Oleh: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd
JurnalPost.com - Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Melalui pendidikan, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang produktif dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Seiring dengan daya saing di dunia global semakin kompetitif, kualitas pendidikan menjadi tonggak utama dalam membangun masa depan yang gemilang terutama bagi pendidikan di wilayah pedesaan. Lembaga pendidikan yang ada di wilayah pedesaan sering dipandang sebelah mata karena dianggap tidak mampu bersaing dengan kualitas pendidikan di daerah perkotaan. Hal ini yang membuat banyaknya ketimpangan, baik dari segi sarana prasarana maupun kualitas para pendidiknya.
Pemerintah desa atau kepala desa memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas serta aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat desa. Bentuk perhatian dari kepala desa terhadap pendidikan tidak serta merta harus berupa materi, tetapi juga ikut berkolaborasi dengan pendidik dalam mencerdaskan anak bangsa menjadi poin yang paling berharga. Hadirnya seorang kepala desa yang peduli terhadap dunia pendidikan mampu memutus mata rantai kebodohan, mematahkan belenggu kemalasan, serta membuka jeruji besi keputusasaan. Sebab pada praktiknya, seorang kepala desa akan terus berupaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat agar mampu bersaing dan hidup berkelanjutan dengan perubahan zaman. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, serta menyediakan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi lebih peduli dengan pendidikan dan lebih aktif dalam mendukung pembangunan pendidikan di desa.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Desa Pamalayan Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut, Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Bapak Sutisna, S.IP selaku Kepala Desa telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Salah satu contohnya adalah program dukungan pembangunan infrastruktur pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama seperti Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di wilayah desa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat desa dengan mendukung penuh pembangunan sekolah yang tidak hanya berfokus pada peningkatan akademiknya saja, tetapi juga pembentukan karakter Islami yang berakhlak dan berbudi pekerti. Upaya tersebut dapat terbilang baik karena menghindari perpecahan antar lembaga pendidikan yang memiliki tujuan sama dalam mencerdaskan anak bangsa.
Selain itu juga, Kepala Desa Pamalayan telah melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya dengan mengadakan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi pendidik yang didukung langsung oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dukungan tersebut tidak serta merta menggunakan anggaran desa yang berlebihan, karena adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa. Sehingga dukungan tersebut sesekali menggunakan kantong pribadi dari Kepala Desa serta partisipasi masyarakat setempat yang peduli terhadap pendidikan untuk memberikan dorongan motivasi dalam mengajar dan mendidik para peserta didik.
Dengan demikian, kontribusi pemerintah desa atau kepala desa terhadap pendidikan sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk membangun masa depan yang gemilang di pedesaan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda