JurnalPost.com, Wonogiri (31 Juli 2024)- Panji Nugroho Fakultas Teknik, Departemen Teknik Industri Universitas Diponegoro Tim II KKN Universitas Diponegoro melaksanakan salah satu program kerja (monodisiplin) terkait pengoptimalisasian jalur evakuasi dan pelatihan pembuatan jalur evakuasi secara sederhana. Kegiatan tersebut dilaksaksanakan di Dusun Sasap, Desa Gedong, Wonogiri.
Dengan melakukan beberapa survei pada Masyarakat Desa Gedong kita mencari potensi potensi apa yang bisa digali dari setiap dusun. Dari hasil survei yang dilakukan kita mendapatkan potensi adanya bencana banjir di daerah Dusun Sasap dikarenakan didaerah tersebut terdapat aliran Sungai bengawan solo dan jika curah hujan yang tinggi akan mengakibatkan banjir sampai rumah warga. Jalur evakuasi yang terdapat dirasa belum optimal dikarenakan palang jalur evakuasi yang masih berjarak dari satu titik ketitik lain dan ada kawasan yang masih belum terdapat palang jalur evakuasi. Dengan adanya kondisi seperti ini harus dioptimalisasi untuk mempermudah pengevakuasian jika suatu saat terjadi banjir di Dusun Sasap.
Dinamika Mitigasi bencana yang terdapat didusun sasap saya coba hadapi dengan pembuatan jalur evakuasi secara sederhana dengan alat sederhana. Pada kesempatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pembuatan jalur evakuasi dan praktik dalam pembuatan jalur evakuasi yang ditanam langsung di sekitaran Dusun Sasap. Program ini ditujukan kepada Masyarakat Dusun Sasap untuk sehingga Masyarakat bisa mengoptimalisasikan jalur evakuasi jika ada daerah yang belum terdapat jalur evakuasi.

Pelatihan ini diawali pada 28 Juli 2024 dengan pengoptimalisasian secara sederhana dengan menanam 5 buah palang yang disebar di sekitaran dusun sasap. Aktivitas ini ditemani dengan beberapa Masyarakat Dusun sasap dan menentukan bersama titik mana yang harus dipasangi palang jalur evakuasi supaya lebih optimal. Pada tanggal 31 Juli 2024 dilanjutkan dengan pemaparan materi berupa Bagaimana membuat jalur evakuasi secara sederhana , bagaimana bersikap ketika banjir datang, apa saja aspek aspek yang harus diperhatikan pada pengevakuasian. Dalam melakukan kepelatihan terkait pengevakuasian didatangi oleh 42 warga Dusun Sasap.

Investasi pada kesiap siagaan bencana adalah investasi jangka panjang. Melalui kegiatan KKN ini, Dusun Sasap telah mengambil langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi bencana. Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Masyarakat Dusun Sasap berharap program serupa dapat terus dilakukan di desa-desa lain. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana,
Penulis: Panji Nugroho Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
#KKNUNDIPTIM2
#P2KKNUNDIP




