
JAKARTA, – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A. menegaskan bahwa krisis kelaparan yang menimpa rakyat Palestina di Jalur Gaza akibat blokade bantuan pangan oleh Zionis Israel sejak Maret 2025 adalah tanggung jawab seluruh umat manusia, terutama umat Islam.
Pernyataan itu disampaikan Imaam Yakhsyallah Mansur dalam tausiyah Aksi Jum’at Bela Masjidil Aqsa dan Palestina yang digelar Aqsa Working Group (AWG) di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat (8/8/2025). Aksi ini telah memasuki pekan ke-20 dengan tema “Terobos Gaza, Hapus Kelaparan, Bangkitkan Harapan Umat – Bersatu Bergerak Dalam Global Sumud Flotilla”.
“Imaam Malik pernah menyatakan, apabila di suatu daerah ada satu orang mati kelaparan maka tetangga yang dekat dengan daerah itu memiliki tanggung jawab lebih besar ketimbang tetangga yang jauh. Bahkan, dalam fatwa beliau, tetangga yang membiarkan bisa dikenakan hukuman mati,” tegas Imaam Yakhsyallah sambil mengangkat dua panci kosong sebagai simbol kelaparan rakyat Gaza.
Imaam Yakhsyallah Mansur juga mengingatkan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: "Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangga di sebelahnya kelaparan, dan ia mengetahuinya."
Menurutnya, hadits ini menjadi peringatan keras bahwa iman seseorang diuji melalui kepeduliannya terhadap penderitaan orang-orang di sekitarnya. Dalam konteks Gaza, kata beliau, seluruh dunia adalah “tetangga” yang tidak boleh berpaling dari jeritan rakyat yang kelaparan.

Kecam Penodaan Masjidil Aqsa
Selain isu kemanusiaan, Imaamul Muslimin juga mengecam keras penodaan Masjidil Aqsa oleh pemukim ilegal Zionis Yahudi pada 3 Agustus 2025. Mengutip Surat Al-Baqarah ayat 114, beliau menegaskan bahwa menghalangi ibadah dan berusaha menghancurkan masjid adalah perbuatan manusia paling zalim di muka bumi.
Data yang dihimpun menunjukkan, sejak agresi dimulai, sedikitnya 75 masjid di Palestina telah dihancurkan, 500 masjid rusak berat, dan puluhan lainnya dialihfungsikan menjadi sinagog, kandang ternak, atau tempat maksiat. Sementara sepanjang Juli 2025 Zionis Yahudi tercatat telah 23 kali melakukan penyerangan ke Masjidil Aqsa.
Dukung Misi Kemanusiaan
Imaam Yakhsyallah Mansur menyatakan dukungan penuh terhadap Misi Sumud Nusantara, kapal kemanusiaan dari Indonesia yang akan bergabung dengan armada bantuan internasional untuk menembus blokade Gaza dan membawa logistik serta relawan.
“Kita akan istiqamah mengadakan aksi ini sampai Masjidil Aqsa kembali ke tangan umat Islam dan bangsa Palestina merdeka, berdaulat atas tanah miliknya,” tegas Imaamul Muslimin, disambut pekikan “Allahu Akbar! Al-Aqsa Haqquna!” oleh ratusan peserta aksi.
Aksi solidaritas yang berlangsung pukul 16.00–17.30 WIB ini diisi sambutan Ketua Presidium AWG M. Anshorullah, orasi santri Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, mahasiswa STAI Al-Fatah, serta dukungan dari Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) H. Endang Sudrajat yang hadir bersama jajaran.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina, pembebasan Masjidil Aqsa, dan pencabutan blokade kemanusiaan yang dilakukan Zionis Israel sejak 22 Maret 2025. (AM)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda