CILACAP, JurnalPost.com - Ikatan Penulis Aktif Banyumas Raya (IPAB) berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap serta SIP Publishing menyelenggarakan peluncuran buku dan sharing session bertajuk “Literasi dalam Industri Kreatif” bersama produser film dan sineas ibu kota, Camex Wangon. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sumekar, Cilacap, Sabtu (17/10/2026), tersebut merupakan salah satu rangkaian Festival Literasi Cilacap 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para penulis, pegiat komunitas literasi, pelaku industri kreatif, dan masyarakat umum untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan karya literasi sekaligus peluang pemanfaatannya di industri kreatif, khususnya perfilman.
Dalam kegiatan tersebut, dua buku yang diterbitkan oleh SIP Publishing secara resmi diluncurkan. Buku pertama adalah antologi skenario film berjudul Sebelum Kamera Menyala, yang memuat karya anggota IPAB dan kontributor terpilih.
Antologi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya mempertemukan dunia kepenulisan dengan industri kreatif, khususnya perfilman. Melalui skenario, gagasan dan cerita yang dituangkan penulis memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi karya audiovisual.
Buku kedua yang diluncurkan adalah fabel bilingual berjudul “Semut Merah dan Selimut Timi” karya Resti Dwi Mulyani, anggota IPAB sekaligus anggota Forum Literasi Cilacap. Buku tersebut diterbitkan dalam tiga edisi bilingual, yakni Indonesia–Arab, Indonesia–Inggris, dan Indonesia–Prancis.
Peluncuran kedua buku tersebut menunjukkan bahwa aktivitas literasi dapat berkembang dalam berbagai bentuk dan memiliki keterkaitan dengan industri kreatif. Karya tulis tidak hanya berhenti sebagai produk bacaan, tetapi dapat menjadi fondasi bagi lahirnya karya kreatif lain yang memiliki nilai edukasi, seni, dan ekonomi.
Selain peluncuran buku, kegiatan juga menghadirkan Camex Wangon, produser film dan sineas yang berkiprah di ibu kota, dalam sesi sharing session bertema “Literasi dalam Industri Kreatif”.
Camex memberikan wawasan mengenai proses pengembangan naskah hingga dapat diolah menjadi berbagai karya audiovisual, mulai dari film, film televisi (FTV), hingga sinetron. Peserta diajak melihat lebih jauh bahwa kemampuan menulis dan menghasilkan cerita dapat menjadi salah satu modal penting untuk memasuki industri kreatif.
Sesi berbagi berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan dalam sesi diskusi. Tanya jawab berlangsung cukup padat dan membahas berbagai hal terkait proses kreatif, pengembangan naskah, hingga peluang membawa karya tulis ke industri perfilman.
Kolaborasi untuk Menguatkan Ekosistem Literasi
Ketua IPAB, Septiono Bangun Sugiharto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut melalui kolaborasi antara IPAB, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, serta SIP Publishing.
Ia mengapresiasi dukungan dan sinergi yang terjalin sehingga kegiatan peluncuran buku dan sharing session tersebut dapat terlaksana sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Cilacap 2026.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi langkah positif dalam mempertemukan komunitas penulis, pemerintah daerah, penerbit, dan pelaku industri kreatif dalam satu ruang yang sama untuk mendorong perkembangan literasi dan kepenulisan.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Kastam, S.Pd., M.Pd., M.M., dalam sambutannya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap keaktifan komunitas dalam mengembangkan budaya literasi di daerah, khususnya di Kabupaten Cilacap.

Keberadaan komunitas literasi dinilai memiliki peran penting dalam menghidupkan budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas juga diperlukan agar gerakan literasi dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Narti, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Seksi Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, turut menyampaikan pentingnya kegiatan menulis yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, budaya menulis perlu terus ditumbuhkan karena dapat memberikan dampak positif bagi generasi mendatang. Kegiatan menulis juga menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan berkarya sekaligus mendokumentasikan gagasan dan pengetahuan.
Kegiatan yang dihadiri berbagai komunitas pegiat literasi di Kabupaten Cilacap serta masyarakat umum tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai literasi. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk menuju pengembangan karya dan industri kreatif.
Melalui kolaborasi IPAB, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, serta SIP Publishing, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi dan kepenulisan di daerah. Kehadiran pelaku industri kreatif juga membuka ruang bagi para penulis untuk melihat kemungkinan baru dalam mengembangkan karya, dari sebuah gagasan tertulis menjadi produk kreatif yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat. (rdm)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda