Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Kenaikan Iuran BPJS Solusi atau Jalan Pintas?

Kenaikan Iuran BPJS Solusi atau Jalan Pintas?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
27 Februari 2026, 14.33 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Iuran BPJS

oleh : dr Tedy Hartono, SH , MCS

JurnalPost.com - Isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali mengemuka setelah dilontarkan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin ( BGS ). Argumentasi klasik selalu sama : defisit pembiayaan, beban klaim meningkat, dan keberlanjutan sistem harus dijaga. Namun pertanyaan mendasarnya sederhana apakah solusi yang ditawarkan benar-benar lahir dari kajian holistik, atau sekadar pendekatan fiskal jangka pendek?

IKLAN

Kebijakan publik tidak boleh menggunakan parameter personal. Ketika pengambil kebijakan berasal dari kelompok sosial ekonomi yang sangat mampu atau melihat dirinya sendiri sebagai pejabat tinggi , ada risiko bias persepsi terhadap daya beli masyarakat. Bagi kelas menengah atas, kenaikan iuran mungkin tidak signifikan. Tetapi bagi pekerja informal, buruh harian, dan masyarakat rentan, kenaikan kecil sekalipun dapat menjadi beban serius.

Terhitung 1 April 2016 Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik
Baca Juga

Terhitung 1 April 2016 Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik

Masalah BPJS tidak bisa direduksi hanya pada persoalan iuran. Pertanyaan yang lebih mendasar: sudahkah Kementerian Kesehatan memastikan bahwa layanan berjalan optimal dan para tenaga kesehatan menerima haknya secara layak dan tepat waktu? Keterlambatan pembayaran klaim, tarif INA-CBGs yang dinilai tidak realistis, serta tekanan administratif yang berat bagi rumah sakit dan dokter adalah persoalan struktural yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Jika sistem masih menyisakan ketimpangan dalam distribusi beban , di mana fasilitas kesehatan dan tenaga medis menanggung tekanan finansial dan operasional maka menaikkan iuran tanpa pembenahan tata kelola berisiko memperdalam problem.

Kita juga perlu bertanya: apakah sudah ada kajian komprehensif yang benar-benar holistik? Sistem jaminan kesehatan nasional bukan hanya soal aktuaria keuangan, tetapi juga efisiensi layanan, moral hazard, distribusi risiko, pengendalian fraud, dan kualitas pelayanan. Evaluasi seharusnya melibatkan perspektif kesehatan masyarakat, ekonomi kesehatan, aktuaria, dan manajemen pelayanan medis secara terpadu.

IKLAN

Dalam literatur internasional, sistem kesehatan massal yang baik selalu memenuhi beberapa parameter kunci:

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

1. Universal coverage dengan proteksi finansial kuat seperti di Inggris melalui NHS, di mana pembiayaan berbasis pajak memastikan akses tanpa hambatan finansial langsung. 2. Cost control berbasis data dan teknologi seperti di Korea Selatan yang memanfaatkan digitalisasi klaim dan kontrol ketat terhadap overutilization. 3. Pembayaran tenaga kesehatan yang adil dan berkelanjutan* agar tidak terjadi brain drain atau penurunan kualitas layanan. 4. Primary care yang kuat seperti model gatekeeping di negara-negara Skandinavia yang menekan biaya rumah sakit melalui penguatan layanan primer. 5. Transparansi dan akuntabilitas publik* laporan kinerja yang terbuka dan berbasis indikator mutu.

Kesehatan massal bukan sekadar soal menutup defisit tahunan. Ia adalah investasi jangka panjang terhadap produktivitas nasional. Setiap kebijakan kenaikan iuran harus mempertimbangkan elastisitas ekonomi masyarakat, dampak terhadap kepatuhan pembayaran, dan risiko meningkatnya angka peserta non-aktif. Menaikkan iuran tanpa memastikan efisiensi internal sama dengan memindahkan beban ke rakyat tanpa memperbaiki sistem.

Ke depan, pengelolaan kesehatan massal seharusnya menempuh langkah-langkah berikut:

• Audit menyeluruh* berbasis data independen terhadap pembiayaan BPJS. • Penyesuaian tarif layanan yang realistis* bagi fasilitas kesehatan. • Penguatan layanan primer* untuk menekan biaya rujukan. • Digitalisasi dan integrasi sistem klaim* untuk menutup celah inefisiensi. • Transparansi publik* atas proyeksi aktuaria dan strategi jangka panjang.

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Kebijakan kesehatan tidak boleh lahir dari logika fiskal semata. Ia harus berdiri di atas keseimbangan antara keadilan sosial, keberlanjutan ekonomi, dan mutu layanan. Karena pada akhirnya, sistem jaminan kesehatan nasional bukan hanya soal angka tetapi soal keberpihakan kepada rakyat dan penghargaan kepada mereka yang melayani.

Penulis Adalah : Anggota tim Analisis IKAL Lemhanas Pemerhati masalah Kesehatan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenaikan-iuran-bpjs-solusi-atau-jalan-pintas/91100/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.59 WITA

  • #Iuran BPJS
  • #Iuran BPJS Kesehatan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  3. 3

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  4. 4

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.