JurnalPost.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya sekadar pusat pemerintahan baru, namun juga representasi dari visi besar pemerintah untuk membangun infrastruktur yang lebih berkelanjutan. Pembangunan di IKN mencakup penerapan teknologi hijau demi mengurangi emisi dan dampak lingkungan. Langkah ini dimulai dengan penggunaan energi terbarukan serta material yang serba ramah lingkungan. Pemerintah ingin IKN menjadi contoh nyata dari industri hijau di Indonesia.
Pemerintah berkeinginan untuk menciptakan lapangan kerja melalui sektor industri yang ramah lingkungan. Industri hijau ini membuka peluang kerja dan menumbuhkan ekonomi lokal. Pembangunan yang berdasar pada inovasi ini mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga alam. Di IKN, teknologi hijau diterapkan pada pengelolaan air dan energi. Semua sektor ini dirancang agar selaras dengan ekosistem Kalimantan.
Pembangunan infrastruktur transportasi di IKN juga fokus pada keberlanjutan. Jalan raya, jalur kereta, dan sistem transportasi umum dirancang untuk mengurangi jejak karbon. Kendaraan listrik dan solusi transportasi ramah lingkungan lainnya juga diterapkan untuk memastikan mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat inovasi dan keberlanjutan industri hijau di Indonesia.
IKN juga berfungsi sebagai laboratorium inovasi yang mengundang para ahli dan investor. Teknologi ramah lingkungan, seperti sistem energi surya dan transportasi rendah emisi, menjadi prioritas. Pusat riset dan pengembangan juga berperan mendukung inovasi ini agar terus berkembang. IKN diharapkan memotivasi sektor lain untuk turut menerapkan teknologi hijau. Dengan demikian, IKN menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.
Untuk mendukung keberlanjutan, IKN memanfaatkan konsep ekonomi sirkular. Semua limbah akan diproses dan didaur ulang sehingga bisa digunakan kembali. Langkah ini membantu mengurangi polusi dan limbah yang merusak lingkungan. Infrastruktur di IKN juga dirancang dengan sistem pengelolaan sampah yang canggih. Dengan demikian, IKN bisa menjadi kota yang bebas sampah dan lebih ramah lingkungan.
Ditulis oleh : Muhammad Aqil Anaqi Muna Program studi : Teknik Industri Universitas Airlangga
Daftar Pustaka Ardani, M. N., Yusriyadi, Y., & Silviana, A. (2024). SUSTAINABLE ENVIRONMENTAL MANAGEMENT IN NUSANTARA CAPITAL CITY: LEGAL PERSPECTIVES AND BEST PRACTICES. Diponegoro Law Review, 9(2), 167 - 185
Laksono, Naufal Budi and Latief, Yusuf (2024) "Sustainable Infrastructure Development in The IKN Region (Nusantara Capital): Simulation of The Smart Self-Sustaining Urban Center Area Development," Smart City: Vol. 4: Iss. 1, Article 3. https://doi.org/10.56940/sc.v4.i1.3
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda