Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Digitalisasi Pendidikan: Antara Solusi atau Ilusi

Digitalisasi Pendidikan: Antara Solusi atau Ilusi

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
01 Maret 2026, 14.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Digitalisasi Pendidikan

JurnalPost.com - Era digitalisasi bukan sekadar istilah hype di kampus atau forum startup. Ia sudah menjadi denyut nadi kehidupan modern. Mulai dari cara kita berbelanja, bekerja, belajar, sampai berinteraksi secara sosial. We Are Social merilis laporan terbarunya tahun 2025 bahwa sebanyak 5,56 miliar orang di seluruh dunia kini menggunakan internet, mewakili lebih dari dua-per-tiga populasi global. Ini bukan tren sementara, melainkan transformasi struktural dunia yang terus berkembang.

Digitalisasi telah membentuk ulang ekonomi dunia. Layanan dan ekspor digital kini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, khususnya di negara maju. Sektor teknologi mampu melampaui banyak industri tradisional dalam hal pertumbuhan dan inovasi. Namun, ceritanya belum merata: negara-negara berkembang masih tertinggal jauh, dengan kapasitas digital yang belum memadai dan investasi yang minim.

IKLAN

Dunia pendidikan juga saat ini sedang mengalami revolusi tak terlihat, dengan masuknya digitalisasi secara masif. Kalau dulu ruang kelas hanya terdiri dari papan tulis dan buku cetak, kini kita melihat Learning Management System (LMS), video pembelajaran, hingga AI ikut ambil peran dalam proses belajar-mengajar.

NURUL HUSSEIN
Baca Juga

ADAM NURUL HUSSEIN, S.Pd., Gr.: Mengabdi di Dunia Pendidikan, Menginspirasi Lewat Pelatihan Kompetensi

Digitalisasi pendidikan membuka akses yang lebih luas dan fleksibel. Siswa tak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Krena materi dari seluruh dunia dapat diakses dengan satu klik. Platform seperti LMS membuat guru dan siswa bisa berinteraksi secara real-time, bahkan di luar jam kelas tradisional, dan ini jelas melampaui metode pendidikan konvensional selama ini.

Data global juga menunjukkan digital learning tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam era post-pandemic, teknologi digital telah menjadi pilar penting dalam pendidikan tinggi dan pembelajaran sepanjang hayat, terutama melalui AI dan pembelajaran berbasis data yang mendukung pengalaman belajar yang lebih personal dan adaptif.

Titik Balik Pendidikan Indonesia

Pendidikan di Indonesia sedang menghadapi titik balik yang sama dramatisnya seperti transisi dari kelas kapur ke papan tulis digital. Ini bukan sekadar tren TikTok guru atau gimmick, namun ini adalah real shift yang bisa menentukan masa depan generasi bangsa.

Pendidikan Indonesia
Baca Juga

Bukan Kurang Inovasi, Pendidikan Indonesia Butuh Nurani: Membaca Logika Kebijakan Pendidikan Indonesia

Tren digitalisasi pendidikan di Indonesia dipercepat secara masif di era Nadiem Makarim melalui kebijakan Merdeka Belajar, terutama didorong oleh kebutuhan mendesak selama pandemi COVID-19. Fokusnya meliputi penggunaan platform digital (Rumah Belajar, Akun Belajar.id), bantuan kuota internet, serta transformasi kurikulum dan asesmen nasional berbasis teknologi. Bahkan Nadiem mengklaim bahwa Indonesia telah menjadi perintis dalam tranformasi sistim pendidikan, termasuk teknologi digital.

Sejak tahun 2024, sebanyak 1.382.512 perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah diberikan Pemerintah kepada 79.259 sekolah untuk mendukung program digitalisasi sekolah dasar dan menengah. Termasuk di dalamnya, empat platform digital, yakni platform Merdeka Mengajar (PMM), platform Kampus Merdeka, platform Sumber Daya Sekolah, serta platform Profil Rapor Pendidikan dan Manajemen Data serta Infrastruktur.

Percepatan Digitalisasi Pendidikan

Pemerintah Indonesia terus melakukan percepatan transformasi digital di sektor pendidikan. pada November 2025 lalu, Prabowo Subianto resmi melaunching program digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas. Program ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital pendidikan nasional dan menghadirkan layanan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan merata di seluruh Indonesia.

SMAN 7 Bekasi
Baca Juga

FIKOM Universitas Mercu Buana Dorong Siswa SMAN 7 Bekasi Bijak Bermedia Digital

IKLAN

Bukti keseriusan program digitalisasi di era Prabowo Subianto ini ditandai dengan peluncuran Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard untuk sekolah. Pemerintah menyiapkan 288.865 papan tulis pintar tersebut untuk disebar ke semua wilayah Indonesia, baik SD, SMP, maupun SMA. Angka ini dinilai masih kurang, Pemerintah bahkan menyiapkan lagi 1 juta papan tulis interaktif ini untuk tahun 2026.

Pemerintah Daerah menyambut program ini dengan mengadakan berbagai pelatihan pemanfaaran Smartboard terhadap sejumlah guru. Smartboard dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan melalui visualisasi dinamis, interaktivitas sentuh, dan integrasi digital yang memudahkan guru serta meningkatkan partisipasi aktif siswa. Teknologi ini membuat materi lebih menarik, memfasilitasi kolaborasi waktu nyata, serta meningkatkan efisiensi pengajaran dengan akses multimedia instan. Berbagai fitur SmartBoard dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Agar Digitalisasi Bukan Sekadar Ilusi

Namun percepatan digitalisasi pendidikan di Indonesia harus disambut dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang merata. Infrastruktur digital di Indonesia masih jauh dari ideal. Banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, belum punya akses internet yang memadai atau bahkan tetap offline. Studi menunjukkan bahwa masih terdapat puluhan ribu sekolah yang belum terhubung dengan internet yang layak, menciptakan jurang digital yang nyata antara kota besar dan pelosok.

Saat ini terdapat 27.650 satuan pendidikan seluruh jenjang PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah terdata belum memiliki akses internet (Kompas.com, 2025). Data ini selaras dengan data yang disampaikan Menteri Komdigi Meutya Hafid bahwa masih ada 2.333 desa di Indonesia yang belum terkoneksi internet pada tahun 2025. Hal yang senada juga disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa saat ini masih terdapat sekitar 5.600 desa yang belum menikmati akses listrik. Akibatnya puluhan ribu sekolah di Indonesia, terutama di daerah 3T, masih belum terakses internet.

Tantangan akses ini bukan sekadar angka statistik. Karena ia berdampak langsung terhadap pengalaman belajar siswa. Tanpa koneksi stabil, kelas online sering terputus, konten edukatif sulit diunduh, dan proses belajar menjadi frustasi. Ini bukan sekadar soal gadget, tapi ketidaksiapan infrastruktur mendasar.

Belum lagi, ketika kita kebanyakan membicarakan digitalisasi, kita cenderung fokus pada teknologi, bukan pada digital literacy. Siswa dan guru yang tidak dibekali kemampuan menggunakan alat digital secara efektif akan terjebak pada fitur-fitur permukaan tanpa memahami substansi teknologi tersebut.

Dan jangan lupa, digitalisasi pendidikan bukan cuma soal internet dan perangkat. Dia harus dipadukan dengan kurikulum yang relevan dan adaptif, yang mengajarkan siswa berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengolah informasi digital secara bijak, sebuah skill yang jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan klik-klik layar.

Di balik layar, sumber daya manusia terutama guru menjadi ujung tombak perubahan dan transformasi digital ini. Tanpa pelatihan intensif dan dukungan berkelanjutan, tenaga pendidik akan kesulitan mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran yang bermakna. Banyak guru masih bergantung pada metode kuno karena keterbatasan pengetahuan digital.

Agar Digitalisasi tak sekadar ilusi dan benar-benar menjadi Solusi, maka Pemerintah perlu menuntaskan program percepatan infrastruktur baik ketersediaan listrik maupun akses internet. Selain itu, Pemerintah perlu menghadirkan berbagai macam pelatihan intensif agar guru-guru memiliki kecakapan dan literasi digital. Sehingga pembelajaran di kelas dapat dilakukan secara interaktif dengan berbagai inovasi digital, untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, bermakna dan menyenangkan.

Penulis: Jubirman, S.Pd, Gr, M.Pd (Guru ASN di Kabupaten Konawe Kepulauan)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/digitalisasi-pendidikan-antara-solusi-atau-ilusi/91164/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.57 WITA

  • #Digitalisasi Pendidikan
  • #Dunia Pendidikan
  • #Opini Guru

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru
  2. 2

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.