiliki kesempatan mempelajari materi melalui video pembelajaran, platform pendidikan, simulasi ujian, hingga latihan soal berbasis digital. Mereka dapat mengembangkan cara belajar yang lebih mandiri sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Karena itu, sudah saatnya guru memberikan ruang kepercayaan yang lebih besar kepada murid untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA.

Kepercayaan bukan berarti membiarkan mereka belajar tanpa arahan. Sebaliknya, guru tetap berperan sebagai pendamping yang membantu murid menentukan strategi belajar, memahami kelemahannya, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Kita tidak perlu terlalu khawatir apabila murid memiliki pendekatan belajar yang berbeda dengan pengalaman kita dahulu. Setiap generasi menghadapi tantangan pendidikan sesuai perkembangan zamannya.

Yang terpenting adalah memastikan mereka mampu memanfaatkan berbagai kemudahan tersebut secara bertanggung jawab.

Menggabungkan Pengalaman Belajar Lama dengan Teknologi Baru

Sebagai pendidik, kita tentu masih mengingat masa ketika Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) dan kemudian Ujian Nasional (UN) menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan.

Pada masa itu, persiapan menghadapi ujian sering dilakukan melalui latihan soal berulang, hafalan, pembahasan materi, serta berbagai kegiatan pengayaan.

Metode tersebut tidak sepenuhnya kehilangan relevansinya.

Latihan soal, kuis, dan pembelajaran berulang atau drilling masih dapat membantu murid memperkuat pemahaman terhadap materi tertentu. Namun, pendekatan tersebut perlu dikombinasikan dengan pembelajaran yang mendorong penalaran, analisis, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

IKLAN

Terlebih, karakter soal TKA tidak hanya menguji kemampuan mengingat informasi, tetapi juga menuntut pemahaman konsep dan penerapan pengetahuan.

Artinya, guru perlu meningkatkan kualitas strategi pembelajaran agar tidak berhenti pada kemampuan menjawab soal dengan cepat, melainkan juga membantu murid memahami alasan di balik setiap jawaban.

Pengalaman generasi pendidik terdahulu dapat menjadi bekal berharga. Sementara itu, teknologi dan kreativitas generasi sekarang dapat menjadi kekuatan baru dalam menghadapi tantangan akademik.

Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Justru, perpaduan pengalaman guru dan kemandirian belajar murid dapat menciptakan proses pendidikan yang lebih efektif.

Peran Orang Tua dalam Membangun Mental Tangguh

Persiapan menghadapi TKA juga tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua.

Terkadang, keinginan memberikan yang terbaik kepada anak justru membuat orang tua terlalu khawatir terhadap kemungkinan kegagalan. Akibatnya, anak kurang memperoleh kesempatan untuk menghadapi tantangan dan mengambil tanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.

Padahal, salah satu bekal penting menuju perguruan tinggi adalah keberanian menghadapi kesulitan.

Orang tua perlu memberikan dukungan, motivasi, dan kepercayaan agar anak berani mengembangkan kemampuan dirinya secara maksimal.

Dukungan tersebut bukan berarti memaksakan target nilai yang terlalu tinggi. Anak perlu memahami bahwa keberhasilan akademik merupakan hasil dari proses belajar, kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan memperbaiki kekurangan.

Kita perlu mengajarkan bahwa tantangan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Dengan pendekatan demikian, TKA tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ujian yang menegangkan, tetapi sebagai salah satu pengalaman penting dalam mempersiapkan masa depan.

TKA Harus Menjadi Momentum Perbaikan Pendidikan

Pada akhirnya, keberhasilan pelaksanaan TKA tidak seharusnya hanya diukur dari tinggi atau rendahnya nilai yang diperoleh murid.

Lebih dari itu, TKA perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi proses pembelajaran, memperkuat kompetensi akademik, serta membangun budaya belajar yang lebih baik di lingkungan sekolah.

Sekolah yang memiliki hasil TKA baik tentu patut mengapresiasi kerja keras murid dan pendidiknya. Namun, sekolah yang belum memperoleh hasil optimal juga tidak perlu kehilangan kepercayaan diri.

Hasil asesmen justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi bagian pembelajaran yang perlu diperbaiki.

Sebagai guru, saya meyakini bahwa generasi murid saat ini memiliki kemampuan untuk berkembang jauh lebih baik apabila diberikan kesempatan, arahan, dan kepercayaan yang tepat.

Sudah saatnya kita memberikan ruang kepada generasi setelah kita untuk menunjukkan kemampuan dengan cara mereka sendiri.

Jangan sampai kekhawatiran dan pengalaman masa lalu membuat kita membatasi potensi mereka.

TKA 2026 seharusnya menjadi langkah untuk membangun kepercayaan diri murid, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membuka peluang yang lebih luas menuju perguruan tinggi impian.

Karena sejatinya, tugas pendidikan bukan hanya mempersiapkan murid menghadapi ujian, melainkan juga membekali mereka dengan keberanian dan kemampuan untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.


Profil Penulis

Muhamad Dedi Manfaluthi


Muhamad Dedi Manfaluthi merupakan Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Penulis juga merupakan mahasiswa aktif Program Doktor Ilmu Bahasa di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tka-2026-kemampuan-murid-mutu-sekolah-kampus-impian/98585/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 15.38 WITA

  • #Akademik 2026
  • #Dunia Pendidikan
  • #Kampus Impian
  • #Mutu Sekolah
  • #Tes Kemampuan
  • #perguruan tinggi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menjadi Guru yang Pintar "Ngegas" dan "Ngerem": Seni Menjaga Keseimbangan di Ruang Kelas

Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

80 Mahasiswa UNTAG Surabaya dan UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pelatihan Migas di Cepu

Dosen UMI Perkuat Peran Bidan dalam Mencegah Stres Kehamilan melalui Edukasi Psikososial di Makassar

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

Bayar Makan di Angkringan Kini Bisa Pakai QRIS BRI, Pedagang Bojonegoro Rasakan Manfaatnya

Belajar dari Negeri Sakura: Bisakah Jepang Membantu Indonesia Memadamkan Karhutla?

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pilihan Editor

  1. 1 Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya
  2. 2

    Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

  3. 3

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  4. 4

    Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

  5. 5

    Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.