
JurnalPost.com – Dalam rangka mencegah penyakit Muscoskeletal Disorders (MSDs) pada perangkat desa agar para pekerja bisa bekerja dengan nyaman dan ergonomis dilakukan penyuluhan postur tubuh ergonomis pada kantor desa (office ergonomics). Pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2024 sebagai bagian dari program monodisiplin KKN TIM II Universitas Diponegoro, diadakan kegiatan penyuluhan dengan judul “Penyuluhan Postur Tubuh Ergonomis Guna Mencegah Muscoskeletal Disorders (MSDs) Pada Kantor Desa Pondoksari” yang ditujukan kepada perangkat desa pada kantor desa Pondoksari.
Dalam kegiatan KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024, Marco Francois Haullussy, mahasiswa dari Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, memimpin penyuluhan mengenai postur tubuh ergonomis melalui presentasi PowerPoint di Kantor Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Sosialisasi ini diselenggarakan di balai desa dan dihadiri oleh seluruh perangkat desa. Acara berlangsung dengan lancar, dengan partisipasi aktif dari bapak dan ibu perangkat desa yang menunjukkan antusiasme tinggi.
Penyuluhan dimulai dengan memberikan penjelasan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja kantor di lingkungan desa sering kali menjadi masalah kesehatan yang diabaikan, padahal dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas kerja mereka. Pekerja kantor desa, yang biasanya terlibat dalam tugas administratif dan pelayanan publik, bisa mengalami MSDs akibat faktor-faktor tertentu yang berkaitan dengan lingkungan kerja mereka. Berikut adalah penjelasan mengenai MSDs pada pekerja kantor desa dan cara pencegahannya:
Berikut merupakan beberapa penyebab MSDs pada pekerja kantor desa Pondoksari
1. Perabotan yang Tidak Ergonomis: Pada kantor desa, kursi dan meja sering kali tidak dirancang dengan memperhatikan ergonomi. Kursi yang tidak mendukung punggung bawah atau meja yang tidak dapat diatur ketinggiannya dapat menyebabkan ketegangan pada punggung, leher, dan bahu.
2. Posisi Kerja yang Buruk: Pekerjaan yang melibatkan banyak waktu di depan komputer atau meja tanpa penyesuaian yang tepat dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk. Posisi duduk yang tidak benar dapat mempengaruhi leher, punggung, dan tangan.
3. Penggunaan Peralatan yang Terbatas: Beberapa kantor desa mungkin tidak memiliki peralatan kerja yang memadai, seperti mouse ergonomis atau keyboard yang sesuai, yang dapat menyebabkan ketegangan otot dan pergelangan tangan.
4. Kurangnya Gerakan dan Istirahat: Jam kerja yang panjang tanpa istirahat yang cukup atau kesempatan untuk bergerak dapat menyebabkan kekakuan dan nyeri otot. Pekerja yang duduk dalam waktu lama tanpa beraktivitas cenderung mengalami masalah musculoskeletal.
5. Stres dan Tekanan Kerja: Tekanan kerja yang tinggi dapat menyebabkan ketegangan otot dan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Stres yang berkepanjangan seringkali mempengaruhi postur tubuh dan meningkatkan risiko MSDs.
Berikut merupakan gejala dari MSDs
1. Nyeri atau ketidaknyamanan di leher, punggung, bahu, atau tangan.
2. Kaku, kesemutan, atau nyeri pada pergelangan tangan dan jari.
3. Kesulitan bergerak atau menggerakkan tangan dan lengan.
4. Kelemahan otot atau penurunan kemampuan fungsional.
Berikut merupakan pencegahan dan pengelolaan MSDs
1. Peningkatan Ergonomi: Menginvestasikan dalam perabotan ergonomis, seperti kursi yang mendukung punggung bawah dan meja yang dapat diatur ketinggiannya, dapat mengurangi risiko MSDs. Pastikan posisi monitor sejajar dengan mata untuk menghindari ketegangan leher.
2. Pelatihan Ergonomi: Memberikan pelatihan kepada pekerja tentang cara duduk dengan benar, teknik mengetik yang baik, dan penggunaan peralatan yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko MSDs.
3. Penerapan Jadwal Istirahat: Menerapkan kebijakan istirahat yang memungkinkan pekerja untuk berdiri, bergerak, dan melakukan peregangan secara berkala dapat mencegah kekakuan otot dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
4. Penyesuaian Lingkungan Kerja: Memastikan bahwa lingkungan kerja di kantor desa dapat diakses dengan baik dan mendukung kenyamanan fisik dapat membantu mengurangi risiko MSDs.

Tidak hanya itu, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program ini, Marco juga menyerahkan poster Penerapan Postur Tubuh Ergonomis Guna Mencegah Muscoskeletal Disorders (MSDs) kepada perwakilan perangkat desa. Poster ini kemudian dipasang di kantor sebagai pengingat visual yang terus-menerus bagi bapak dan ibu perangkat desa untuk menerapkan postur tubuh ergonomis dalam kegiatan bekerja sehari-hari mereka di kantor desa
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini maka diharapkan kantor desa dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mengurangi kemungkinan terjadinya Musculoskeletal Disorders dengan bekerja secara ergonomis, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Penulis: Marco Francois Haullussy
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan: Yudhy Dharmawan., S.KM., M.Kes. Ph.D, Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si, Rifki Adhi Prasetyo, S.E., M.Ak.
Lokasi KKN: Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri
#KKNUndipTim2
#p2kknUndip
#LPPMUndip
#Undip




